Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Case Study, Pembelajaran ku harus lebih Efektif




PEMBELAJARAN KU HARUS LEBIH EFEKTIF
ai deti heryanti (Sumedang)

Hari itu sabtu 28 maret 2009 saya memasuki ruangan kelas VIII C  SMPN 4 Sumedang dengan membawa berbagai peralatan untuk eksperimen kemudian disimpan dimeja yang disediakan didepan untuk mempermudah siswa mengambil alat dan bahan. Saya mengawali pertemuan dengan ucapan salam, mengabsen dan menanyakan kondisi siswa. Hari itu tidak sebagaimana biasanya wajah mereka memperlihatkan sikap yang siap untuk belajar, karena kadatangan tamu dapat memotivasi siswa untuk lebih betrkonsentrasi.  Dengan tertib siswa sudah duduk berkelompok. Tertulis pada tiap meja nama-nama kelompoknya dan setiap siswa memakai papan nama, agar mempermudah observer untuk mengenalnya. 
                Saya menuliskan pokok bahasan yang akan disampaikan  dan tujuan pembelajaran di papan tulis. Yaitu tentang tekanan zat padat dan hidrostatis.    Kemudian melontarkan pertanyaan kepada siswa: “mengapa ujung paku di buat runcing?, mengapa kita lebih senang memotong daging dengan pisau yang tajam? , Mengapa balok besi bekas jatuhnya lebih dalam dibandingkan balok kayu?, mengapa tanggul bendungan semekin ked dalam, semakin dibuat tebal?”  Sedikit siswa yang berani mengungkapkan pendapatnya, mungkin mereka malu kalau ungkapannya tidak sesuai jawaban sebenarnya. Berbeda kalau dalam pembelajaran sehari-hari yang tidak disaksikan observer mereka ramai berpendapat sekalipun ‘asbun’ asal bunyi sehingga mengundang gelak tawa teman-teman, dan kondisi kelas cukup gaduh. Saya sampaikan bahwa peristiwa di atas  berhubungan dengan konsep tekanan. Saya berharap beberapa pertanyaan arahan yang diberikan dapat membantu siswa dalam melakukan praktikum dan menjawab pertanyaan-pertanyaan di LKS. Saya sampaikan bahwa hari ini akan melakukan dua jenis praktikum  untuk bisa menjawab tentang peristiwa di atas. Dari delapan kelompok yang terbentuk dibagi menjadi dua jenis praktikum.  Tiap ketua kelompok mengambil satu gulungan kertas sebagai undian atas jenis praktikum dan setiap siswa menerima hasil undiannya tanpa ada yang protes.
                Perwakilan kelompok ke depan mengambil LKS beserta alat dan bahan. Sebelum siswa melakukan praktikum saya mengingatkan tentang keselamatan kerja karena pada kegiatan tersebut terdapat minyak kelapa dan sabun krim  yang kalau tumpah dapat menyebabkan terpeleset. Setiap meja memakai alas kertas Koran. Saya intruksikan sebelum  melakukan praktikum pelajari dulu LKS nya, agar jangan salah dalam melakukan praktikum, tanyakan kalau ada yang tidak dimengerti. Ketika mereka melakukan praktikum, saya berkeliling ke tiap kelompok untuk mengawasi dan memotivasi agar semua aktif  terlibat. Siswa berani bertanya  ketika kelompoknya di hampiri.  Waktu yang diberikan  selama 40 menit. Entah apa dalam benak mereka kedatangan observer membuat mereka cukup tertib, kalaupun tidak banyak terlibat dalam kegiatan, mereka duduk manis mengamati.  kesehariannya dalam praktikum mereka sering mondar mandir mengamati kelompok lain. Sehingga sekalipun saya persilakan untuk bertanya kepada kelompok lain, tidak ada satupun diantara mereka yang berdiri menuju kelompok lain.
                Bagi kelompok yang terlebih dahulu selesai melakukan praktikum diberikan reward     dengan tepuk tangan dan LKS nya di bubuhkan tanda bintang. Dari waktu yang tersedia dua kelompok dari jenis praktikum tekanan zat cair belum selesai  menjawab pertenyaan dalam LKS, Saya intruksikan kegiatannya ditunda. Sekarang ada perwakilan tiap jenis praktikum untuk mempresentasikan hasilnya di depan. Terlebih dahulu saya persilahkan kelompok tekanan zat padat. Perwakilan kelompok berdiri di depan kelas dengan membawa data pengamatan dan hasil diskusi atas  pertanyaan kemudian ditayangkan melalui OHP. Kemudian mendapat tanggapan dari kelompok yang melakukan kegiatan sejenis.
Dari data pengamatan dan jawaban siswa setiap kelompok mengarah pada kesimpulan bhwa tekanan jat padat dipengaruhi oleh gaya dan luas permukaan. Dan saya  menghubungkan konsep tersebut terhadap peristiwa sehari-hari  yang diawal pembelajaran dilontarkan dalam bentuk pertanyaan sebagai apersepsi. Selam apembelajaran berlangsung  hanya beberapa siswa yang berani berpendapat baik bertanya ataupun menjawab pertanyaan ,cukup banyak waktu untuk memotivasi siswa agar siswa menemukan konsep dari pertanyaan pertanyaan arahan yang saya berikan , agar siswa lainnya mau berpendapat. Karena waktu yang tersisa tidak banyak maka presentasi kelompok praktikum zat cair tidak bias ditampilkan . dari hasil LKS yang terkumpul ke 4 kelompok yang melakukan praktikum zat cair mengarah pada kesimpulan bahwa tekanan zat cair  dipengaruhi oleh masa jenis dan kedalaman. Siswa waktu yang ada dipakai untuk melakukan post test, kemudian saya intruksikan, kerjakan soal hanya no 1 dan 2 yaitu tentang zat padat, sedangkan no 3 dan 4 karena belum dibahas yaitu tentang tekanan zat cair tidak usah dikerjakan.  Dari hasil evaluasi post test 60% sisswa menjawab dengan benar, dari jumlah tersebut siswa yang melakukan praktiku m zat padat yang bisa menjawab dengan tepat.
Dengan demikian, masih terdapat ganjalan dan pertanyaan dalam diri saya ! apakah efektif pembelajaran hari ini dengan menggabungkan 2 konsep yaitu zat padat dan zat cair dalam satu pertemuan, harapan sebelumnya agar siswa mempunyai pengalaman melalui dua jenis praktikum sehingga bias mengefektifkan waktu yang ada.
Dari hasil refleksi mendapatkan masukan dari observer, tentang alat dan bahan yanglebih mudah dilakukan sehingga tidak menyita waktu yang banyak yaitu mengganti sabun krim dengan tepung atau plastisin, kemudian tentang praktikum tekanan zat cair (hidrostatis) dilakukan cukup dengan demontrasi guru dibantu siswa didepan kelas.

Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

2 komentar untuk "Case Study, Pembelajaran ku harus lebih Efektif"

  1. Jadi Pendidik zaman sekarang memang penuh tantangan. Minat belajar anak sudah berkurang jauh. Beda anak zaman dulu. Kadang anak sekarang hitungan Matematika sederhana saja mereka kesulitan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, sependapat, perlu motivasi intrinsik dari seorang guru, untuk selalu ikhlas memberikan yang terbaik untuk peserta didik.

      Hapus

Jangan lupa tinggalkan komentar sebagai alat silaturahmi dan jika bermanfaat bisa saudara share, komentar yang memasukan link judi dan hal lainnya yang tidak sesuai norma, akan langsung saya hapus. Terimakasih, Sukses Selalu

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.