Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ALTERNATIF MODEL BDR BERBASIS PROYEK PADA MASA COVID-19

Sumar Hendayana,Ph.D

Bagaimana Dunia Pendidikan Indonesia Khususnya Kab. Sumedang Mensikapi Pandemi Covid-19, dan Alternatif Model Pembelajaran yang bagaimana yang selaras dengan pembelajaran abad 21 ? 
Diskusi Pertemuan LS-ke 7 dengan Nara sumber Prof Sumar Hendayana,Ph.D bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab. Sumedang membahas Alternatif Model BDR berbasis Proyek (PjBL) pada masa covid-19
 
PERTEMUAN LESSON STUDY KE-7

Hari /Tanggal   : Kamis /11 Juni 2020
Narasumber      : 
  1. Sumar Hendayana,Ph.D (Presiden ALSI /Departement Of Science Education UPI Bandung)
  2. Dr. Dian Sukmara,M.Pd (Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Sumedang)
Moderator         :  
  • Drs. Edi Suwardi,M.Pd ( Kepala Sie Kurikulum Dinas Pendidikan Kab. Sumedang)

Dampak sosial ekonomi akibat pandemi yang begitu  masif dan ditengah ketidakpastian kapan berakhirnya,ditambah kendala perbedaan desa dan kota sehingga pensikapan pembelajaran daring yang beraneka ragam kesiapannya,sehingga muncul pertanyaan bagaimana kita (baca dunia pendidikan) bisa memenuhi hak belajar siswa di tengah kondisi covid-19 ini ? 

dan bagaimana seluruh insan pendidikan di Indonesia bisa memahami dan menerima informasi yang cukup mengenai covid-19 ini ?maka bagaimana kita bisa membuat dan merencanakan alternatif Belajar dari rumah (BDR) yang efektif dan bermakna ? sehingga dihasilkan model alternatif BDR yang bisa menumbuhkan Keterampilan abad 21 .

Diskusi dihadiri oleh 100 peserta dari perwakilan SMP baik Negeri maupun Swasta yang ada di Kabupaten Sumedang dari unsur Dinas Pendidikan Kab Sumedang, Pengawas Sekolah,Kepala Sekolah,Waksek Kurikulum Kab,Sumedang.

Dibawah ini dipaparkan oleh Prof. Sumar Hendayana,Ph.D (Presiden ALSI) alternatif pembelajaran BDR berbasis Proyek di tengah pandemi covid-19  yang bisa dilakukan oleh sekolah ...



Beliau memaparkan alternatif BDR berupa gabungan antara daring dan luring dengan cara siswa di buat kelompok berdasarkan kedekatan jarak rumah, ini bisa selevel kelas atau gabungan level kelas, kemudian diberikan pembelajaran proyek yang merupakan kolaborasi mata pelajaran.

“you cannot understand a concept if you cannot remember it, and you can not apply concepts or theories if you cannot comprehend them”.

Benjamin Bloom


langkah berikutnya adalah ...





Projeck base Learning ini keberhasilannya ditentukan sejauhmana perencaan sekolah dan guru dari berbagai mapel berkolaborasi , pendataan siswa , pemetaan lokasi dan penugasan guru, kemudian mulai mendesain pembelajaran yang cocok dengan situasi dan kondisi lokal tersebut.