Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menghalau Kejenuhan Dimasa Pandemi


 " Belajar melibatkan pembentukan kecakapan
dan kecakapan dalam setiap hal dibentuk melalui gerakan otot,
tidak hanya kecakapan fisik seperti yang dimiliki para atlet, penari atau pekerja kasar,
tetapi juga kecakapan intelektual yang digunakan dalam ruang kelas atau tempat kerja
kecakapan adalah satu paket yang berkembang dalam jaringan internal yang rumit antara pikiran, otot, dan emosi"
- Howard Gardner


Periode 1

Terjadi lompatan besar dunia pendidikan dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang tadinya berjalan lambat, kalaulah tidak mau disebut nyaris tidak terdengar, bahkan mata pelajaran TIK pun hilang tidak berbekas, Pandemi Covid-19 datang dan semuanya tersadar karena TIK menjadi jawaban dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tembok-tembok penghalang, portal-portal pembatas, sekat-sekat jarak dihilangkan dan dibongkar dengan TIK. Periode awal Pandemi Maret-Juni terasa begitu berat, ditengah PSBB, proses pembelajaran harus terus berjalan, akhirnya baik guru maupun siswa menjalaninya dengan learning by doing, dengan mengikuti berbagai pelatihan penggunaan TIK dalam pembelajaran  :

  • Rumah Belajar
  • Microsoft Office 365 (Teams)
  • Pembatik Level 1-3
  • VCT Batch-6
  • Webinar sampai Seminar
  • dan berbagai aplikasi lainnya

Semuanya diikuti dengan harapan bisa memberikan pelayanan yang maksimal untuk para peserta didik yang menunggu di rumah dengan pembelajaran yang sesuai dengan karakter generasi mereka yang penuh motivasi, tantangan yang menyenangkan dan mencerahkan proses belajar mereka

Berbagai upaya pendekatan mulai dari mengintegrasikan Blog-Rumah Belajar- berbagai aplikasi pembelajaran seperti kelas maya dari Google dan Microsfot serta media pendukung seperti Video Conference, Youtube semuanya dicoba dan digunakan sambil mencari dan menemukan irama yang pas untuk siswa maupun gurunya.

Periode 2

Waktu yang panjang Belajar Dari Rumah (BDR) membuat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) jarak jauh mengalami kejenuhan,belum lagi banyaknya kendala proses KBM dengan tingkat keberhasilan serta partisipasi peserta didik yang masih rendah, sedangkan berakhirnya pandemi  belum terlihat titik terang, yang ada malah semakin samar dengan semakin tingginya penyebaran dan penularan Covid-19 ini. Keingingan dan kerinduan belajar tatap muka didalam kelas, masih harus sabar menunggu, mensikapi kendala-kendala tersebut mulai dari :

  1. Kejenuhan peserta didik pada proses KBM jarak jauh
  2. Pandemi yang masih panjang dan belum jelas kapan akhirnya 
  3. Belajar masih jarak jauh /BDR.

Penggunaan media TIK yang tidak lepas dari berbagai kendala menjadi media yang utama terjadinya proses KBM. Siswa - siswi yang dihadapi adalah mereka yang termasuk generasi milenial, dimana hidupnya sangat erat dengan teknologi yang serba mudah dan segala urusan serba online, sehingga laptop, HP dan internet  tidak lepas dari kehidupannya. Begitu pula dengan generasi Z dan generasi mutaakhir yang disebut generasi Alpha yang lahir ditahun 2010 keatas, adalah generasi yang sejak lahir smartphone ditangannya, generasi yang komunikasinya menggunakan multi bahasa dengan pergaulan yang sudah mengglobal, dimana dunia ada di genggamannya.

Namun dalam proses pembelajaran jarak jauh nilai potensi plus tersebut ternyata bukan faktor utama proses KBM bisa berjalan dengan baik, akhirnya kembali pada bagaimana pengelolaan seorang guru sehingga pembelajaran jarak jauh tidak membosankan. Atas dasar  hal itu maka saya mengambil langkah dengan pertimbangan :

  1. karena anak diam 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu dan 30 hari dalam sebulan;
  2. KBM harus terus berjalan dengan target tingkat partisipasi dan motivasi yang tinggi serta kompetensi tercapai ;
  3. pergerakan fisik anak yang rendah;
  4. tingkat kejenuhan yang  tinggi.
Dan searah dengan apa yang dikatakan Mariyana (2010) : "lingkungan belajar adalah sarana bagi siswa untuk mencurahkan dirinya beraktivitas, berkreasi, hingga mendapatkan sejumlah perilaku baru dari kegiatannya tersebut. Lingkungan belajar adalah laboratorium tempat bereksplorasi, bereksperimen dan mengekspresikan diri untuk mendapatkan konsep dan informasi baru sebagai wujud dari hasil belajar."

Maka mulai dari Juli 2020 /awal semester tahun ajaran 2020-2021, pendekatan yang dilakukan adalah Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) disesuaikan dengan Kompetensi Dasar (KD) pada konsep IPA disemester ganjil dengan mengintegrasikan berbagai KD melalui proyek menanam bunga, tanaman obat dan sayuran di sekitar pekarangan rumah.

Melalui proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dan berperan aktif dalam proyek sehingga meningkatkan kemandirian dan kreatifitas. Selama proses berjalan siswa  melaporkan perkembangan kegiatannya dan perlakuan pada tanaman serta diakhir kegiatan siswa membuat laporan proyek dengan tahapan sebagai berikut :

1. Diberikan rangsangan kepada siswa rasa ingin tahu untuk melakukan penyelidikan konsep yang dipelajari oleh siswa kelas VIII mata pelajaran IPA yang diintegrasikan KD nya dalam proyek yang  dilakukan oleh siswa adalah :
  • Bab 1      : Gerak pada manusia mulai dari alat gerak sampai upaya menjaga kesehatan alat gerak.
  • Bab 3      : Struktur dan Fungsi Tumbuhan
  • Bab 4      : Sistem Pencernaan dan Nutrisi
  • Bab 5      : Konsep Zat Aditif
  • dengan pertanyaan : bagaimana hubungan upaya menjaga kesehatan alat gerak pada manusia dengan manfaat tumbuhan pada makhluk hidup?
2. Mendesain perencanaan proyek yaitu pemberian kesempatan pada siswa untuk mengidentifikasi  masalah dan merumuskan dalam bentuk rencana kerja berproyek. Proyek yang disepakati yaitu menanam tanaman disekitar pekarangan rumah.

3.    Menyusun jadwal dengan menentukan waktu kerja proyek.

4. Memonitor siswa , pemantauan proses berjalannya proyek. Pada tahapan ini siswa memberikan  pelaporan atas tanaman yang ditanam, berupa ukuran pertumbuhan tanaman baik berupa foto maupun vlog.

5. Menguji hasil , yaitu pembuktian tanaman akan tumbuh dengan baik jika faktor -faktor yang  mempengaruhi pertumbuhan diperhatikan misalnya unsur cahaya, dan pemberian nutrisi.

6. Menarik kesimpulan (generazation) yaitu proses penarikan kesimpulan dari hal yang dilakukan,  dimana siswa mempresentasikan proyek menanam tanaman dan memberikan penjelasan atas  manfaat tanaman, cara merawat dan pertumbuhan ukuran dari tanaman tersebut.

Dalam menarik kesimpulan siswa diminta membuat Vlog, dengan begitu pemahaman materi yang berhubungan dengan konsep-konsep esensial akan terbentuk otomatis selama proses menanam dan pelaporan serta pendampingan proses belajar, ditambah keseruan dan antusiasme anak dalam membuat laporan berupa Vlog singkat disetiap proses dan aktifitas  yang dilakukannya selama menanam.

Disinilah sebenarnya yang membuat siswa merasa tertantang yaitu merawat tanaman dan melaporkannya dalam bentuk vlog yang hasilnya melebihi ekspektasi.

Media Film/Vlog mendobrak pendidikan konvensional yang mengposisikan peserta didik sebagai objek dalam proses pembelajarannya atau hanya sebagai penerima informasi  pesan menjadi penyampai pesan (komunikator) sehingga terjadi komunikasi dua arah ( two ways communication) bahkan banyak arah (multiways traffic communiation) dan yang pasti pesannya tersebut tidak hilang sesaat namun bisa bertahan lama. Target  perubahan perilaku dan sikap serta hasil belajar yang meningkat inilah yang menjadi target PjBL menanam tanaman di pekarangan rumah.

Proses pembelajaran yang  dilakukan melalui pendekatan PjBL dengan terintegrasi berbagai KD  ini dilakukan secara daring dan luring sehingga pelaksanaan proyek menanan tanaman dapat berhasil meningkatkan kemandirian dan kreatifitas peserta didik, disamping meningkatkan penguasaan konsep pada KD yang dipelajari.

Untuk menjangkau seluruh siswa proses pembelajaran luring melalui Saluran TV lokal SMTV, sebagai salah satu strategi pembelajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang di kondisi Pandemi Covid-19 dimana penulis mewakili guru IPA untuk mengajar di Televisi tersebut dengan pokok bahasan yang disampaikan adalah " Pembelajaran IPA melalui Proyek Menanam"

Sedangkan proses pembelajaran Daring menggunakan Goggle Classroom, Rumah Belajar, Whats app, Zoom meeting, sebagai media pembelajaran dan pendampingan proyek menanam. 

Pembelajaran secara Luring dan Daring ini menjadi strategi yang saling melengkapi, mengambil istilah dari Kadisdik Kabupaten Sumedang H. Agus Wahidin, M.Si sebagai "7 Strategi Pembelajaran Komplementer" dalam memfasilitasi siswa belajar dari rumah, sehingga pembelajaran menjadi bermakna.

Perubahan yang terukur setelah siswa mengikuti proyek ini adalah :

  1. Keterlibatan siswa meningkat, karena sesuai dengan karakter siswa, menantang, menyenangkan dan memberikan kepuasan terhadap karyanya.
  2. Siswa belajar mengkoordinasikan konsep yang sulit karena ia bertindak sebagai aktor sekaligus produser.
  3. Semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dalam konsep materi ajar maupun dalam mengasah keterampilan digital.
  4. Karena proyek yang dilakukan adalah mandiri dirumah, maka memaksa siswa untuk menyelesaikan segala sesuatunya sendiri, mulai dari perencanaan proses dan penyelesaian. Akibatnya siswa menjadi mandiri dalam mencari sumber, serta kebutuhanya dalam menyelesaikan proyek tersebut, mulai dari mencari bibit, alat dan bahan, literasi menanam dan membuat vlog, literasi penggunaan video dalam membuat film, pendalaman teknis dan cara editing. Peserta didik diberikan kebebasan dalam merancang , menjadwal dan menentukan kecapatannya dalam proyek dan belajarnya, sehingga siswa menjadi percaya diri dan mandiri serta bertanggungjawab dalam melaksanakan pembelajaran.

Sebagai wujud apresiasi terhadap proses belajar siswa tersebut, pembelajaran IPA melalui proyek menanam ini di presentasikan di Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan PPPPTK IPA pada hari Senin tanggal 24 Agustus 2020 dengan judul " Belajar dari Rumah (BDR) dalam Masa Pandemi Covid-19 Berbasis Project Base Learning" dan di Seminar Internasional melalui ICLIm / ICLS 11 yang diselenggarakan pada tanggal 1-3 September 2020 di FKIP-Universitas Lambung Mangkurat dengan judul " LFH during the Covid-19 Pandemic Based on PjBL integrated basic IPA competencies to foster creativity and indepence of student in Class VIII D SMPN 4 Sumedang".

Semoga kita semua menjadi suluh dan Guru Penggerak (https://www.gurupenggerakindonesia.com/) bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Sebagai pelengkap saya sertakan : power point dalam presentasi Seminar.

Profil Penulis

Ai Deti Heryanti,M.Pd

Dilahirkan di kota Dodol (Garut) 22 November 1976, menempuh pendidikan S1 dan S2 di kota Kembang jurusan Pendidikan Fisika  IKIP Bandung. Sejak tahun 2000 bertugas di Kota Tahu sebagai guru IPA di SMPN 4 Sumedang Jl. Pangeran Suriaatmadja no 12 Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat.
" Belajar sepanjang hayat, tabur kebaikan dan hidup penuh keberkahan"




Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

52 komentar untuk "Menghalau Kejenuhan Dimasa Pandemi"

  1. terima kasih sdh ikut memeriahkan lomba blog sumpah pemuda dan bulan bahasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. kembali kasih, atas kesempatannya dan bergabungnya di guru blogger Indonesia

      Hapus
  2. Keren ibu πŸ™
    Trimakasih atas inspirasi inivasi pembelajaran yang telah dipaparkan sangat menambah wawasan khususnya bagi saya πŸ™

    BalasHapus
  3. Kereeen bu ai deti. Jd lebih semangaat lg dlm kegiatan belajar mengajar....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat buat kemajuan pendidikan, sukses selaluπŸ‘

      Hapus

  4. Bu Ai Deti.. hebat,Keren πŸ‘
    Terimakasih inspirasi inovasi pembelajaran yang telah dipaparkan sangat membantu dan menambah wawasan πŸ™

    BalasHapus
  5. Makasih tambahan ilmunya ceu, sukses selalu, d tggu ilmu yg lainnya

    BalasHapus
  6. Nuhun tambahan ilmunya ceu, sukses selalu dan tetap semanat memberi insfirasi buat kami

    BalasHapus
  7. Hebat Bu Ai,,keren hatur nuhun

    BalasHapus
  8. Hebat Bu Ai Deti...
    Semangat dan sukses selalu...

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Nia Kurniawati6 November 2020 17.27

    Sukses selalu Bu ADH. Semoga ilmunya menjadi berkah dan bermanfaat untuk semua... Aamiin ..

    BalasHapus
  11. Hebat! Sukses slalu buat bu ADH

    BalasHapus
  12. Hebat! Sukses slalu buat bu ADH

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamin, banyak ilmu juga dari ibu yang saya serap, terimakasih

      Hapus
  13. Hatur nuhun atas ilmu yg bermanfaat, semangat

    BalasHapus
  14. Terimakasih dukungan dan suportnya serta silaturahminya, salam hormat saya

    BalasHapus
  15. Keren bu, terima kasih telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman...

    BalasHapus
  16. Luar biasa, trmksh ilmunya bu ADH, barakallah πŸ™

    BalasHapus
  17. Alhamdulillah, terimakasih ilmu yang ibu tuliskan sangat bermanfaat. 🀲🀲😊

    BalasHapus
  18. Simple dan memberikan pencerahan, memang diawal Pandemi COVID-19 sangat menghentak dunia pendidikan. Pada masa ini TIK menjadi idola semua guru, pdahal sebelumnya mungkin banyak guru yg kurang ngeh dg TIK. Melalui blog ini, Bu Ani Deti memberikan pencerahan. Selamat Bu Ani, luar biasa....menginspirasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama, terimakasih silaturahminya @belajaronline

      Hapus
  19. Luar biasa bu ...πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  20. Terimakasih ilmunya bu..memberikan inspirasi khususnya buat saya..πŸ‘

    BalasHapus
  21. Hatur nuhun, walau di tengah kesibukan bu Ai Deti selalu menyempatkan berbagi ilmu dan inspirasi. Semoga blog nya menang ya bu...
    @Omjay saya vote blog ini☝️

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, terimakasih dukungannya bu Nuniek , semoga keberkahan silaturahminya tercurah untuk semuanya

      Hapus
  22. Lina Yuliawati6 November 2020 20.21

    Sangat menginspirasi dan bermanfaat sekali tulisan ilmunya bu Ai.. Barakallah.. Terimakasih.. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih silaturahminya, semoga keberkahan untuk ibu juga

      Hapus
  23. Hatur nuhun sharing ilmunya bu Ai, Jazakallah khairan katsiran

    BalasHapus
    Balasan
    1. haturnuhun silaturahmina bu hanny, wajazaalaika

      Hapus
  24. Bagus bu, tulisan ibu sangat bagus sangat menginspirasi, tersirat dan tersurat semangat melayani peserta didik...
    Ditunggu karya berikutnya...terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. TERIMAKASIH, support nya insyaAlloh semoga bisa terus memaksimalkan diri

      Hapus
  25. Balasan
    1. salam untuk keluarga besar SMPN 1 Rancakalong, sehat selalu

      Hapus
  26. Keren.. Sangat menginspiratif.. Sukses dan jangan berhenti untuk terus berkarya..

    BalasHapus

Jangan lupa tinggalkan komentar sebagai alat silaturahmi dan jika bermanfaat bisa saudara share, komentar yang memasukan link judi dan hal lainnya yang tidak sesuai norma, akan langsung saya hapus. Terimakasih, Sukses Selalu

Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang berasal dari sumber media lainnya, HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.