Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahan Kimia Rumah tangga

 


Zat Kimia dalam kehidupan sehari-hari yang akan  di urai dibawah ini adalah Bahan Kimia Rumah tangga setelah sebelumnya dibahas tentang zat aditif dalam makanan dan minuman .

Seluruh penyusun mahluk hidup adalah  zat kimia, demikian pula seluruh aktifitas dan kebutuhan manusia tidak bisa lepas dari bahan dan zat kimia.

Berdasarkan asalnya bahan kimia terdiri dari :

  • Bahan Kimia Alami, Merupakan bahan kimia yang ada dan mudah ditemukan di alam. Sebagai contoh yakni air, kayu, kunyit, kelapa, dsb. Umumnya bahan kimia alami tidak terlalu berbahaya. Namun keberadaannya tidaklah banyak.
  • Bahan Kimia Buatan,   bahan kimia hasil olahan atau tiruan dari bahan kimia alami, umunya dalam dunia industry dan diproduksi secara masal. misalnya deterjent, sabun, plastik, dsb. Namun karena buatan memiliki efek yang  berbahaya dan bisa merusak bagi kehidupan manusia dan lingkungan contohnya mudah terbakar, bersifat korosif, polutan, asam, terlalu basa.

Bahan Kimia Rumah tangga  terdiri dari :

  1. Pembersih
  2. Pemutih
  3. Pewangi
  4. Pembasmi Serangga

PEMBERSIH

Berfungsi untuk membersihkan berbagai peralatan rumah tangga dari kotoran, pembersih yang ada contohnya adalah : sabun dan deterjen.

Sabun adalah garam natrium, dari asam lemak dengan rantai karbon 12 hingga 18 atom. Yang sering dipakai adalah asam palmiat yang dihasilkan dari hidrolisis lemak oleh basa. Baik sabun maupun deterjen adalah surfaktan yaitu zat penurun tegangan permukaan, tujuannya agar kotoran berupa lemak dan minyak menjadi mudah  bercampur dengan air (subandi,2005).

Sabun dan deterjen memiliki dua ion yang sifatnya menyukai air (hidrofilik) dan  mampu larut dalam air. Ion satunya lagi tidak menyukai air (hidrofob) , ion ini yang larut dalam lemak/minyak. (puspita,2009)

Efek Samping penggunaan sabun dan deterjen adalah :

  • Sabun dan deterjen apabila berlebihan dalam pemakaian dan tidak selektif. sabun sulit diuraikan 
  • Sabun/deterjen yang diserap tanah dan bercampur dengan air tanah kemudian dikonsumsi oleh manusia, zat sabun dan deterjen yang terperangkap dalam tubuh secara kumulatif menyebabkan penyakit degenerative, seperti tumor dan kanker.

Solusi dan pencegahan dari permasalahan tersebut adalah :

  • Pembuatan sabun yang mudah di uraikan (biodegradabke) dan ramah lingkungan seperti  Sodium Dodesil Sulfat (SDS)
  • Meminimalkan penggunaan sabun dan deterjen (tidak boros sabun/deterjen)
  • Gunakan sabun/deterjen yang konsentrasinya encer dan kadar ABS yang rendah
  • Hindari penggunaan produk yang mengandung fosfat karena penggunaannya dapat meningkatkan pertumbuhan gulma diperairan yang dapat merusak lingkungan perairan.
  • Jauhkan dari anak kecil.


PEMUTIH

Yang kita kenal adalah pemutih pakaian atau pemutih wajah, pada pemutih pakaian berfungsi untuk menghilangkan noda yang membandel pada pakaian. Pemutih mengandung Kalsium hipoklorit Ca(ClO2) yang biasanya dikenal kaporit, dan larutan pemutih mengandung 5,25% Natrium hipoklorit (NaClO). Natrium Perboat (NaBO3) dan Hidrogen peroksida (H2O2) . Bahan pemutih akan mengoksidasi kotoran sehingga kotoran tersebut akan larut dalam air . pemakaian yang berlebih bisa merusak kain itu sendiri.

Efek samping penggunaan Pemutih :

  • Bahan pemutih pakaian umumnya mengandung senyawa klorin yang dapat merusak serat kain dan warna pakaian. 
  • Senyawa klorin juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit. 
  • Bahan pemutih kulit yang mengandung merkuri atau raksa yang berlebihan dapat merusak sistem saraf

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk meminimalisir efek samping :

  • Hindari penggunaan jenis pemutih yang mengandung merkuri.
  • Hanya menggunakan produk pemutih jika kotoran atau noda sulit dihilangkan oleh sabun atau detergen.

PEWANGI

Kita tentunya pernah dan bahkan sering menggunakan pewangi , fungsi dari pewangi adalah untuk mengharumkan ruangan,pakaian atau tubuh. Bahan pewangi bukan hanya parfum tapi juga banyak macamnya seperti pengharum ruangan, cairan pencuci piring, pembersih lantai, pelembut pakaian pengharum mobil, dan pengharum toilet dan lain-lainnya.

Senyawa yang digunakan sebagai bahan pewangi biasanya diperoleh dari alam, misalnya tanaman melati atau mawar. Namun, para ahli juga berupaya mendapatkan senyawa buatan (sintesis) yang memiliki aroma mirip dengan senyawa dari bahan alami. 

Senyawa dari bahan buatan lebih disukai karena lebih murah dibandingkan bahan alami. (Lutfi, 2007) , dalam pembuatan deoderan dan parfum diperlukan pula bahan campuran lainnya seperti alkohol sebagai propelan dan pelarut.

Efek samping penggunaan Pewangi :

  • Pada kesehatan manusia antara lain mengiritasi mata, hidung, tenggorok, kulit, mengakibatkan mual, pusing, perdarahan, hilang ingatan, kanker, dan tumor, kerusakan hati, menyebabkan iritasi ringan hingga menengah pada paru-paru, termasuk gejala seperti asma. 
  • Bahan pewangi yang mengandung chlorofluorocarbon (CFC) dapat menyebabkan lapisan ozon di atmosfer berlubang. 

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari efek samping dari produk pewangi antara lain:

  • Menggunakan bahan pewangi seperlunya, dan
  • Tidak menggunakan pewangi yang mengandung CFC.


PEMBASMI SERANGGA (INSEKTISIDA)

Pestisida biasanya sangat erat dengan para petani, namun di dalam rumah tanggapun kita sering menggunakannya untuk mengusir/membunuh nyamuk dan serangga lainnya.

Berdasarkan fungsi dan sasaran penggunaannya insektisida terbagi :

  1. Insektisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga, seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Beberapa jenis insektisida juga dipakai untuk memberantas sejumlah serangga pengganggu yang ada di rumah, perkantoran, atau gudang, seperti nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut. Contoh insektisida adalah basudin, basminon, tiodan, diklorovinil dimetil fosfat, dan diazinon. merupakan contoh produk insektisida untuk memberantas nyamuk.
  2. Fungisida, yaitu pestisida yang dipakai untuk memberantas dan menceg. Penggunaan jamur atau cendawan. Bercak yang ada pada daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun disebabkan oleh serangan jamur. Beberapa contoh fungisida adalah tembaga oksiklorida, tembaga(I) oksida, karbendazim, organomerkuri, dan natrium dikromat.
  3. Bakterisida, yaitu pestisida untuk memberantas bakteri atau virus. Pada umumnya, tanaman yang sudah terserang bakteri sukar untuk disembuhkan. Oleh karena itu, bakterisida biasanya diberikan kepada tanaman yang masih sehat. Salah satu contoh dari bakterisida adalah tetramycin, sebagai pembunuh virus CVPD yang menyerang tanaman jeruk.

  4. Rodentisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus. Rodentisida dipakai dengan cara mencampurkannya dengan makanan kesukaan tikus. Dalam meletakkan umpan tersebut harus hati-hati, jangan sampai termakan oleh binatang lain. Contoh dari pestisida jenis ini adalah warangan.

Efek samping penggunaan produk pembasmi serangga :

  • Produk pembasmi serangga beraerosol dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon stratosfer.
  • Penipisan ozon akan meningkatkan jumlah penderita penyakit kanker kulit secara signifikan, termasuk melanoma ganas, dan pengidap katarak. 
  • Dapat merusakkan produk pertanian. Anti nyamuk termasuk kelompok pestisida (pembasmi hama), sehingga obat antinyamuk juga mengandung racun



Nara Sumber :Drs. Asep Suryatna,M.Si

Disampaikan pada kegitaan Pendalaman Kimia P2M UPI Bandung dengan Guru IPA SMP Kab. Sumedang



PPT dan Sumber lainnya unduh DISINI  untuk latihan soal silahkan cek DISINI


Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Posting Komentar untuk "Bahan Kimia Rumah tangga"

Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang berasal dari sumber media lainnya, HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.