Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Laporan Evaluasi Pelaksanaan BDR SMP SeKabupaten Sumedang

Laporan Evaluasi pelaksanaan BDR SMP se Kabupaten Sumedang

Drs. H.Edi Suwardi,M.Pd
 Dilaksanakan secara virtual melalui Zoom meeting 
 Hari Rabu /18 November 2020 pukul 08.00  s.d 12.30 WIB
 Peserta : Wakasek Kurikulum sekabupaten Sumedang
 Berdasarkan surat undangan no 421/5665/Disdik/2020   tertanggal  11 November 2020 yang ditandatangani langsung         oleh Kepala dinas Pendidikan Kab.Sumedang tentang Evaluasi     Pelaksanaan BDR SMP se Kabupaten Sumedang.
Seluruh sekolah SMP di Kabupaten Sumedang wajib melaporkan  kegiatan BDR yang selama ini dilaksanankan secara Daring maupun Luring.

Dengan Susunan acara sebagai berikut :
  • Pembukaan oleh Kasi Kurikulum
  • Laporan Pelaksanaan BDR yang diwakili oleh tiap Wilayah
  • Pelaksanaan Strategi Kompelmenter 7 teknik pembelajaran
  • Penilaian
  • Kendala dan Solusi
  • Nara Sumber :Pakar Pendidikan UPI Bandung sekaligus Presiden Asosiasi Lesson Studi Indonesia (ALSI)
  • Penutup/Doa

Pembukaan 

Drs. Edi Suwardi,M,Si /Kasi Kurikulum 

Setiap sekolah wajib membuat laporan pelaksanaan selama Belajar dari rumah (BDR),sebagai wujud pertanggungjawaban tertulis  guru ke sekolah dan sekolah  ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. 

Dimana selama ini guru dan peserta didik melaksanakan pembelajaran secara Daring dan Luring, dengan Belajar dari Rumah, sebagaimana diatur dalam :
  1. Surat Edaran Mendikbud no 36962 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.
  2. Surat edaran Menpan RB no 34 tahun 2020 tentang penyesuaian system kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran COVID 19 dilingkungan instansi pemerintah. 
Tujuan evaluasi ini adalah untuk mengetahui :
  1. Sejauhmana efektifitas BDR yang dilaksanakan tiap guru/Sekolah
  2. Bagaimana capaian  Strategi Komplementer 7 teknik pembelajaran yang dibuat pada Rencana Tindak Lanjut  pada awal tahun ajaran baru yang  dilaksanakan pada 1 Juli 2020 ; kemudian 
  3. Apa Kendala dan Bagaimana pemecahan masalah/solusi yang dilakukan oleh guru dan sekolah selama pelaksanaan BDR
Laporan Pelaksanaan BDR tiap Wilayah :
  • Wilayah 1 diwakili oleh SMPN 1 Tanjungsari yang dipaparkan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum.
  • Wilayah 3 diwakili oleh SMPN 1 Cimalaka yang dipaparkan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum.
  • Wilayah 4 diwakili oleh SMPN 1 Wado yang dipaparkan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum .

Dari ke-3 wilayah yang secara langsung melaporkan dapat disimpulkan bahwa :
  1. Pelaksanaan BDR menggunakan Daring dan Luring dengan persentase rata-rata sekolah 90 : 10
  2. Semua sekolah melaksanakan Strategi Komplementer 7 Teknik Pembelajaran sebagaimana yang di intruksikan oleh kepala dinas Pendidikan kabupaten  Sumedang tentang strategi komplementer dengan berbagai variasai rencana dan pencapaian yang disesuaikan dengan Potensi, sumberdaya , kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sekolah sehingga dari laporan terlihat ada yang belum tercapai targetnya ada juga yang melebihi target dari RTL yang telah dibuat.
Tabel rata-rata pencapaian Strategi komplementer 7 teknik pembelajaran yang dilakukan sekolah:
 

Dari 7 strategi tersebut , penggunaan Media social mendominasi, walau ada sekolah yang karena kondisi geografis pegunungan terkendali sinyal  namun secara umum digunakan oleh seluruh sekolah Dengan alasan :
- Mudah (baik siswa maupun guru bisa menggunakan)
- Murah /hanya membutuhkan  kuota yang kecil
- 90% siswa menggunakan

Pembelajaran Virtual 

Aplikasi yang banyak digunakan oleh guru di SMP kabupaten Sumedang  sangat beragam diantaranya adalah :
- Cisco webex
- Zoom meeting
- Google meet
- Teams
- Rumah Belajar

Pembelajaran Tematik berbasis Proyek

Ragam kreatifitas pembelajaran proyek diantaranya :
  • Pembuatan masker dari bahan yang ada disekitar lingkungan peserta didik/bahan yang tersedia di dalam rumah
  • Pembuatan Handsanitiser dari bahan alami
  • Kaulinan tradisional (engrang,)
  • Makanan Tradisional/makanan local dan sumber daya local
  • Daur ulang sampah menjadi berbagai peralatan 
  • Pembuatan tempat sampah dari bambu
  • Menanam Tanaman sayuran , kangkung dan lainnya
  • Pembuatan Tempe
  • Pembuatan Kue /panganan dan makanan lainnya
Pembelajaran melalui modul /buku pendamping

  • Modul yang dibuat guru dengan bentuk soft copy (ppt,pdf word dll), sehingga mudah didistribusikan ke siswa melalui Wa/email /drive
  • Lembar Kerja Siswa, 
Home Visit
  • Tidak semua siswa memiliki fasilitas untuk belajar daring
  • motivasi  belajar siswa yang rendah
  • Kemandirian belajar yang rendah
  • Ada orang tua yang tidak mendampingi anaknya belajar BDR, dengan berbagai alasan
  1. anak tidak memiliki keluarga lengkap
  2. kesibukan orang tua dalam mencari nafkah
  3. berpisahnya orang tua dan anak
  4. orang tua merasa tidak mampu mendampingi belajar anak
  5. orang tua yang acuh terhadap anaknya, dll
Sehingga terdapat siswa yang perlu dimotivasi dan didorong untuk terlibat dalam belajar serta di bantu menyelesaikan permasalahannya, dilakukan pendampingan oleh BK, wali kelas dan kesiswaan, Sehingga dibuat progam home visit dan pelaksanaan nya yang disesuaikan dengan situasi Pandemi covid 19 dilokasi.

bentuk home visit yang dilakukan SMP di Kab Sumedang:

  1. home visit individual ; Home visit secara individual yaitu tipe home visit dimana guru berkunjung ke rumah peserta didik satu-persatu.    Tipe home visit ini lebih cenderung sebagai sarana konseling  bagi peserta didik dan parenting bagi orang tua peserta didik.
  2. Home visit berkelompok; kunjungan kepada peserta didik, dimana mereka telah membentuk kelompok terlebih dahulu dengan teman-teman yang rumahnya saling berdekatan, untuk berkumpul dan belajar bersama dalam suatu waktu yang telah disepakati. Jumlah peserta didik dalam satu kelompok bervariasi antara 5 sampai dengan 7 orang. Inisiatif home visit berkelompok bisa datang dari guru, dan bisa juga datang dari peserta didik.

Televisi/Radio dan media lainya

  • Sekolah bekerja sama dengan SMTV, seperti yang dilaksanakan oleh SMPN 1 Cimalaka melakukan pembelajarn melalui TV
  • Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Bekerjasama dengan TV local SMTV dalam pembelajaran melalui TV sehingga bisa menyasar siswa lebih luas
  • Pembelajaran melalui TV nasional TVRI
Namun tidak semua wilayah kabupaten Sumedang bisa tercover, sehingga masih ada wilayah/siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran melalui TV lokal

Group Media Sosial

1. WA Group

Group media social yang umum digunakan adalah What apps, dengan kategori  WA Group :
  1. WAG Wali kelas
  2. WAG Mata Pelajaran
  3. WAG orang tua siswa
  4. Dll
Porsentase penggunaan WA ditiap sekolah rata-rata 90 % disbanding Medsos lainnya

2. INSTAGRAM /GAME DLL

Porsentasenya kurang dari 10 %  , bentuk bisa berupa video pembelajaran juga penugasan

Penugasan berkala dan Terukur
  • Penugasan umumnya dilakukan guru dilakukan setelah melakukan pembelajaran daring, dengan tugas yang terukur dan tidak terlalu membebani/ringan.
  • Penilaian yang dilakukan oleh sekolah diantaranya :
  1. Penilaian online menggunakan form (google /Microsoft form)
  2. Penilaian Luring (soal dan atau  tugas/proyek diserahkan langsung ke guru mata pelajaran/walikelas)
  • Presentasi berupa video/vlog  yang dikirimkan ke kantung tugas sekolah/guru atau langsung di posting di Youtube/Instagram chanel siswa dan laporannya berupa link youtube/Instagram.
  • Presentasi langsung didepan penguji dari unsur guru dan orang tua  dan pengawas sekolah yang dilaksanakan di sekolah dengan pengaturan sesuai protocol kesehatan yang ketat

Kendala dan Solusi yang dilakukan oleh sekolah

KENDALA 
  1. Fasilitas 
  2. Keterbatasan HP/laptop.kuota dan koneksi internet
  3. Guru ; Kemampuan yang beragam dalam menggunakan TIK 
  4. Peserta Didik
  • Motivasi dan kemandirian dalam belajar yang rendah
  • Peserta didik Bersama dengan orang tua yang diluar kota
  • Siswa yang memiliki permasalahan keluarga

      5. Orang tua
  • tidak semua orang tua bisa mendampingi anak belajar dalam kegiatan BDR
  • kurangnya kontrol orang tua terhadap anak-anaknya dalam BDR
  • ada orang tua yang acuh terhadap belajar anak di rumah (BDR) sehingga tidak tahu apakah anak mengikuti BDR atau tidak 
-  
SOLUSI

Kendala HP/laptop : 

  • Berbagi Hp dengan anggota keluarga yang lain
  • Dibberi pinjam HP/Tablet oleh sekolah/guru
  • Pemberian bantuan kuota internet 
  • Pemberian tugas Luring yang diambil dan diserahkan seminggu sekali
Guru
  • Didorong mengikuti pelatihan daring keluar maupun daring dari guru untuk guru
  • Membuka dialog antara guru tentang pembelajaran dan penggunaan aplikasi daring
  • IHT tentang 7 strategi pembelajaran dan penggunakan aplikasi pembelajaran daring dll
Peserta Didik
  • Sosialisasi kepada siswa tentang BDR  dan jadwal pelaksanaan BDR dan jadwal pelaksanaan BDR berbasis proyek serta jadwal evaluasi BDR siswa
  • Pembimbingan dan pendampingan yang lebih inten dari wali kelas melalui Wa/Telp baik (call.chat,VC)
  • Home visit dan konseling dari BP dan Wali kelas dan kesiswaan
  • Orang tua
  • Sosialisai kepada orang tua siswa dengan protocol kesehatan yang ketat
  • Menjalin komunikasi yang intens dengan orang tua peserta didik, salah satunya membentuk grup WA orang tua, dan silaturahmi langsung berupa home visit atau diundang ke sekolah
PPT Pemaparan Wakil kepala SMPN 1 Tanjungsari /Nia Kurnia,S.Pd,M.Pd:


PPT Pemarapan wakil kepala SMPN 1 Cimalaka Dra. Dian Amilawati :



Diskusi dan tanya jawab tentang BDR Bersama Nara sumber : Sumar Hendayana,Ph.D  
(dosen Pasca UPI Bandung dan Presiden ALSI) selengkapnya  DISINI

Lanjut ke halaman  : 2  tentang Best Practise BDR Klik DISINI
Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Posting Komentar untuk "Laporan Evaluasi Pelaksanaan BDR SMP SeKabupaten Sumedang"

Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang berasal dari sumber media lainnya, HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.