Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Profil Pelajar Pancasila dalam Visi Pendidikan Indonesia

visi Pendidikan Indonesia = mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotongroyong dan berkebinekaan global

visi Pendidikan Indonesia = mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotongroyong dan berkebinekaan global

Berdasarkan visi pendidikan Indonesia berikut ini  profil Pelajar Pancasila :

  1. Beriman, bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia
  2. Berkebhinekaan global
  3. Mandiri
  4. Gotong royong
  5. Bernalar kritis
  6. Kreatif
Sebuah cita-cita Pendidikan yang harus di bangun dengan layanan Pendidikan yang berkualitas, yaitu sebuah proses Pendidikan yang mampu meningkatkan hasil belajar  berupa komptensi kognitif maupun non kognitif sehingga setiap peserta didik mampu bersaing di tingkat global sesuai dengan kondisi dan perkembangan dunia saat ini.

Berdasarkan visi pendidikan Indonesia berikut ini  profil Pelajar Pancasila : Beriman, bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia Berkebhinekaan global Mandiri Gotong royong Bernalar kritis Kreatif

Secara lengkap Profil Pelajar Pancasila :

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha esa dan berakhlak mulia ;

Indonesia adalah bangsa yang dibangun atas nilai-nilai religiusitas, sebagaimana dalam pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan bahwa  kemerdekaan bangsa ini berdiri atas berkat rahmat Alloh yang maha esa yang di perjelas didalam Pancasila sila ke 1 yaitu Ketuhanan yang maha esa. dengan karakter :
  • penguatan Iman dan takwa kepada Tuhan yang maha esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Dan keimanan ini termanifestasikan pada akhlak mulia baik pada diri sendiri, dan akhlak mulia pada sesame manusia. berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia :
    • ahklak beragama ; seorang peserta didik mampu dan memiliki pemahaman agama/kepercayaan, mengenal dan mencintai Tuhan Yang maha esa, menjalankan ajaran agama dan kepercayaannya
    • akhlak pribadi ; seorang peserta didik mampu menunjukkan 1) integritas (sebagai bentuk perhormatan terhadap diri sendiri dalam relasi dengan orang lain) 2) merawat diri secara fisik, mental dan spiritual)
    • akhlak kepada manusia: seorang peserta didik yang mengutamakan perasmaaan dengan orang lan dan menghargai perbedaan, memiliki empati pada orang lain.
    • akhlaq kepada alam ; seorang pelajar yang menunjukkan dengan menjaga alam lingkungan, memahami keterhubungan ekosistem bumi
    • akhlak bernegara ; pelajar sebagai bagian warga negara dengan melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara
  • Akhlak mulia hubungannya dengan Tuhan  (akhlak beragama) hal ini berarti Pelajar Indonesia harus sadar bahwa dirinya adalah  mahluk  yang mendapatkan amanah dari Tuhan di muka bumi untuk untuk membawa rahmat (saling mengasihi) dengan menjaga diri sendiri, sesame manusia, dan alam sekitarnya dengan cara menjalakan perintah-Nya dan menjauhi larangann-Nya.
  • Akhlak pribadi menunjukkan pelajar Indonesia harus mampu berprilaku untuk menjaga diri sendiri dan melaraskannya dengan tindakan menjada dan merawat sesame. Dan akhlak kepada sesame berarti pelajar Indonesia harus menyadari bahwa manusia berkedudukan sama dihadapan Tuhan, sehingga harus mampu menghargai segala bentuk perbedaan.
visi Pendidikan Indonesia = mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotongroyong dan berkebinekaan global


2. Berkebhinekaan global ; bahwa pelajar Indonesia adalah :

Pelajar yang tidak tercabut dari akar budayanya, mampu menunjukkan dirinya sebagai representasi budaya luhur bangsanya, serta terbuka terhadap keberagaman budaya daerah, nasional serta global di implementasikan dalam kemampuan berinteraksi dan bergaul secara positif antar sesama, memiliki kemamuan komunikasi interkultural, serta mampu memaknai pengalamannya dilingkungan majemuk sebagai kesempatan pengembangan dirinya.
  • pelajar yang mampu memahami dan menghargai kebhinekaan budaya ( baik kebhinekaan budaya daerah, nasional maupun global) 
    • mendalami budaya dan identitas budaya
    • mengekplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan serta praktiknya
    • menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya
  • mampu berinteraksi secara positif antar sesama dan memiliki kemampuan komunikasi interkultural, 
    • berkomunikasi antar budaya
    • mempertimbangkan dan menumbuhkan berbagai perspektif
  • secara reflektif dan penuh tanggung jawab menjadikan pengalaman kebinekaan sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkesinambungan. 
    • melakukan refleksi terhadap pengalaman kebhinekaan
    • menghilangkan stereotif dan prasangka
    • menyelaraskan perbedaan budaya
  • berkeadilan sosial pelajar yang berkebinekaan global dibangun melalui penguatan pengetahuan dan kemampuan personal, interpersonal, dan sosial
    • turut serta aktif membangun masyarakat yang adil, inklusif dan berkelanjutan
    • berpartisifasi dalam proses pengambilan keputusan bersama
    • memahami peranindividu dalam demokrasi

3. Mandiri ; Pelajar Indonesia yang mandiri yaitu 

  • pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Dengan kata lain, pelajar mandiri harus memiliki beberapa elemen kunci, antara lain adalah kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi. berarti pelajar yang mampu :
    • mengenali kualitas dan minat diriserta tantangan yang dihadapi
    • mengembangkan refleksi diri
  • kemampuan melakukan regulasi diri (self regulation), yakni mengatur pikiran, perasaan, dan perilaku dirinya untuk mencapai tujuan belajar. berarti pelajar yang mampu
    • regulasi emosi
    • menetapkan tujuan dan rencana strategis dalam pengembangan idri dan prestasi
    • memiliki inisiatif bekerja secara mandiri
    • mengembangkan kendali dan disiplin diri
    • percaya diri, resilien, dan adaptif

4. Gotong Royong, Pelajar Indonesia yang memiliki kemampuan gotong royong  dengan ciri :

Mampu melakukan kegiatan bersama-sama, berkolaborasi dengan orang lain untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan orang-orang disekitarnya. 

Peduli terhadap lingkungannya dan berkomitmen untuk bisa berkontribusi meringankan masalah yang dihadapi oleh orang-orang di sekitarnya. diantaranya adalah :
  • Kolaborasi, pelajar yang mampu dalam :
    • bekerjasama
    • berkomunikasi untuk mencapai tujuan
    • menumbuhkan saling memberikan manfaat dan rasa saling ketergantungan positif) yaitu memahami peran dirinya dan juga peran orang lain berkontribusi dalam mencapai tujuan bersama.
    • koordinasi sosial (dalam mencapai tujuan berasama) 
  • kepedulian, pelajar yang mampu dalam ;
    • tanggap terhadap lingkungan
    • memahami dan menghargai lingkungan sosialnya untuk memunculkan situasi yang sejalan dengan kesejahteraan lingkungan sosialnya
  • berbagi ; mampu memberi dan menerima segala hal yang penting bagi kehidupan pribadi dan bersama

5. Bernalar Kritis;  pelajar Indonesia yang bernalar kritis adalah

Pelajar yang mampu melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang dan terbuka terhadap pembuktian baru. 
Mampu berpikir sistematik dan saintifik, menarik kesimpulan dari fakta yang ada, dan memecahkan masalah.  

Mampu memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, melakukan refleksi pemikiran dan proses berpikir, serta mengambil keputusan ( ektended communication).

Elemen dalam bernalar kritis diantaranya :

  • Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
  • mengajukan pertanyaan (dalam pengumpulan data yang akura)
  • mengidentifikasi, mengklarifikasi dan mengolah informasi dan gagasan.
  • menganalisa dan mengevaluasi penalaran
  • merefleksi dan mengevaluasi penalaran
6. Keatif, pelajar Indonesia yang kreatif ialah :
Pelajar yang memiliki kemampuan dalam memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak baik bagi dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Baik berupa gagasan, tindakan, maupun karya nyata.  Dengan elemen kunci pelajar kreatif yaitu :
  1. mampu menghasilkan gagasan yang orisinal 
  2. mampu menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal 
  3. memiliki kelenturan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan

Berikut Profil pelajar Pancasila dari Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kemdikbudristek Tahun 2021

Untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan ekosistem yang mendukung proses pembelajaran yang berkualitas,  memiliki komitmen tinggi dan berintegritas di tiap level.

Silahkan dilanjutkan bagaimana implementasinya pada pembelajaran di kurikulum merdeka dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Maju terus Pendidikan Indonesia.

Reff :

  • Naskah akademik program sekolah penggerak Puslitjak Kemdikbud
  • Panduan pembelaran dan asesmen Dikdasmen Puslitbang dan perbukuan Kemendikbudristek 2021
Penelusuran terkait
  • contoh projek penguatan profil pelajar pancasila dan budaya kerja
  • langkah-langkah penyusunan projek penguatan profil pelajar pancasila
  • materi profil pelajar pancasila
  • modul projek penguatan profil pelajar pancasila sd
  • projek penguatan profil pelajar pancasila memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
  • modul profil pelajar pancasila pdf
  • prinsip kunci projek penguatan profil pelajar pancasila
  • 6 dimensi profil pelajar pancasila

ADH
ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Posting Komentar untuk "Profil Pelajar Pancasila dalam Visi Pendidikan Indonesia"

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.