Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perkembangbiakan Vegetatif Buatan

Perkembangbiakan Vegetatif Buatan | Perkembangbiakan vegetatif  buatan adalah perkembangbiakan yang diupayakan manusia dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, cepat berbuah, dan menyerupai induknya, pembiakan ini sengaja dibuat/dibantu manusia.  Sedangkan perkembangbiakan tanpa bantuan manusia namun alami dari tumbuhan itu sendiri disebut perkembangbiakan vegetatif alami.

Perkembangbiakan Vegetatif Buatan | Perkembangbiakan vegetatif  buatan adalah perkembangbiakan yang diupayakan manusia dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, cepat berbuah, dan menyerupai induknya, pembiakan ini sengaja dibuat/dibantu manusia.  Sedangkan perkembangbiakan tanpa bantuan manusia namun alami dari tumbuhan itu sendiri disebut perkembangbiakan vegetatif alami.

Perkembangbiakan vegetatif buatan diantaranya :

  1. cangkok, 
  2. stek, 
  3. okulasi, 
  4. menyambung/ enten dan 
  5. merunduk. 

Untuk proses penyambungan (grafting/enten) dan Okulasi/penempelan dikenal istilah batang bawah dan batang atas. 

Batang bawah merupakan tanaman yang berasal dari biji dengan tujuan :

  • memiliki akar yang tahan terhadap penyakit akar, 
  • memiliki akar tunggang yang kuat,karena banyak dan menghunjam kedalam tanah.
  • Tahan terhadap kekeringan  dan kondisi tanahyang kurang aerasi/air.
Batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang memiliki sifat unggul seperti berbuah banyak, besar, manis dan berkualitas 

Perkembangbiakan Vegetatif Buatan 

Ok Sobat GS dan Para siswa selengkapnya tentang Perkembangbiakan vegetatif buatan :

1. Cangkok

Mencangkok merupakan perkembangbiakan vegetatif buatan yang bertujuan untuk mendapatkan :

  • tanaman cepat berbuah 
  • mempunyai sifat-sifat yang sama dengan induknya. 
  • memberikan hasil yang lebih cepat dibandingkan dengan menanam bijinya. 
Tanaman yang dapat dicangkok merupakan tanaman yang berbatang kayu dan berkambium, seperti jambu, Rambutan, Durian, Mangga, Jambu, dan lain sebaginya. 

Selain kelebihannya tersebut tanaman hasil cangkok juga memiliki beberapa kelemahan antara lain 

  1. tanaman hasil cangkokan hanya memiliki akar serabut, sehingga mudah tumbang/ roboh dan 
  2. umur tanaman lebih pendek dibandingkan tanaman yang ditanam dari biji, 
  3. tidak tahan terhadap kekeringan.
    Mencangkok merupakan perkembangbiakan vegetatif buatan yang bertujuan untuk mendapatkan :  tanaman cepat berbuah  mempunyai sifat-sifat yang sama dengan induknya.  memberikan hasil yang lebih cepat dibandingkan dengan menanam bijinya.  Tanaman yang dapat dicangkok merupakan tanaman yang berbatang kayu dan berkambium, seperti jambu, Rambutan, Durian, Mangga, Jambu, dan lain sebaginya.  Selain kelebihannya tersebut tanaman hasil cangkok juga memiliki beberapa kelemahan antara lain   tanaman hasil cangkokan hanya memiliki akar serabut, sehingga mudah tumbang/ roboh dan  umur tanaman lebih pendek dibandingkan tanaman yang ditanam dari biji,  tidak tahan terhadap kekeringan.

Tahapan mencangkok :

  1. Siapkan media cangkok terdiri atas campuran antara tanah  dan kompos. namun sebelumnya media tadi disiram dengan air secukupnya sehinga dihasilkan kelembaban yang cukup.kemudian bisa juga  ditaburi insektisida secukupnya agar media tidak dijadikan sarang semut dan dapat membunuh hama uret.
  2. Pilihlah cabang batang yang sehat dengan lingkar diameter 2-4 cm. 
  3. Cabang dikerat kurang lebih sepanjang 5 cm dengan menggunakan pisau yang tajam, kulit cabang dikelupas dan bagian kambiumnya dibersihkan  dengan cara dikerik dan dibiarkan beberapa menit/kering.
  4. Posisi keratan pada kulit  upayakan 30 cm dari pangkal cabang. 
  5. Sayatan diolesi oleh larutan ZPT untuk memacu pertumbuhan akar.
  6. Bungkus luka sayatan pada cabang dengan media yang telah disiapkan, dan tutup dengan polibag hitam atau bisa juga dengan sabut kelapa kemudian diikat dengan tali rafia agar media stabil. 
  7. Bagian pembungkus cangkok yang dari plastik harus dilubangi agar air mudah masuk dan akar bisa keluarnya ketika cangkok telah berakar dengan baik.
  8. Jika membuat cangkok yang banyak berillah label yang berisi tanggal pencangkokan, perlakuan dan atau pembuat cangkok. 

2. Stek

Stek (cutting) adalah  upaya mendapatkan tanaman baru dengan memotong dari induknya bagian-bagian tanaman bisa batang, daun, pucuk dan akar  yang ada mata tunasnya.

Keuntungan dari tanaman yang di STEK :

  • Mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya, baik  bentuk buah, ukuran, warna dan rasanya.
  • Dapat ditanam pada tempat yang permukaan air tanahnya dangkal, karena  tidak mempunyai akar tunggang.
  • Praktis dan mudah dilakukan
  • Dapat dikerjakan dengan cepat, murah, mudah siapa saj abisa melakukannnya akarena tidak perlu teknik khsusu seperti Okulasi dan cangkok

Kerugian dan Kelemahan tanaman hasil Stek :

  • Tidak memiliki akar tunggang sehingga perakaran dangkal sehingga mudah tumbang karena angin yang besar. 
  • Jika musim kemarau panjang, tanaman mudah kehilangan air dan kekeringan karena  akar tidak menghunjam kedalam tanah dengan dalam.
    Stek (cutting) adalah  upaya mendapatkan tanaman baru dengan memotong dari induknya bagian-bagian tanaman bisa batang, daun, pucuk dan akar  yang ada mata tunasnya.  Keuntungan dari tanaman yang di STEK : Mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya, baik  bentuk buah, ukuran, warna dan rasanya. Dapat ditanam pada tempat yang permukaan air tanahnya dangkal, karena  tidak mempunyai akar tunggang. Praktis dan mudah dilakukan Dapat dikerjakan dengan cepat, murah, mudah siapa saj abisa melakukannnya akarena tidak perlu teknik khsusu seperti Okulasi dan cangkok  Kerugian dan Kelemahan tanaman hasil Stek : Tidak memiliki akar tunggang sehingga perakaran dangkal sehingga mudah tumbang karena angin yang besar.  JIka musim kemarau panjang, tanaman mudah kehilangan air dan kekeringan karena  akar tidak menghunjam kedalam tanah dengan dalam.

Perbanyakan stek bisa dilakukan dengan :

  1. Stek Batang ; Vhan stek diambil dari batang atau cabang pohon induk , contoh stek batang seperti : ketela pohon/singkong, bunga mawar, Bunga melati, Tebu, Anggur, dll
  2. Stek Akar ; yaitu perbanyakan menggunakan bagian akar. contoh tanaman dengan stek akar adalah Jambu biji, sukun, jeruk dan kesemek dilakukan dengan cara menggali lubang disekeliling pokok pohon induk, pada akar lateral yang terpotong akan tumbuh akar kearah samping sejajr dengan permukaan tanah, piihlah akar dengan diameter 1 cm kemudian potong dan jangan sampai terbalik ketika menyemai antara akar bagian bawah dan akar bagian atas
  3. Stek Daun ; stek dengan menggunakan daun tanaman atau daun yan gbertunas, mislanya cocor bebek, jeruk dan lain-lain

3. Okulasi (Budding)

Apakah bisa dari satu pohon mangga mempunyai lebih dari satu macam buah, ada mangga arumanis, gadung, golek dan sebagainya ?

atau bisa tidak dari satu pohon mempunyai daun yang berbeda-beda, misalnya jambu biasa mempunyai daun jambu kerikil yang ukurnya kecil-kecil juga berdaut jambu arigot yang daunnya berpinggiran putih. 

Atau satu pohon bunga bougenvile memiliki berbagai macam warna bunga putih, kuning, merah, pink, ungu, dan lain-lain warna yang  indah ?

Perpanduan tanaman demikian tentunya sangat menarik dan akan mempunyai harga yang sangat mahal, dan itu semua bisa terjadi dengan melakukan Okulasi.

Okulasi sering juga disebut dengan menempel, Oculatie (Belanda) atau Budding (Inggris). 

Cara memperbanyak tanaman dengan okulasi mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan stek dan cangkok.

Keuntungan perkembangbiakan vegetatif buatan Okulasi  :

  1. Diperoleh tanaman yang produktif.
  2. Pertumbuhan tanaman yang seragam. 
  3. mempersiapkan benih relatif singkat.
  4. Cepat berbuah
  5. bibit 100 % seperti induknya ynag unggul
  6. Dapat dilakukan serentak sehingga memudahkan pengendalian penyakit 

Kelemahan dari perkembangbiakan vegetatif buatan Okulasi :

  1. Umur relatif pendek
  2. mewarisi penyakit induk
  3. Terkadang suatu tanaman kurang normal karena tidak serasinya antara batang bawah dengan batang atas (entres)
  4. kemungkinan gagal atau mata entres tidak tumbuh tinggi jika tidak terlatih

Mungkin tidak dari satu pohon mangga mempunyai lebih dari satu macam buah, ada mangga arumanis, gadung, golek dan sebagainya ?  atau dari satu pohon mempunyai daun yang berbeda-beda. Misalnya jambu biasa mempunyai daun jambu kerikil yang ukurnya kecil-kecil juga berdaut jambu arigot yang daunnya berpinggiran putih.   Atau satu pohon bunga misalnya bougenvile dengan berbagai macam warna bunga putih, kuning, merah, pink, ungu, dan lain-lain warna yang  indah ?  Perpanduan tanaman demikian tentunya sangat menarik dan akan mempunyai harga yang sangat mahal, dan itu semua bisa terjadi dengan melakukan Okulasi.  Okulasi sering juga disebut dengan menempel, Oculatie (Belanda) atau Budding (Inggris). Cara memperbanyak tanaman dengan okulasi mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan stek dan cangkok.  Keuntungan perkembangbiakan vegetatif buatan Okulasi  : Diperoleh tanaman yang produktif. Pertumbuhan tanaman yang seragam.  mempersiapkan benih relatif singkat. Cepat berbuah bibit 100 % seperti induknya ynag unggul Dapat dilakukan serentak sehingga memudahkan pengendalian penyakit   Kelemahan dari perkembangbiakan vegetatif buatan Okulasi : Umur relatif pendek mewarisi penyakit induk Terkadang suatu tanaman kurang normal karena tidak serasinya antara batang bawah dengan batang atas (entres) kemungkinan gagal atau mata entres tidak tumbuh tinggi jika tidak terlatih   Teknik dan langkah Mengokulasi : Buat jendela okulasi pada batang bawah dengan lebar 1.5 cm, dan panjang 2-3 cm, dengan ketinggian ± 20 cm dari permukaan tanah. Ambil mata entres yang telah dipotong 2-3 cm, dan belah 1/3 nya, pada saat pembelahan mata entres usahakan kulit kita jangan mengenai kulit cambium, sehingga kambium terjaga dari pencemaran tangan kita yang bisa saja membawa penyakit. Tempelkan mata entres ke bidang okulasi yang telah kita buat. Kemudian dengan mengunakan plastic es, usahakan pengikatannya dimulai dari bawah ke atas (sistem genteng). dengan tujuan air tidak masuk ke mata entres yang kita tempelkan. Pengikatannya jangan ditarik terlalu kuat,yang di khawatirkan akan mematahkan mata entresnya. Setelah bibit selesai di okulasi kita dapat pindahkan ke tempat persemaian bibit/nursery. dengan tujuan kita dapat mengontrol perkembangan tanaman yang telah okulasi. Setelah dua minggu kemudian mata entres sudah dapat kita lihat,jika mata entresnya berwarna hijau segar maka okulasi yang kita lakukan dikatakan berhasil. Kemudian setelah 21 hari hingga 1 bulan kemudian jika mata entres masih berwarna hijau segar maka plastik es pengikat dapat kita buka. Dan diatas mata entres, batang bawahnya kita kerat setengahnya dan di rundukkan, dengan tujuan memperkecil pasokan makanan keatas pucuk daun batang bawah. Adapun tujuan agar tidak memotong batang bawah secara keseluruhan adalah agar batang bawah masih bias berfotosintesis. Kemudian setelah dua minggu kemudian, bagian batang bawah yang kita rundukkan dapat kita potong miring, dengan tujuan agar pada saat hujan turun atau saat kita melakukan penyiraman air tidak langsung mengenai pada mata entres yang kita tempelkan.

Teknik dan langkah Mengokulasi :

  1. Buat jendela okulasi pada batang bawah dengan lebar 1.5 cm, dan panjang 2-3 cm, dengan ketinggian ± 20 cm dari permukaan tanah.
  2. Ambil mata entres yang telah dipotong 2-3 cm, dan belah 1/3 nya, pada saat pembelahan mata entres usahakan kulit kita jangan mengenai kulit cambium, sehingga kambium terjaga dari pencemaran tangan kita yang bisa saja membawa penyakit.
  3. Tempelkan mata entres ke bidang okulasi yang telah kita buat. Kemudian dengan mengunakan plastic es, usahakan pengikatannya dimulai dari bawah ke atas (sistem genteng). dengan tujuan air tidak masuk ke mata entres yang kita tempelkan. Pengikatannya jangan ditarik terlalu kuat,yang di khawatirkan akan mematahkan mata entresnya.
  4. Setelah bibit selesai di okulasi kita dapat pindahkan ke tempat persemaian bibit/nursery. dengan tujuan kita dapat mengontrol perkembangan tanaman yang telah okulasi.
  5. Setelah dua minggu kemudian mata entres sudah dapat kita lihat,jika mata entresnya berwarna hijau segar maka okulasi yang kita lakukan dikatakan berhasil.
  6. Kemudian setelah 21 hari hingga 1 bulan kemudian jika mata entres masih berwarna hijau segar maka plastik es pengikat dapat kita buka. Dan diatas mata entres, batang bawahnya kita kerat setengahnya dan di rundukkan, dengan tujuan memperkecil pasokan makanan keatas pucuk daun batang bawah. Adapun tujuan agar tidak memotong batang bawah secara keseluruhan adalah agar batang bawah masih bias berfotosintesis.
  7. Kemudian setelah dua minggu kemudian, bagian batang bawah yang kita rundukkan dapat kita potong miring, dengan tujuan agar pada saat hujan turun atau saat kita melakukan penyiraman air tidak langsung mengenai pada mata entres yang kita tempelkan.
  8. Setelah 3-4 bulan kemudian bibit hasil okulasi telah dapat menanaminya di lahan.

4. Menyambung /Enten (Grafting)

Penyambungan atau enten (grafting) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan (satu spesies yang sama) sedemikian rupa sehingga tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya.

  • Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock.
  • Bagian tanaman yang disambungkan atau disebut batang atas (scion) dan merupakan sepotong batang yang mempunyai lebih dari satu mata tunas (entres), baik itu berupa tunas pucuk atau tunas samping.
    Penyambungan atau enten (grafting) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan (satu spesies yang sama) sedemikian rupa sehingga tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya.  Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. Bagian tanaman yang disambungkan atau disebut batang atas (scion) dan merupakan sepotong batang yang mempunyai lebih dari satu mata tunas (entres), baik itu berupa tunas pucuk atau tunas samping.

Tujuan /manfaat Sambungan :

  • dihasilkan gabungan tanaman baru yang mempunyai keunggulan dan kualitas lebih baik
  • memiliki perakaran yang kuat dan tahan hama
  • mempercepat waktu berbunga dan berbuah (tanaman berumur genjah) serta menghasilkan tanaman yang sifat berbuahnya sama dengan induknya sehingga produksi menjadi tinggi.
  • Mengatur proporsi tanaman agar memberikan hasil yang lebih baik, tindakan ini dilakukan khususnya pada tanaman yang berumah dua, misalnya tanaman melinjo.
  • Peremajaan tanpa menebang pohon tua, sehingga tidak memerlukan bibit baru dan menghemat biaya eksploitasi 

5. Merunduk

Perkembangbiakan vegetatif  buatan dengan cara merunduk, sering juga disebut dengan cangkok tanah,  karena hampir sama prinsipnya dengan mencangkok seperti membutuhkan media tanah  agar tumbuh akar pada cabang, bedanya merunduk tidak membutuhkan pembungkusan.

Merunduk dilakukan pada tanaman-tanaman yang sulit untuk distek,misalnya pada apel liar untuk batang bawah sedangkan kita ingin memperbanyak tanaman itu dengan cepat dan dalam jumlah yangbesar. 

Caranya ialah batang tanaman itu dirundukkan (dibengkokkan) mendatar ketanah dan ditimbuni tanah tipis. 

Setelah mata pada tiap-tiap ruas itu tumbuh dan tunas-tunasnya berakar, barulah batang itu dipotong untuk ditanam. 

Cara ini sangat mudah dikerjakan dan tidak banyak memerlukan tenaga, sedangkan hasilnya pun tinggi.

Tanaman yang dapat dikembangbiakan secara merunduk jenisnya sangat sedikit. Jenis tanaman yang mempunyai cabang panjang dan lentur yang umumnya dapat dirundukkan. 

Tanpa disengajapun tanaman seperti ini kadang-kadang juga dapat melakukan pembiakan vegetative sendiri atau sering juga disebut rundukan secara alamiah. Karena bagian tepi atau ujung cabang yang terkulai cenderung berakar bila bersetuhan dengan tanah (Wudianto, 2002).

Perkembangbiakan vegetatif  buatan dengan cara merunduk, sering juga disebut dengan cangkok tanah,  karena hapir sama prinsipnya dengan mencangkok karena membuatuhkan media tanah  agar tiuumbuh akar pada cabang hanya bedanya merunduk tidak membutuhkan pembungkusan.  Merunduk ini dilakukan pada tanaman-tanaman yang sulit untuk distek,misalnya pada apel liar untuk batang bawah sedangkan kita ingin perbanyak tanaman itu dengan cepat dan dalam jumlah yangbesar.   Caranya ialah batang tanaman itu dirundukkan (dibengkokkan) mendatar ketanah dan ditimbuni tanah tipis.   Setelah mata pada tiap-tiap ruas itu tumbuh dan tunas-tunasnya berakar, barulah batang itu dipotong untuk ditanam.   Cara ini adalah sangat mudah dikerjakan dan tidak banyak memerlukan tenaga, sedangkan hasilnya pun tinggi.  Tanaman yang dapat dikembangbiakan secara merunduk jenisnya sangat sedikit. Jenis tanaman yang mempunyai cabang panjang dan lentur yang umumnya dapat dirundukkan.   Tanpa disengajapun tanaman seperti ini kadang-kadang juga dapat melakukan pembiakan vegetative sendiri atau sering juga disebut rundukan secara alamiah. Karena bagian tepi atau ujung cabang yang terkulai cenderung berakar bila bersetuhan dengan tanah (Wudianto, 2002).

Merunduk dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Merunduk biasa ; cabang tanaman dirundukkan dan ditimbun dengan tanah, kecuali ujung cabangnya. Setelah membentuk akar, cabang atau batangnya dipotong, sehingga diperoleh tanaman baru. Cara ini dapat dikerjakan pada mawar, jambu air, dan arbei
  2. Merunduk majemuk ; seluruh batang dirundukkan kemudian ditimbuni tanah pada beberapa tempat atau seluruh tempat. Cara ini dapat dikerjakan pada tanaman soka dan anggur.
Dan selanjutnya tentang perkembangbiakan vegetatif alami.
Selamat mencoba

Sumber Rujukan :
  • Buku Pegangan siswa. Pembiakan tanaman. Direktorat Pembinaan SMK Kemdikbud
  • Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan, Direktorat pembinaan SMK Kemdikbud

Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Post a Comment for "Perkembangbiakan Vegetatif Buatan"

Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang berasal dari sumber media lainnya, HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.
Masukan Email Anda, agar tidak tertinggal & menerima artikel perkembangan Pendidikan terbaru :