Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Capaian Pembelajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan

Capaian Pembelajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan Kurikulum Merdeka. Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa tentang budi pekerti meliputi budi pekerti kepada sesama makhluk, kepada masyarakat, kepada lingkungan, kepada bangsa dan negara, serta anjuran serta larangan. Sejarah Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Indonesia meliputi asal usul ajaran, perkembangan Penghayat, dan peran dan sumbangsih dalam perjuangan dan pergerakan nasional serta pembangunan nasional.

Capaian Pembelajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan Kurikulum Merdeka. Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa tentang budi pekerti meliputi budi pekerti kepada sesama makhluk, kepada masyarakat, kepada lingkungan, kepada bangsa dan negara, serta anjuran serta larangan. Sejarah Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Indonesia meliputi asal usul ajaran, perkembangan Penghayat, dan peran dan sumbangsih dalam perjuangan dan pergerakan nasional serta pembangunan nasional.

Capaian Pembelajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan

    A. Rasional Mata Pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti

    Negara Indonesia memiliki dasar negara dan landasan ideologi, yaitu Pancasila. Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia. Sila pertama yang menjiwai dan meliputi sila-sila dalam Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. 

    Perwujudan sila pertama itu di antaranya adalah Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa selanjutnya ditulis Kepercayaan. Kepercayaan itu merupakan salah satu modal dasar pembangunan nasional yang meyakini nilai-nilai budaya yang lahir dan rujukan pembentukan karakter bangsa Indonesia.

    Pentingnya pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk menjawab tentang sejarah asal usul Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Bustami, 2017), makna dan tujuan utama kehidupan melalui budi pekerti (Sumiyati & Sumarwanto, 2017), dasarnya Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Hernandi, 2017), martabat spiritual, masalah larangan dan kewajiban, dan arti menjadi manusia. 

    Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa tentang budi pekerti meliputi budi pekerti kepada sesama makhluk, kepada masyarakat, kepada lingkungan, kepada bangsa dan negara, serta anjuran serta larangan. 

    Sejarah Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Indonesia meliputi asal usul ajaran, perkembangan Penghayat, dan peran dan sumbangsih dalam perjuangan dan pergerakan nasional serta pembangunan nasional. 
    Pelindungan, pelayanan, dan pembinaan negara terhadap Penghayat menjadi bagian penting materi sejarah. 

    Martabat spiritual meliputi unsur-unsur dan bentuk martabat spiritual bidang filsafat, seni, arsitektur, dan ekspresi budaya spiritual. Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa berkontribusi dalam mempromosikan rasa saling menghormati dan toleransi dalam masyarakat beragam. 

    Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa ini juga menawarkan untuk refleksi pribadi untuk membangun keindonesiaan (Basuki, 2005) dan perkembangan spiritual nusantara sehingga memperdalam pemahaman tentang pentingnya nila-nilai kearifan lokal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada situasi keberagaman global.

    B. Tujuan Mata Pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti

    Mata Pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa bertujuan untuk memastikan peserta didik:
    1. Memahami sejarah Kepercayaan terhadap Tuhan YME untuk mengetahui keteladanan tentang kejujuran (tokoh, sosok, panutan) mengenai perjuangan, pendidikan, dan kemanusiaan;
    2. Memiliki kepedulian dalam berbagai persitiwa kehidupan baik lingkungan dan masyarakat di sekitarnya pada khususnya serta kehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya, bersikap disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang diembannya serta memiliki sikap santun, pemaaf, adi luhung yang merupakan budaya asli pemahaman dari ajaran budi pekerti luhur;
    3. Memiliki sikap toleransi terhadap sesama manusia untuk bisa menerima perbedaan pada masyarakat yang beragam baik secara lokal maupun global dengan cara menyampaikan pendapat secara santun dan menghargai serta mendengarkan pendapat yang berbeda sebagai bukti penumbuhan budi pekerti luhur serta pengembangan kedewasaan diri.
    4. Meyakini adanya Tuhan dan Tuhan itu Maha Esa, meyakini kemahakuasaan Tuhan, mengenal dan mensyukuri karunia Tuhan berupa alam semesta beserta isinya yang merupakan ciptaan Tuhan.
    5. Mencintai budaya spiritual nusantara dan kearifan lokal masing- masing daerah, serta mampu menunjukkan percaya diri sebagai pengemban ajaran Kepercayaan warisan leluhur yang proaktif mempromosikan penghargaan kebhinekaan dan keragaman global.
    6. Menunjukkan perbuatan baik dan menjauhkan perbuatan buruk serta mampu menjelaskan pentingnya menunaikan kewajiban untuk senantiasa mendasarkan budi luhur dalam semua tindakan dan mencegah perbuatan buruk yang ada di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitarnya.

    C. Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti

    Mata pelajaran pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa digambarkan dalam 5 elemen pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang meliputi ;
    1. Sejarah, 
    2. Keagungan Tuhan, 
    3. Budi pekerti, 
    4. Martabat spiritual, 
    5. Larangan dan kewajiban. 

    Secara rinci elemen-elemen Mata Pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa bisa anda telusuri dibawah.

    D. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan Setiap Fase

    Selengkapnya tentang capaian pembelajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan bisa anda scrolling dibawah ini :


    Atau silahkan unduh Capaian Pembelajaran Kepercayaan terhadap Tuhan dilink berikut ini:

    Sumber rujukan : Capaian Pembelajaran ini diambil dari lampiran 1-4 Surat keputusan Kepala BSKAP kemdikbud No 008/H/KR/2022
    Semoga Bermanfaat
    Panggil saja ADH
    Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

    Posting Komentar untuk "Capaian Pembelajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan"

    Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.