Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gymnospermae, ciri, jenis dan perkembangbiakannya

Kingdom Plantae (dunia dtumbuhan) secara umum terbagi kedalam 3 divisio, yaitu 

  1. Pterydophyta (Tumbuhan Paku), 
  2. Bryophyta (tumbuhan lumut) dan 
  3. Spermatphyta (tumbuhan berbiji).

Spermatophyta  merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan filogenik tertinggi , dengan ciri utama diantaranya :

  • tubuh jelas dapat dibedakan antara akar, batang dan daun
  • Daun memiliki tulang daun yang beraneka ragam
  • akar tumbuh dari kkutub akar
  • sporofil terangkai menjadi strobilus atau Bunga.

Spermatophyta terbagi kedalam  2 sub divisio yaitu  

  1. Angiospermae ( tumbuhan biji tertutup) dan 
  2. Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka)

Sesuai namanya Spermatophyta memiliki organ khas berupa Biji (Sperma). dikenal juga dengan nama lain yaitu Anthophyta  karena memiliki organ yang disebut bunga (anthos=bunga) dan (phyton = tumbuhan), pada bunga inilah pertama kali orang mengenal adanya seksualitas (generatif) pada tumbuhan, dan dibawah ini kita bahas lebih lanjut perkembangbiakan Gymnospermae.

    Gymnospermae

    Gymnospermae (Gymnos =  terbuka dan spermae = biji)  adalah tumbuhan yang bijinya tidak tertutup kulit buah (daging buah)/ bakal bijinya terbuka. secara singkat disebut tumbuhan biji terbuka.

    Secara umum Gymnospermae merupakan tumbuhan yang memiliki ciri ;
    1. Habitus umumnya perdu atau pohon ( tidak ada herba )
    2. akar dan batang berkambium
    3. Berakar tunggang
    4. Daun kecil , menjarum, sempit, tebal dan kaku
    5. Tulang daun tidak beranekaragam
    6. tidak memiliki bunga sejati
    7. Alat perkembangbiakan berbentuk kerucut yang disebut Strobilus (runjung)
    8. alat kelamin terpisah dimana serbuk sari pada strobilus jantan dan sel telur pada strobilus betina, bisa berumah satu dimana strobillus jantan dan betina dalam satu pohon seperti Pinus atau berumah dua manakala strobilus jantan dan betina tidak dalam satu pohon seperti pakis haji dan melinjo
    9. Perkembangbiakan bisa vegetatif maupun generatif.
    Contoh tumbuhan yang termasuk Gymnospermae :
    • Melinjo ( tangkil)
    • Pinus 
    • Pakis
    • Ginkyo biloba
    • Taxus baccata
    • Damar (Agathis alba)

    Jenis-Jenis Tumbuhan Gymnospermae

    Tumbuhan Gymnospermae dibagai dalam sejumlah kelas namun sebagian telah punah, dan yang masih ada/kita temukan tumbuhannya adalah ..

    1. Kelas Cycadinae, 

    Terdiri dari satu bangsa (ordo) yaitu Cycadales dan satu suku (genus) Cycadaceae

    Ciri khas dari bangsa Cycadales adalah :
    • batang tidak bercabang
    • berdaun majemuk, tersusun sebagai tajuk di puncak pohon
    • tumbuhan berumah dua (⚦ dan ♀ terpisah pohon)
    • contoh tumbuhannya : Zamia furfuracea , Cycas revoluta , Cycas rumphii (Pakis Haji)
    Ciri khas dari bangsa Cycadales adalah : batang tidak bercabang berdaun majemuk, tersusun sebagai tajuk di puncak pohon tumbuhan berumah dua (⚦ dan ♀ terpisah pohon) contoh tumbuhannya : Zamia furfuracea , Cycas revoluta , Cycas rumphii (Pakis Haji)

    2. Kelas Ginkyoinae

    terdiri dari satu bangsa (ordo)  yaitu Ginkyoales dan satu suku (genus) Ginkyoaceae 
    Ciri dari bangsa Ginkyoales adalah :
    • tumbuhan asli dari daratan Cina
    • Tinggi pohon bisa mencapai 30 meter lebih
    • daun berbentuk kipas dan mudah gugur
    • tumbuhan berumah dua (⚦ dan ♀ terpisah pohon)
    • Contoh tumbuhannya hanya satu spesies yaitu : Ginkyo biloba
      terdiri dari satu bangsa (ordo)  yaitu Ginkyoales dan satu suku (genus) Ginkyoaceae  Ciri dari bangsa Ginkyoales adalah : tumbuhan asli dari daratan Cina Tinggi pohon bisa mencapai 30 meter lebih daun berbentuk kipas dan mudah gugur tumbuhan berumah dua (⚦ dan ♀ terpisah pohon) Contoh tumbuhannya hanya satu spesies yaitu : Ginkyo biloba

    3. Kelas Coniferae

    ciri dari Coniferae adalah :
    • tumbuhan pembawa kerucut (cone), karena strobilusnya berbentuk kerucut
    • dikenal dengan evergreen ( daun/tumbuhan yang selalu hijau sepanjang tahun)
    terdiri dari 5 bangsa  (ordo) yaitu :
    1. Taxales : Habitus berupa pohon atau semak, dengan daun tersebar, berbentuk lanset strobilus berumah dua, contoh : Taxus baccata
    2. Araucariales ; habitus berupa pohon, dengan daun tersebebar berbentuk jarum atau lebar dengan saluran resin didalamnya, tumbuhan ini bisa berumah satu bisa juga berumah dua, strobillus jantan besar terletak diketiak sedangkan strobilus betina pada ujung cabang yang pendek, terdiri dari dua genus (suku)  yaitu Araucaria dan Agathis contoh : Agathis alba atau Dammara alba dikenal dengan Pohon Damar.
      Araucariales ; habitus berupa pohon, dengan daun tersebebar berbentuk jarum atau lebar dengan saluran resin didalamnya, tumbuhan ini bisa berumah satu bisa juga berumah dua, strobillus jantan besar terletak diketiak sedangkan strobilus betina pada ujung cabang yang pendek, terdiri dari dua genus (suku)  yaitu Araucaria dan Agathis contoh : Agathis alba atau Dammara alba dikenal dengan Pohon Damar.

    3. Podocarpales ; habitus perdu atau pohon dengan daun berbentuk sisik, jarum, garis atau lanset dan kadang -kadang juga bulat telur, duduknya tersebar atau berseling dengan 1-3 saluran resin didalamnya, berumah dua, strobilus jantan letaknya terminal atau di ketiak daun, terdiri dari 7 suku tersebar di bagian selatan khatulistiwa contoh terkenalnya adalah Podocarpus imbricata , Podocarpus neriifolius
      Podocarpales ; habitus perdu atau pohon dengan daun berbentuk sisik, jarum, garis atau lanset dan kadang -kadang juga bulat telur, duduknya tersebar atau berseling dengan 1-3 saluran resin didalamnya, berumah dua, strobilus jantan letaknya terminal atau di ketiak daun, terdiri dari 7 suku tersebar di bagian selatan khatulistiwa contoh terkenalnya adalah Podocarpus imbricata , Podocarpus neriifolius

    4. Pinales ; Habitus berupa pohon, dengan daun berbentuk jarum duduknya tersebar , berumah satu bayak sekali jenisnya contoh : Pinus silvestris, Abies alba, Pinus merkusii
      Pinales ; Habitus berupa pohon, dengan daun berbentuk jarum duduknya tersebar , berumah satu bayak sekali jenisnya contoh : Pinus silvestris, Abies alba, Pinus merkusii

    5. Cupressales ; Habitus perdu atau pohon dengan daun berbentuk jarum atau sisik yang duduknya tersebar, berhadapan atau berkarang, contoh : Juniperus communis , Thuja giganea

    4. Kelas Gnetinae

    ciri utama bangsa (ordo) Gnetinae adalah :
    • Habitus berupa pohon, perlu dan liana (tumbuhan pemanjat)
    • daun berbentuk oval/lonjong duduk daun berhadapan, dengan tulang daun menyirip
    • pada xilem dan floem tidak memiliki sel pengiring
    • tidak memiliki saluran resin
    • Strobilus tidak berbentuk kerucut namun sudah bisa disebut bunga
    • Bunga berkelamin tunggal atau majemuk terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar yang mempunyai tenda bunga.
    Terdiri dari 3 ordo yaitu :
    1. Ephedrales ; terdiri dari satu genus (suku) yaitu  Epheraceae contoh : Ephedra altissima
    2. Gnetales : terdiri dari satu genus (suku) yaitu Gnetaceae contoh ; Gnetum gnemon (melinjo)
      Gnetales : terdiri dari satu genus (suku) yaitu Gnetaceae contoh ; Gnetum gnemon (melinjo)

    3. Welwitschiales ; terdiri dari satu genus(suku) yaitu Welwitchiaceae , contoh Welwitschia bainesii

    Perkembangbiakan Gymnospermae

    1. Perkembangbiakan Vegetatif pada Gymnospermae

    Tumbuhan Gymnospermae yang dapat berkembang biak secara vegetatif misalnya pada tumbuhan pakis haji dan pinus.  
    Tumbuhan pinus dapat berkembang biak dengan menggunakan tunas akar Tumbuhan pakis haji dapat berkembang biak dengan menggunakan tunas yang disebut bulbil
    Sumber : kemdikbud
    • Tumbuhan pinus dapat berkembang biak dengan menggunakan tunas akar
    • Tumbuhan pakis haji dapat berkembang biak dengan menggunakan tunas yang disebut bulbil

    2. Perkembangbiakan Generatif pada Gymnospermae

    Tumbuhan Gymnospermae tidak memiliki bunga seperti halnya tumbuhan Angiospermae. Namun, tumbuhan Gymnospermae memiliki alat perkembangbiakan generatif yang disebut strobilus atau disebut runjung. 

    Makrosporofil dan mikrosporofil ada yang terpisah ada juga terkumpul dalam badan yang disebut coniferus (strobilus)

    Pada tumbuhan pinus dan melinjo terdapat dua jenis strobilus dalam satu pohon yaitu strobilus jantan dan strobilus betina;

    Pada tumbuhan pakis haji strobilus jantan dan betina terpisah atau tidak berada dalam satu pohon
    • makrosporofil (Strobilus betina) ; tersusun dari banyak megasporofil (daun penghasil megaspora). Tiap megasporofil mengandung dua bakal biji. Tiap bakal biji mengandung megasporangium (kotak spora). Sel dalam megasporangium akan mengalami pembelahan meiosis dan menghasilkan megaspora (spora betina). Inti megaspora akan mengalami mitosis membentuk sel telur (bakal biji).
    • Mikrosporofil (Strobilus jantan) ;  dalam Strobilus jantan terdapat mikrosporangia (ruang­ruang spora). Di dalam sporangia sel­sel akan mengalami pembelahan meiosis dan menghasilkan mikrospora (spora jantan). Mikrospora akan berkembang membentuk serbuk sari. Serbuk sari pada tumbuhan pinus memiliki sayap
    Proses Penyerbukan pada Gymnospermae terjadi jika :
    1. serbuk sari menempel pada lubang bakal biji. 
    2. Serbuk sari tertangkap oleh cairan yang terdapat di lubang bakal biji. 
    3. Jika cairan menguap maka serbuk sari akan dapat masuk ke bakal biji dan terjadilah pembuahan
      Proses Penyerbukan pada Gymnospermae terjadi jika : serbuk sari menempel pada lubang bakal biji.  Serbuk sari tertangkap oleh cairan yang terdapat di lubang bakal biji.  Jika cairan menguap maka serbuk sari akan dapat masuk ke bakal biji dan terjadilah pembuahan

    Manfaat Tumbuhan Gymnospermae

    1. Sebagai tanaman hias (Pakis haji)
    2. Sumber pangan (Melinjo)
    3. Penghasil minyak cat /Terpentin/vernis/bahan baku korek api, plastik,plester,stabilisator industri tinta, kosmetik (Pinus/tusam/Damar)
    4. Bahan Baku /papan (damar/jamuju/kiputri)
    5. Bahan baku obat ( Ginkgo biloba)
    Demikian sekilas tentang Gymnospermae, ciri,jenis dan perkembangbiakannya serta manfaatnya bagi kehidupan manusia.

    Silahkan download PPT Gymnospermae


     Semoga bermanfaat

    Sumber rujukan :
    • Tjitrosoepomo,gembong.1993.Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta).Yogyakarta.Gajahmada Unversity Press
    • Zubaidah,siti dkk.2018.Ilmu Pengetahuan Alam SMP/Mts kelas IX sem 1.Jakarta.Kemdikbud
    Panggil saja ADH
    Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

    Posting Komentar untuk "Gymnospermae, ciri, jenis dan perkembangbiakannya"

    Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.