Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Literasi dan Asesmen menyongsong AKM 2021



Literasi dan Asesmen menyongsong AKM 2021 Webinar Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Webinar ini dilaksanakan pada Hari Senin /5 Oktober 2020 dari pukul 08.00 – 11.30 WIB, melalui Zoom Meeting webinar dilaksanakan secara paralel dimana tiap nara sumber menyampaikan materinya selama 30 menit dan diakhir pemaparan dilanjutkan dengan tanya jawab.

Peserta Webinar : Peserta webinar terdiri dari unsur Mahasiswa, Guru dan Dosen Baik internal Program Studi Fisika UIN Sunan Gunungdjati maupun eksternal . Walau cukup Panjang namun waktu yang ditempuh selama 3 jam 30 menit tidak terasa lama dikarenakan Nara sumber memaparkan materi-materi yang memang saat ini sangat dibutuhkan oleh para insan Pendidikan dalam mensikapi perubahan-peubahan yang terjadi di dunia Pendidikan , salah satunya adalah perubahan  pada tahun 2021, dimana pelaksanaan UJian Nasional yang di tiadakan dan diubah menjadi  Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survey Karakter 

Dipandu oleh Moderator : 


  • Diah Mulhayatiah,M.Pd 
  • Endah Kurnia Y,M.P.Fis 

Nara Sumber : 


1.    Dr. H Chaerul Rochman,M.Pd   “Literasi Manajeman Pengetahuan”

2.    Dr. Wahyuni Handayani,S.Si,M.T   “ Literasi Sains”

3.    Dr. Adam Malik,M.Pd “Asesmen Kinerja”

4.    Drs. Yudi Dirgantara,M.Pd  “ Assesmen Portofolio”

5.    Dindin Nasrudin,M.Pd “Asesmen Literasi vs Literasi Asesmen”


Review Tiap Nara Sumber :

 

Dr. H Chaerul Rohman,M.Pd


Mempresentasikan judul makalah “Literasi Manajemen Pengetahuan”

Diawali penjelasan mengenai fakta yang terjadi dalam dunia Pendidikan kita bahwa :

1.       Minimnya jejak akademik yang tidak terdokumentasikan dengan baik

2.       Bukti fisik yang hilang / tidak tersedia hal ini bisa dirasakan ketika akreditasi Lembaga   Pendidikan

3.       Lemahnya pengalaman individual dalam mensikapi perkembangan yang pesat dan kompleksitas   perubahan dunia

 

Dari kendala- tersebut diperlukan sekali yang Namanya pengelolaan Pengetahuan ( Knowledge Management) yang nantinya akan mendorong persaingan dan kerjasama ( competitiveness dan Collaborativeness) yang akan merangsang Optmalisasi sumberdaya yang dimiliki baik SDM maupun sapras IT.

 


 Dua bentuk pengetahuan secara umum  :

1.      Explisit Knowledge : pengetahuan yang tertulis, terarsip, tersebar dalam bentuk cetak maupun elektronik dan bisa sebagai bahan pembelajaran/referensi untuk orang lain.

2.       Tacit Knowledge : pengetahuan yang berbentuk Kno-how , pengalaman, skill dan pemahaman.

Explisit Knowlede adalah pengetahuan yang terdokumentasikan berupa tulisan dan Tacit Knowledge adalah pengetahuan yang tidak tertulis /belum terdokumentasikan.

Dalam dunia santri ada pepatah “ Al ilmu saidun wamaktubuhu qoiduhu” ilmu itu bagaikan kancil, lincah dan mudah lepas maka untuk mengikatnya agar ilmu itu tidak lepas dengan cara ditulis” dengan ditulis maka tulisan tersebut akan menjadi rujukan atau referensi ketika kita lupa/hilang dari ingatan kita, kita bisa membuka catatan kembali. Inilah salah satu yang harus kita sikapi bahwa mendokumentasikan pengetahuan sangat dibutuhkan, agar maksimal hasilnya sesuai yang diharapkan pendokumentasian tersebut harus di kelola dengan baik, sehingga memberikan efek yang sangat besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Inilah inti yang disampaikan oleh Dr H Chaerul Rohman,M.Pd , dari pemaparannya terasa begitu mudah diikuti karena di lengkapi dengan media presentasi yang memudahkan audiens mencernanya

Mulai dari pengertian, Pengelolaan pengetahuan, factor-faktor yang harus di tingkatkan dalam mendukung terkelolanya pengetahuan dengan baik seperti :

  • -          Pegembangan sarana dan saluran komunikasi
  • -          Dukungan komunitas pembelajaran
  • -          Membentuk forum ilmiah/kepakaran
  • -          Meningkatkan komunikasi interpersonal (internal dan eksternal)
  • -          Rantai permasalahan yang bias menghambat pengelolaan pengetahuan

-          Terakhir di paparkan solusi dalam mengelola pengetahuan baik di perguruan tinggi maupun disekolah.

Lebih lengkapnya silahkan di simak materi pemaparan belliau dibawah ini :

 


Dr. Wahyuni Handayani,S.Si, M.T


Mempresentasikan makalah tentang “ Meningkatkan Literasi Sain melalui aktifitas membaca”

Diawalai dengan pemaparan nilai PISA Pendidikan Indonesia tahun 2018, yang masih rendah

Dengan peringkat ke 70 untuk Sains dan peringkat matematik dan literasi ke 72 .

Kemudian menjelaskan apa yang di maksud dengan literasi sains,

 

Pengertian Literasi 1 : Kemampuan membaca dan menulis

Pengertian Literasi 2 : berpengetahuan, terpelajar dan berpendidikan

Proses untuk memiliki nilai literasi sains adalah sebagaimana yang di sampaikan  Fang (2006) dasarnya adalah kemampuan baca dan tulis  (literasi 1) dengan senantiasa membaca buku-buku Sains dan akhirnya akan menjadi (literasi 2 ) yang berpengetahuan dan berpendidikan melalui proses mendengar, latihan dan percobaab/trial and error.

Literasi sain dari sisi fundamental bukan hanya kemampuan mengkodekan kata dan pengetahuan sintaksis tapi juga mampu :

  • 1.       Mampu memahami dan menafsirkan informasi dalam teks
  • 2.       Mampu untuk menghubungkan berbagai konsep atau ide yang terkandung dalam teks secara         koheran
  • 3.       Mampu menekan informasi yang tidak relevan
  • 4.       Memerlukan keterampilan inferensial tingkat tinggi

Kemampuan literasi sains tersebut yang selama ini kurang dimiliki oleh siswa kita, kebanyakan siswa hanya mempelajari dan mengingat apa yang dikatakan teks sains  ( atau yang sering di lakukan kebayakan para pendidik selama ini, yang hanya mengukur siswa dengan kemampuan bisa menyebutkan kembali apa yang di baca dari teks sains) belum masuk kepada kemampuan lIteasi sains sebagaimana di paparkan diatas

Bagaimana cara menumbuhkan literasi sains , apa yang harus dilakukan  di paparkan dengan jelas oleh naras sumber.sobat guru bisa langsung cermati materi pemaparannya.

Diakhiri dengan bagaimana mengajarkan stategi membaca dalam meningkatkan kemampuan literasi Sains:

  • 1.       Anotasi
  • 2.       Triple Entri Journal
  • 3.       SERT

Anotasi

adalah kemampuan dalam menunjukkan poin-poin penting dari isi wacana .

Kemampuan tersebut bisa dilatihkan kepada siswa dengan “

  • 1.       Melingkari judul
  • 2.       Memberi garis ganda pada gagasasn utama dalam paragraph
  • 3.       Memberi garis bawah pada kalimat pendukung/penjelas gagasan utama
  • 4.       Megotaki istilah-istilah kunci /kosakata sains

Triple Entry Journal

 Adalah kemampuan menemukan 3 point utama pada wacana/teks yaitu ;

  • 1.       Menentukan gagasan utama paragraph
  • 2.       Menentukan gagasan topik
  • 3.       Membuat diagram topik

SERT ( Self Explanation Reading Training)

kemampuan menjelaskan sendiri apa yang dibacanya.

SE bisa dilatihakan dengan cara :

  • 1.     Guru/tutor/pembimbing mencontohkan membca satu paragraph
  • 2.     Kemudian monitoring pemahaman diri dengan bertanya pada diri sendiri : apa pemahaman dirinya terhadap teks yang dibaca
  • 3.     Kemudian melakkukan parafase, elaborasi dan prediksi terhadap teks sains tersebut dengan kalimat sendiri.

Hal tersebut bisa dilatihkan dengan cara  1)fase Demontrasi dimana peserta didik melihat peserta didik lainnya  misalnya melalui tayangan video kemudian  2)fase praktek dimana siswa berpasangan untuk membaca satu teks dan melakukan SE sendiri dan dilakukan secara bergantian.

Untuk meningkatkan Literasi Sain Dr. Wahyuni Handayani,S.Si, M.T menyimpulkan bahwa yang harus dilakukan adalah :

  1. 1.       Baca
  2. 2.       Mulai membaca info sains (majalah, koran, internet)
  3. 3.       Latihkan cara membaca
  4. 4.       Walau Sains identic dengan inkuiri namun awali dengan aktifitas membaca.

Lebih lengkap nya silahkan di  kilk/scroling power point berikut ini.

 


Dr. Adam Malik,M.Pd





Mempresentasikan Makalah “ Asesmen Kinerja/ Performane assessment”:

Assesmen kinerja adalah sebuah pendekatan untuk mengukur kemampuan siswa berdasarkan cara siswa mengerjakan suatu tugas yang telah di tentukan

Tujuan nya ada adalah :

  • 1.       Mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar
  • 2.       Memonitor kemajuan dan perkembangan siswa
  • 3.       Menentukan level / jenjang kemampuan siswa
  • 4.       Mempengaruhi persepsi public
  • 5.       Mengevaluasi kinerja guru

Tiga komponen Assesmen kinerja :

1. Tugas Kinerja

2. Rubrik penilaian

3. Cara menilai

Nara sumber kemudian memaparkan tentang :

  • -          Langkah-langkah dalam Asesmen kinerja
  • -          Penjelasan KInerja
  • -          Pengembangan latihan
  • -          Penskoran dan pencatatan hasil
  • -          Teknik pencatatan
  • -          Penilai
  • -          Kelebihan dan kekurangan asesmen kinerja
  • -          Perangkat Asesmen Kinerja
  • -          Asesmen kinerja untuk proses

Itu semua bisa sobat guru dapatkan di paparan PPT beliau dibawah ini

Drs. Yudi Dirgantaa,M.Pd





Mempresentasikan makalah “ Asesmen Portofolio”

Pemakalah mengawali dengan menjelaskan Jenis – jenis Portofolio berdasar Muller(2007) diantaranya ;

1.       Portofolio perkembangan ( Growth Portfolios)

-          Untuk melihat perkembangan/proses

-          Portfolio yang menunjukkan perkembangan belajar dan kemampuan peserta didik (biasanya digunakan di sekolah)

2.       2. Portofolio Unjuk Karya/Kerja ( Showcase Portfolio)

-          Untuk melihat karya terbaik/produk

-          Portofolio yang menunjukkan pencapaian terbaik dari berbagai kompetensi peserta   didik/mahasiswa selama proses belajarnya

3.     3.   Portofolio Evaluasi ( Evaluation /Assesed Portfolios)

-          Untuk melihat pencapaian kompetensi dikaitkan dengan standar.

-          Portofolio yang menunjukkan pencapaian kemampuan serta diberi nilai

 Portofolio jenis ketiga inilah yang di paparkan lebih dalam pada kesempatan webinar ini.

 Manfaat Portfolio adalah :

  • 1.       Menginformasikan pencapaian kompetensi peserta didik/mahasiswa
  • 2.       Umpan balik bagi guru/dosen dan peserta didik/mahasiswa

Yang bagaimana portofolio yang baik itu ? sebab selama ini portofolio adalah lembaran-lembaran tugas siswa yang bertebaran tidak karuan tempatnya, beliau memaparkan portofolio yang baik, diantaranya :

Bagaimana Merancang Portofolio

Contoh Rubrik Portofolio Asesmen

Apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat Penilaian Autentik dan rubrik

Silahkan  sobat guru ambil ilmunya dalam presentasinya dibawah ini

Dindin Nasrudin,M.Pd





Mempresentasikan makalah tentang “Asesmen Literasi vs Literacy Asesment”

Diawali dengan definisi literasi

Literasi 1  ; kemampuan baca dan tulis sesuai denga nasal katanya yaitu littera = huruf

Literasi 2 : berpengetahuann /berpendidikan dengan bukan hanya baca dan tulis tapi cakupannya sudah luas seperti literasi budaya dan literasi akademik.

Literasi memuat adanya pengetahuan mengenai budaya,akademik, sikap dan tingkah laku yang ada didalamnya.

Literasi Assesmen yaitu kemampuan untuk menggunakan penilaian dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Literasi Assesmen diartikan juga sebagai Guru dalam pengetahuan , kemampuan dan prinsip prinsip. Dimensi Literasi memuat 4 menurut Pastore:

1. Kebijakan Profesi

2. Praktik Profesional

3. Kebijakan Pendidikan Nasional

4. Konteks Kelas

 Untuk lebih mendalam pemahaman tentang literasi saya sematkan PPT pemaparannya, silahkan di Scrolling aja.

Semoga bermanfaat.

Kunjungi Juga :

Numerasi dan Literasi dalam AKM 2021 (Asesemen Kompetensi Minimum dan Survey Karakter)

Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Posting Komentar untuk "Literasi dan Asesmen menyongsong AKM 2021"

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.