Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menghitung KKM Mapel dan Sekolah

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Hal penting yang harus diperhatikan ketika melaksanakan penilaian dalam Kurikulum 2013 adalah KKM, Remedial, dan Pengayaan.

Yang akan saya uraikan disini adalah bagaimana cara Menghitung KKM Mapel dan Sekolah ! 

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Hal penting yang harus diperhatikan ketika melaksanakan penilaian dalam Kurikulum 2013 adalah KKM, Remedial, dan Pengayaan. yang akan saya uraikan disini adalah bagaimana cara Menghitung KKM Mapel dan Sekolah !

Pengertian KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

Adalah kriteria ketuntasan minimal9KKM) siswa belajar yang di tentukan sendiri oleh Satuan Pendidikan dengan mengacu pada SKL.yang harus diputuskan secara bersama antara kepala sekolah, dewan guru dan tenaga kependidikan, dimana semua yang terlibat dalam pembuatan KKM telah di SK kan oleh Kepala sekolah dan dibuat berita acara ,surat keputusan dan dokumentasi beserta perangkat lainnnya tentang proses penentuan KKM di Sekolah.

KKM menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap.

Kriteria ketuntasan minimal (KKM) menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. 

Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik.

Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal

Fungsi kriteria ketuntasan minimal (KKM) :
  1. sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasar dapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan. Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layanan pengayaan;
  2. sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran. Setiap kompetensi dasar (KD) dan indikator ditetapkan KKM yang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar mencapai nilai melebihi KKM. Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai, peserta didik harus mengetahui KD-KD yang belum tuntas dan perlu perbaikan;
  3. dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasi keterlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan saranaprasarana belajar di sekolah;
  4. merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara pendidik, peserta didik, pimpinan satuan pendidikan, dan orang tua. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Peserta didik melakukan upaya pencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Orang tua dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian di sekolah;
  5. merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran. Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampaui KKM yang ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Satuan pendidikan dengan KKM yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi masyarakat.
Tiga komponen yang harus diperhatikan dalam menyusun KKM adalah :
  1. Karakeristik peserta didik (intake)
  2. Karakteristik mata pelajaran (kompleksitas materi/kompetensi)
  3. Satuan Pendidikan (daya dukung)
Langkah dalam penentuan KKM mata pelajaran pada satuan Pendidikan sebagai berikut :
  • Menghitung jumlah KD tiap mata pelajaran di masing-masing tingkat kelas dalam 1 tahun Pelajaran
  • Menentukan nilai Intake, kompleksitas dan daya dukung yang dimiliki baik siswa maupun sekolah.

Kriteria dalam menentukan KKM 

Kriteria dalam menentukan KKM :
  1. Karakteristik peserta didik (Intake); Untuk siswa kelas VII dengan mengambil nilai rata rata Raport SD, nilai Ujian Sekolah SD atau nilai seleksi masuk ke SMP, Untuk kelas VIII dan IX , dengan memperhatikan nilai raport semester-sebelumnya.
    • Contoh penetapan KKM Untuk memudahkan analisis setiap indikator, perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran. 
    • Contoh:
      Karakteristik peserta didik (Intake); Untuk siswa kelas VII dengan mengambil nilai rata rata Raport SD, nilai Ujian Sekolah SD atau nilai seleksi masuk ke SMP, Untuk kelas VIII dan IX , dengan memperhatikan nilai raport semester-sebelumnya. Contoh penetapan KKM Untuk memudahkan analisis setiap indikator, perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran.  Contoh:

    • Nilai KKM merupakan angka bulat, maka nilai KKM-nya adalah 67.
  2. Karakteristik Mata pelajaran (kompleksitas); Tingkat kesulitas dari masing-masing mata pelajaran dan tingkat kesulitan tiap bab yang dapat ditetapkan melalui forum guru di MGMP tingkat sekolah dengan memerhatikan ; hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD  dan perlu tidaknya pengetahuan prasyarat. 
    • Suatu indikator dikatakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi, apabila dalam pencapaiannya didukung oleh sekurang-kurangnya satu dari sejumlah kondisi sebagai berikut: 
      1. guru yang memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkan pada peserta didik; 
      2. guru yang kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi; 
      3. guru yang menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang yang diajarkan; 
      4. peserta didik dengan kemampuan penalaran tinggi; 
      5. peserta didik yang cakap/terampil menerapkan konsep; 
      6. peserta didik yang cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian tugas/pekerjaan; 
      7. waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut karena memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi, sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan/latihan; 
      8. tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi agar peserta didik dapat mencapai ketuntasan belajar.
    • Contoh 1. 
      • SK 2. : Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) 
      • KD 2.2 : Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia Indikator: Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi
      • Indikator ini memiliki kompleksitas yang tinggi, karena untuk menentukan pereaksi pembatas diperlukan beberapa tahap pemahaman/penalaran peserta didik dalam perhitungan kimia.
    • Contoh 2. 
      • SK 1. : Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia 
      • KD 1.1. : Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifatsifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron Indikator: Menentukan konfigurasi elektron berdasarkan tabel periodik atau nomor atom unsur.
      • Indikator ini memiliki kompleksitas yang rendah karena tidak memerlukan tahapan berpikir/penalaran yang tinggi.
  3. Kondisi Satuan Pendidikan (daya dukung sekolah) ; Daya dukung sekolah meliputi : Kompetensi pendidik bisa dilihat dari ijazah, nilai UKG, jumlah peserta didik dalam satu kelas, predikat akreditasi sekolah, fasilitas penunjang disekolah seperti internet, perpustakaan, laboratorium dll.(kelayakan sapras sekolah)
    • Sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik seperti perpustakaan, laboratorium, dan alat/bahan untuk proses pembelajaran; 
    • Ketersediaan tenaga, manajemen sekolah, dan kepedulian stakeholders sekolah.
    • Contoh: 
      • SK 3 : Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktorfaktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri 
      • KD 3.3 : Menjelaskan keseimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah keseimbangan dengan melakukan percobaan Indikator: Menyimpulkan pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran keseimbangan melalui percobaan.
    • Daya dukung untuk Indikator ini tinggi apabila sekolah mempunyai sarana prasarana yang cukup untuk melakukan percobaan, dan guru mampu menyajikan pembelajaran dengan baik. 
    • Tetapi daya dukungnya rendah apabila sekolah tidak mempunyai sarana untuk melakukan percobaan atau guru tidak mampu menyajikan pembelajaran dengan baik.

Cara menghitung dan menentukan KKM Mapel dan Sekolah

Agar tidak menimbulkan kriteria yang berbeda antar guru dalam satu sekolah, maka perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran seperti contoh berikut ini :
 

Menentukan KKM setiap KD dengan rumus berikut :

Kriteria dalam menentukan KKM : Karakteristik peserta didik (Intake); Untuk siswa kelas VII dengan mengambil nilai rata rata Raport SD, nilai Ujian Sekolah SD atau nilai seleksi masuk ke SMP, Untuk kelas VIII dan IX , dengan memperhatikan nilai raport semester-sebelumnya. Karakteristik Mata pelajaran (kompleksitas); Tingkat kesulitas dari masing-masing mata pelajaran dan tingkat kesulitan tiap bab yang dapat ditetapkan melalui forum guru di MGMP tingkat sekolah dengan memerhatikan ; hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD  dan perlu tidaknya pengetahuan prasyarat,  Kondisi Satuan Pendidikan (daya dukung sekolah) ; Daya dukung sekolah meliputi : Kompetensi pendidik bisa dilihat dari ijazah, nilai UKG, jumlah peserta didik dalam satu kelas, predikat akreditasi sekolah, fasilitas penunjang disekolah seperti internet, perpustakaan, laboratorium dll.(kelayakan sapras sekolah)

Menentukan KKM setiap mata pelajaran menggunakan rumus :

Model KKM

Model KKM terdiri atas :

a. Lebih dari satu KKM

Artinya dalam satu sekolah setiap mata pelajaran memiliki KKM yang berbeda, namun karena memiliki KKM nya berbeda-beda tiap mata pelajaran,maka muncul interval nilai dan predikat yang berbeda-beda seperti dibawah ini, saya misalkan :
1. KKM Bahasa Indonesia 75
2. KKM Matematika 60
3. KKM IPA 64

Maka kriteria predikat untuk Bahasa Indonesia yang memiliki KKM = 75 adalah 
(nilai max – nilai KKM) : 3 = (100 – 75) : 3
                     = 8,3 (Panjang interval untuk tiap predikat 8 atau 9)

Kriteria dalam menentukan KKM : Karakteristik peserta didik (Intake); Untuk siswa kelas VII dengan mengambil nilai rata rata Raport SD, nilai Ujian Sekolah SD atau nilai seleksi masuk ke SMP, Untuk kelas VIII dan IX , dengan memperhatikan nilai raport semester-sebelumnya. Karakteristik Mata pelajaran (kompleksitas); Tingkat kesulitas dari masing-masing mata pelajaran dan tingkat kesulitan tiap bab yang dapat ditetapkan melalui forum guru di MGMP tingkat sekolah dengan memerhatikan ; hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD  dan perlu tidaknya pengetahuan prasyarat,  Kondisi Satuan Pendidikan (daya dukung sekolah) ; Daya dukung sekolah meliputi : Kompetensi pendidik bisa dilihat dari ijazah, nilai UKG, jumlah peserta didik dalam satu kelas, predikat akreditasi sekolah, fasilitas penunjang disekolah seperti internet, perpustakaan, laboratorium dll.(kelayakan sapras sekolah)


Maka Kriteria predikat untuk Matematika yang memiliki KKM = 60 adalah 
(niai max – nilai KMM):3 = (100 -60) : 3
                   = 40 : 3
                   = 13,3   (sehingga Panjang intervalnya 13 atau 14)
Maka kriterianya menjadi 
Kriteria dalam menentukan KKM : Karakteristik peserta didik (Intake); Untuk siswa kelas VII dengan mengambil nilai rata rata Raport SD, nilai Ujian Sekolah SD atau nilai seleksi masuk ke SMP, Untuk kelas VIII dan IX , dengan memperhatikan nilai raport semester-sebelumnya. Karakteristik Mata pelajaran (kompleksitas); Tingkat kesulitas dari masing-masing mata pelajaran dan tingkat kesulitan tiap bab yang dapat ditetapkan melalui forum guru di MGMP tingkat sekolah dengan memerhatikan ; hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD  dan perlu tidaknya pengetahuan prasyarat,  Kondisi Satuan Pendidikan (daya dukung sekolah) ; Daya dukung sekolah meliputi : Kompetensi pendidik bisa dilihat dari ijazah, nilai UKG, jumlah peserta didik dalam satu kelas, predikat akreditasi sekolah, fasilitas penunjang disekolah seperti internet, perpustakaan, laboratorium dll.(kelayakan sapras sekolah)

Maka Kriteria predikat untuk IPA yang memiliki KKM = 64 adalah 
(nilai max – nilai kkm):3 = (100 – 64) : 3
                 = 12
Jadi Panjang interval nilainya 12 untuk mapel IPA

Sehingga table predikatnya seperti ini,
Kriteria dalam menentukan KKM : Karakteristik peserta didik (Intake); Untuk siswa kelas VII dengan mengambil nilai rata rata Raport SD, nilai Ujian Sekolah SD atau nilai seleksi masuk ke SMP, Untuk kelas VIII dan IX , dengan memperhatikan nilai raport semester-sebelumnya. Karakteristik Mata pelajaran (kompleksitas); Tingkat kesulitas dari masing-masing mata pelajaran dan tingkat kesulitan tiap bab yang dapat ditetapkan melalui forum guru di MGMP tingkat sekolah dengan memerhatikan ; hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD  dan perlu tidaknya pengetahuan prasyarat,  Kondisi Satuan Pendidikan (daya dukung sekolah) ; Daya dukung sekolah meliputi : Kompetensi pendidik bisa dilihat dari ijazah, nilai UKG, jumlah peserta didik dalam satu kelas, predikat akreditasi sekolah, fasilitas penunjang disekolah seperti internet, perpustakaan, laboratorium dll.(kelayakan sapras sekolah)

setelah semua mapel menentukan kritria predikatnya, nampak pada tabel berikut 
Kriteria dalam menentukan KKM : Karakteristik peserta didik (Intake); Untuk siswa kelas VII dengan mengambil nilai rata rata Raport SD, nilai Ujian Sekolah SD atau nilai seleksi masuk ke SMP, Untuk kelas VIII dan IX , dengan memperhatikan nilai raport semester-sebelumnya. Karakteristik Mata pelajaran (kompleksitas); Tingkat kesulitas dari masing-masing mata pelajaran dan tingkat kesulitan tiap bab yang dapat ditetapkan melalui forum guru di MGMP tingkat sekolah dengan memerhatikan ; hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD  dan perlu tidaknya pengetahuan prasyarat,  Kondisi Satuan Pendidikan (daya dukung sekolah) ; Daya dukung sekolah meliputi : Kompetensi pendidik bisa dilihat dari ijazah, nilai UKG, jumlah peserta didik dalam satu kelas, predikat akreditasi sekolah, fasilitas penunjang disekolah seperti internet, perpustakaan, laboratorium dll.(kelayakan sapras sekolah)
Berdasarkan ilustrasi diatas  terlihat didalam table kritria predikatnya  berbeda-beda, hal ini bisa menimbulkan masalah, karena ketidak pahaman orang tua dan siswa, oleh sebab itu satuan pendidikan harus  mensosialisasikannya kepada pihak -pihat terkait, dengan sebaik-baiknya.

b. Satu KKM

Satuan Pendidikan yang memilih satu KKM untuk semua mata pelajaran , langkahnya adalah setelah setiap mata pelajaran menentukan KKM nya masing-masing , kemudian dipilihlah KKM satuan Pendidikan dengan cara  :
  • mengambil KKM yang terendah, 
  • rata-rata kkm dari tiap mata pelajaran, atau 
  • modus dari KKM mata pelajaran.
Sehingga interval nilai dan predikat untuk semua mata pelajaran satu nilai dan tidak akan menimbulkan kebingungan orang tua siswa. 
Kriteria dalam menentukan KKM : Karakteristik peserta didik (Intake); Untuk siswa kelas VII dengan mengambil nilai rata rata Raport SD, nilai Ujian Sekolah SD atau nilai seleksi masuk ke SMP, Untuk kelas VIII dan IX , dengan memperhatikan nilai raport semester-sebelumnya. Karakteristik Mata pelajaran (kompleksitas); Tingkat kesulitas dari masing-masing mata pelajaran dan tingkat kesulitan tiap bab yang dapat ditetapkan melalui forum guru di MGMP tingkat sekolah dengan memerhatikan ; hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD  dan perlu tidaknya pengetahuan prasyarat,  Kondisi Satuan Pendidikan (daya dukung sekolah) ; Daya dukung sekolah meliputi : Kompetensi pendidik bisa dilihat dari ijazah, nilai UKG, jumlah peserta didik dalam satu kelas, predikat akreditasi sekolah, fasilitas penunjang disekolah seperti internet, perpustakaan, laboratorium dll.(kelayakan sapras sekolah)
Dibawah ini saya hantarkan contoh KKM IPA KELAS 9 SEM 1-2 TAHUN 2020-2021


Silahkan Contoh KKM Mapel dan Sekolah :
  • KKM IPA Kelas 7 tahun 2020-2021 DISINI
  • KKM IPA Kelas 8 tahun 2020-2021 DISINI
  • KKM IPA Kelas 9 tahun 2020-2021 DISINI
Sumber rujukan Cara menghitung KKM Mapel dan Sekolah :
  • Panduan penilaian oleh pendidik dan satuan Pendidikan Kemdikbud Dirjen dikdas 2017
  • Dok.pribadi
Demikian penentuan dan cara menghitung KKM Mapel dan Sekolah, semoga bermanfaat.

Terkait dengan cara menghitung KKM Mapel dan Sekolah

  • KKM itu singkatan dari apa?
  • Nilai KKM itu berapa?
  • Bagaimana cara menghitung nilai KKM?
  • Bagaimana seorang guru menentukan KKM?
  • kkm sd
  • contoh kkm
  • penentuan kkm
  • kkm 2022
  • kkm sekolah
  • kkm sekolah diambil dari
  • minimal kkm
  • kkm kuliah adalah
ADH
ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

8 komentar untuk "Cara Menghitung KKM Mapel dan Sekolah"

  1. Terimakasih ibu guru yang baik atas pencerahannya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. happy sharing, terimakasih, semoga bermanfaat

      Hapus
  2. terima kasih banyak bu... saya ada pencerahan sekarang. hehe

    BalasHapus
  3. alhamdulillah ada tambahan wawasan

    BalasHapus
  4. Terima kasih share-nya.. semoga makin sukses.

    BalasHapus

Jangan lupa tinggalkan komentar sebagai alat silaturahmi dan jika bermanfaat bisa saudara share, komentar yang memasukan link judi dan hal lainnya yang tidak sesuai norma, akan langsung saya hapus. Terimakasih, Sukses Selalu

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.