Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tes Diagnostik | Pengembangan & Penyusunan

Tes Diagnostik| Pengembangan & Penyusunan, setelah kita memahami apa yang dimaksud Tes diagnostik serta nilai urgensinya, tahapan selanjutnya kita membuat alat tesnya berupa soal tes diagnostik.

Tes Diagnostik| Pengembangan & Penyusunan, setelah kita mengetahui apa yang dimaksud Te diagnostik serta nilai urgensinya, tahapan selanjutnya kita membuat alat tesnya berupa soal tes diagnostik.

Berbagai cara atau pendekatan dapat digunakan untuk mengembangkan tes diagnostik. Karena kurikulum yang diterapkan adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi, maka tes diagnostik yang dikembangkan guru akan menjadi lebih efektif bila difokuskan untuk mendeteksi dan menggali tindakan-tindakan ”penyembuhan” pada kompetensi-kompetensi dasar yang ber”penyakit” atau bermasalah.

Tahapan melaksanakan Tes diagnostik adalah:

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Diagnosis dan Tindak Lanjut
Selengkapnya tentang Tes Diagnostik | Pengembangan dan penyusunan berikut ini :

1. Tahapan Membuat tes Diagnostik non Kognitif

Asesmen diagnostik non-kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal hal seperti berikut:
  • Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi sisiwa
  • Aktivitas siswa selama belajar di rumah
  • Kondisi keluarga dan pergaulan siswa
  • Gaya belajar, karakter, serta minat siswa

1.a. Siapkan alat bantu berupa gambar-gambar yang mewakili emosi ; 

Siapkan pertanyaan panduan seperti : 

  • apa yang sedang kamu rasakan saat ini ? 
  • Bagaimana perasaanmu saat belajar dirumah ?

1.b. buat daftar pertanyaan kunci mengenai aktivitas siswa

Siapkan pertanyaan kunci seperti  :

  • apa saja kegiatanmu selama belajar di rumah ?
  • apa hal yang paling menyenangkan dan tidak menyenangkan ketika belajar dirumah ?
  • apa harapanmu ?

1.b.1. Contoh kegiatan pelaksanaan :

Meminta siswa mengekpresikan perasaanya selama belajar dirumah dan menjelaskan aktivitasnya

1.b.2. Strategi tanya jawab

  1. pastikan pertanyaan jelas dan mudah dipahami
  2. menyertakan acuan atau stimulus informasi yang dapat membantu siswa menemukan jawabannya
  3. memberikan waktu berpikir pada siswa sebelum menjawab pertanyaan

1.b.3. Yang harus dilakukan

1. Saat siswa menjawab pertanyaan
  • berikan penguatan
  • berikan pertanyaan lanjutan untk menggali lebih dalam
  • mengembalikan fokus jika jawaban mulai menyimpang
2. Saat siswa balik bertanya
  • langsung menjawab pertanyaan siswa
  • membantu siswa untuk dapat menjawab pertanyaannya sendiri
3. Saat siswa menjawab pertanyaan 
  • mencoba mengarahkan kembali pertanyaan
  • memparafrasekan pertanyaan agar lebih mudah di fahami
  • menunggu beberapa saat

1.c. Tindak lanjut

  1. identifikasi siswa dengan ekspresi emosi negatif dan ajak berdiskusi empat mata
  2. menentukan tindak lanjut dan mengomunikasikan dengan siswa serta orang tua bila diperlukan
  3. ulangi pelaksanaan asesmen non kognitif pada awal pembelajaran.

2. Tahapan Membuat Tes Diagnostik Kognitif

Asesmen diagnostik kognitif bertujuan mendiagnosis kemampuan dasar siswa dalam topik sebuah mata pelajaran. Asesmen diagnostik kognitif dapat dilaksanakan secara rutin yang disebut asesmen diagnostik kognitif berkala, pada awal pembelajaran, akhir setelah guru selesai menjelaskan dan membahas topik, dan waktu lain.

Asesmen Diagnostik bisa berupa Asesmen Formatif maupun Asesmen Sumatif.

Langkah-langkah pengembangan tes diagnostik berangkat dari kompetensi dasar yang bermasalah.

2.a. Identifikasi kompetensi dasar yang belum tercapai ketuntasannya

Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi kesulitan belajar tersebut mengacu pada kesulitan untuk mencapai kompetensi dasar, karena itu sebelum menyusun tes diagnostik harus diidentifikasi terlebih dahulu kompetensi dasar-kompetensi dasar manakah yang tidak tercapai tersebut.

2.b. Menentukan kemungkinan sumber masalah

Setelah kompetensi dasar atau indikator yang bermasalah teridentifikasi, mulai ditemukan (dilokalisasi) kemungkinan sumber masalahnya. Dalam pembelajaran IPA, terdapat tiga sumber utama yang sering menimbulkan masalah, yaitu: 
  1. tidak terpenuhinya kemampuan prasyarat; 
  2. terjadinya miskonsepsi; dan 
  3. rendahnya kemampuan memecahkan masalah (problem solving). 
Di samping itu juga harus diperhatikan hakikat sains yang memiliki dimensi sikap, proses, dan produk. Sumber masalah bisa terjadi pada masing-masing dimensi tersebut.

2.c. menentukan bentuk dan jumlah soal yang sesuai

  • Dirancang untuk mendeteksi kesulitan belajar siswa, karena itu format dan respons harus didesain memiliki fungsi diagnostik
  • Dikembangkan berdasarkan analisis terhadap sumber-sumber kesulitan yang menjadi penyebab munculnya masalah peserta didik (penyakit)
  • sesuaikan topik pertanyaan dengan topik yang menjadi prasyarat untuk bisa mengikuti pembelajarn dijenjang sekarang
  • jika tes diagnostik dilakukan diawal semester /tahun ajaran bisa membuat pertanyaan sederhana dengan susunan :
    • 2 pertanyaan sesuai kelasnya, dengan topik capaian pembelajaran baru
    • 6 pertanyaan dengan topik satu kelas dibawahnya
    • 2 pertanyaan dengan topik dua kelas dibawahnya

2.d. Menyusun kisi-kisi soal

Sebagaimana ketika mengembangkan jenis tes yang lain, maka sebelum menulis butir soal dalam tes diagnostik harus disusun terlebih dahulu kisi-kisinya. Kisi-kisi tersebut setidaknya memuat: 
  1. kompetensi dasar beserta indikator yang diduga bermasalah; 
  2. materi pokok yang terkait; 
  3. dugaan sumber masalah; 
  4. bentuk dan jumlah soal; dan 
  5. indikator soal.

2.e. Menulis soal

Soal tes diagnostik tentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan butir soal tes yang lain. Jawaban atau respons yang diberikan oleh siswa harus memberikan informasi
yang cukup untuk menduga masalah atau kesulitan yang dialaminya (memiliki fungsi diagnosis). 

Menggunakan soal-soal bentuk Supply response (bentuk uraian atau jawaban singkat), sehingga mampu menangkap informasi secara lengkap. 

Jika terpaksa menggunakan multiple choice harus disertakan penjelasan / alasan mengapa memilih jawaban tertentu sehingga dapat meminimalisir jawaban tebakan dan dapat ditentukan tipe kesalahan atau masalahnya.

juga bisa berbentuk Butir  tes kinerja (performa) sesuai dengan sumber masalah yang diduga dan pada dimensi mana masalah tersebut terjadi

2.f. Mereviu soal

Butir soal yang baik tentu memenuhi validitas isi, untuk itu soal yang telah ditulis harus harus  :
  • dianalisa  dengan tes analisis soal baik validitas dan realibilitasnya
  • divalidasi oleh seorang pakar di bidang tersebut. atau bisa juga
  • soal direviu oleh guru-guru sejenis dalam MGMP atau setidaknya oleh guru-guru mapel serumpun dalam satu sekolah.

2.g. Menyusun kriteria penilaian

Kriteria penilaian memuat rentang skor yang menggambarkan pada rentang berapa saja siswa didiagnosis sebagai mastery (tuntas) yaitu sudah menguasai kompetensi dasar atau belum mastery yaitu belum menguasai kompetensi dasar tertentu, atau berupa rambu-rambu bahwa dengan jumlah type error (jenis kesalahan) tertentu siswa yang bersangkutan dinyatakan ber”penyakit” sehingga harus diberikan perlakuan yang sesuai.

2.h. Kisi - kisi Soal

Kriteria penilaian memuat rentang skor yang menggambarkan pada rentang berapa saja siswa didiagnosis sebagai mastery (tuntas) yaitu sudah menguasai kompetensi dasar atau belum mastery yaitu belum menguasai kompetensi dasar tertentu, atau berupa rambu-rambu bahwa dengan jumlah type error (jenis kesalahan) tertentu siswa yang bersangkutan dinyatakan ber”penyakit” sehingga harus diberikan perlakuan yang sesuai.
Butir soal yang baik tentu memenuhi validitas isi, untuk itu soal yang telah ditulis harus harus  : dianalisa  dengan tes analisis soal baik validitas dan realibilitasnya divalidasi oleh seorang pakar di bidang tersebut. atau bisa juga soal direviu oleh guru-guru sejenis dalam MGMP atau setidaknya oleh guru-guru mapel serumpun dalam satu sekolah.

Salam Sukses

Download Modul :

Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Post a Comment for "Tes Diagnostik | Pengembangan & Penyusunan"

Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang berasal dari sumber media lainnya, HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.
Masukan Email Anda, agar tidak tertinggal & menerima artikel perkembangan Pendidikan terbaru :