Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alur Capaian Layanan Bimbingan Konseling SMP

Alur Capaian Layanan Bimbingan Konseling SMP | Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP dilaksanakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling /konselor/ Konselor sesuai dengan tugas pokoknya dalam upaya membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional, dan khususnya membantu peserta didik/konseli mencapai perkembangan diri yang optimal, mandiri, sukses, sejahtera dan bahagia dalam kehidupannya. 

Tujuan tersebut dapat tercapai dengan melakukan kolaborasi dan sinergitas kerja antara Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor, guru mata pelajaran, pimpinan sekolah/madrasah, staf administrasi, orang tua, dan pihak lain yang dapat membantu kelancaran proses dan pengembangan peserta didik/konseli secara utuh dan optimal dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir. 


Alur Capaian Layanan Bimbingan Konseling SMP | Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP dilaksanakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling /konselor/ Konselor sesuai dengan tugas pokoknya dalam upaya membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional, dan khususnya membantu peserta didik/konseli mencapai perkembangan diri yang optimal, mandiri, sukses, sejahtera dan bahagia dalam kehidupannya.   Tujuan tersebut dapat tercapai dengan melakukan kolaborasi dan sinergitas kerja antara Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor, guru mata pelajaran, pimpinan sekolah/madrasah, staf administrasi, orang tua, dan pihak lain yang dapat membantu kelancaran proses dan pengembangan peserta didik/konseli secara utuh dan optimal dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir.

Karakteristik Peserta didik SMP

Karakteristik Peserta Didik SMP/konseli diartikan sebagai ciri-ciri yang melekat pada peserta didik SMP yang bersifat khas dan membedakannya dengan peserta didik/konseli lain pada satuan pendidikan. Karakteristik peserta didik/konseli SMP yang perlu dipahami meliputi aspek fisik, kognisi, sosial, emosi, moral, dan spiritual.  ;

  1. Aspek Fisik  Fisik peserta didik/konseli SMP tumbuh secara cepat sebagai akibat dari hormon-hormon dan organ tubuh terutama terkait dengan hormon dan organ-organ seksual. Pertumbuhan fisik yang cepat pada masa ini membawa konsekuensi pada perubahan-perubahan aspekaspek lainnya seperti seksualitas, emosionalitas, dan aspek-aspek psikososialnya. 
  2. Aspek Kognitif  Aspek kognitif peserta didik/konseli berubah secara fundamental dibandingkan dengan masa kanak-kanak yang menyebabkan remaja mampu berpikir abstrak. Akibatnya remaja menjadi kritis sehingga dipersepsi oleh orang dewasa sebagai “pembangkang”, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, egosentris, dan menganggap orang dewasa tidak dapat memahami mereka. Hal demikian menyebabkan remaja banyak mengalami konflik dengan orang lain, terutama dengan orang dewasa.  
  3. Aspek Sosial  Masyarakat memandang peserta didik SMP bukan lagi anak-anak, namun belum juga diakui sebagai individu dewasa. Keadaan ini membuat peserta didik SMP (remaja) merasa diperlakukan secara tidak konsisten. Selain itu, remaja juga tidak suka jika diperlakukan seperti kanak-kanak, namun merasa keberatan jika dituntut bertanggung jawab penuh sebagaimana orang dewasa pada umumnya.  
  4. Aspek Emosi  Peserta didik/konseli SMP pada umumnya memiliki emosionalitas yang labil. Transisi pada aspek fisik, kognitif, dan sosial menyebabkan emosionalitas remaja mudah berubah-ubah. Perasaan remaja terhadap suatu objek tertentu mudah berubah. Keadaan yang demikian jika tidak dipahami dengan baik sangat potensial menimbulkan konflik.  
  5. Aspek Moral  Moralitas berisi kemampuan peserta didik membuat pertimbangan tentang baik-buruk, benar-salah, boleh-tidak boleh dalam melakukan sesuatu. Aspek ini sangat terkait dengan perkembangan kognitif. Karena aspek kognitif remaja berkembang sangat pesat, maka moralitas remaja juga mengalami perubahan cukup mendasar dibandingkan pada masa kanak-kanak. Oleh karena itu, peserta didik/konseli SMP sering mempersoalkan hal-hal yang terkait dengan moralitas yang sebelumnya telah dihayati dan diyakini benar.  
  6. Aspek Religius  Aspek religius berkaitan dengan keyakinan dan pengakuan individu terhadap kekuatan diluar dirinya yang mengatur kehidupan manusia. Pada masa sebelum SMP, peserta didik menerima keyakinan-keyakinan tersebut secara dogmatis. Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, peserta didik/konseli SMP sering mempersoalkan religiusitas yang sebelumnya telah diyakini dan dipegang teguh. Akibatnya, banyak remaja mempersoalkan kembali keyakinan keagamaan mereka, mengalami penurunan ibadah akibat keraguan atas keyakinan sebelumnya. Di sisi lain, keraguan ini pada beberapa peserta didik SMP mendorong mereka lebih giat mencari informasi dan menguji kembali kebenaran yang mereka yakini. 

Capaian Layanan Bimbingan Konseling

Capaian Layanan Bimbingan konseling tingkat SMP dirumuskan dalam 1 fase yaitu fase D, dengan durasi 3 tahun, untuk kelas 7- 9 SMP. 

Lingkup Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP mencakup 4 (empat) bidang layanan. Empat bidang layanan tersebut mencakup 10 (sepuluh) aspek perkembangan yang dikembangkan dari tugas perkembangan peserta didik fase D (kelas 7, 8 dan 9). 

Capaian layanan bimbingan dan konseling ini mengacu pada Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD). 

Dalam SKKPD terdapat 10 aspek perkembangan siswa SMP yaitu :

  1. landasan hidup religius, 
  2. Landasan perilaku etis, 
  3. kematangan emosi, 
  4. kematangan intelektual,
  5. kesadaran tanggung jawab sosial, 
  6. kesadaran gender, 
  7. pengembangan diri, 
  8. perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis), 
  9. wawasan dan kesiapan karier, 
  10. kematangan hubungan dengan teman sebaya, 

Layanan Bimbingan dan Konseling diberikan untuk optimalisasi pencapaian tugas perkembangan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam rangka memandirikan peserta didik menyongsong abad 21 dalam konteks Indonesia. 

Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling dijabarkan pada tiga tahapan internalisasi yang mencakup pengenalan, akomodasi dan tindakan, dengan upaya mewujudkan peserta didik/konseli yang memiliki Psychological Well-being, Profil Pelajar Pancasila dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).   

Alur Capaian Layanan Bimbingan Konseling SMP

Berikut ini alternatif alur capaian bimbingan dan konseling SMP


Alur capaian layanan bimbingan dan konseling tingkatan lainnya serta beberapa artikel tentang bimbingan dan konseling, bisa sobat GS cek di bawah ini :
Download Alternatif contoh Alur Capaian Layanan bimbingan dan Konseling SMP :


Demikian alternatif contoh alur capaian layanan bimbingan dan konseling SMP kurikulum merdeka, 
Semoga bermanfaat

Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

2 komentar untuk "Alur Capaian Layanan Bimbingan Konseling SMP"

Jangan lupa tinggalkan komentar sebagai alat silaturahmi dan jika bermanfaat bisa saudara share, komentar yang memasukan link judi dan hal lainnya yang tidak sesuai norma, akan langsung saya hapus. Terimakasih, Sukses Selalu

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.