Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sosialisasi UKBI untuk Dunia Pendidikan di Kabupaten Sumedang

Sosialisasi UKBI untuk dunia Pendidikan di Kabupaten Sumedang dalam peningkatan kemahiran dan Penjaminan mutu berbahasa Penutur bahasa Indonesia melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Dr. Dian Sukmara,M.Pd ,didampingi kepala SMPN 4 Sumedang bpk Drs. Edeng Sutarya,M.MPd serta Kasi Kurikulum Wawan Herlawan,S.Pd.,M.M.Pd Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

Sosialisasi UKBI untuk dunia Pendidikan di Kabupaten Sumedang | Sosialisasi peningkatan kemahiran dan Penjaminan mutu berbahasa Penutur bahasa Indoneisa melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Dr. Dian Sukmara,M.Pd di dampingi kepala SMPN 4 Sumedang bpk Drs. Edeng Sutarya,M.MPd serta Kasi Kurikulum Wawan Herlawan,S.Pd.,M.M.Pd Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
Kiri ke kanan : Drs. Edeng Sutarya,M.M.Pd | Dr Dian Sukmara,M.Pd,  
 Wawan Herlawan,S.Pd.,M.Pd

Kemampuan berliterasi berhubungan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang bermuara pada kemampuan dalam memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. 

Namun kenyataan yang dihadapi dalam pembelajaran di sekolah saat ini masih belum mampu mewujudkan hal tersebut, hal ini bisa di rasakan dan dilihat pada sekolah menengah (usia 15 tahun) dengan rendahnya tingkat pemahaman membaca peserta didik Indonesia (selain matematika dan sains) yang diuji oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD)  dalam Programme for International Student Assessment (PISA).

PISA 2009 menggambarkan kepada kita semua bahwa peserta didik Indonesia hanya mampu berada peringkat ke-57 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 493), tiga tahun kemudian pada PISA 2012 kompetensi bahasa peserta didik Indonesia  pada peringkat ke-64 dengan skor 396 jauh dibawah skor rata-rata OECD 496. dan PISA 2018 justru semakin terpuruk dengan skor 371 berada pada level 1b (kedua paling bawah level membaca).

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa sekolah belum mampu menjalankan fungsinya sebagai organisasi pembelajaran yang menjadikan semua warganya terampil membaca dalam mendukung peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat (Dirjen Dikdasmen, 2016).

Kenyataan tersebut diperparah dengan rendahnya minat membaca mayarakat. dengan indeks minat baca Indonesia yang baru mencapai 0,0001 persen. artinya, hanya satu orang saja dari 1000 orang Indonesia yang gemar membaca (UNESCO). 

Selain itu, sumber informasi penduduk Indonesia berusia 10 tahun ke atas diperoleh dari televisi (91,68 %), dan hanya sekitar 17,66 % yang menggemari membaca buku,surat kabar atau majalah (Badan Pusat Statisitik (BPS), 2012).

Dari berbagai realitas di atas, menunjukkan bahwa :

  • kegiatan membaca bukanlah kebutuhan primer bagi masyarakat Indonesia 
  • masih rendahnya gairah membaca untuk meningkatkan wawasan dan hal lainnya yang bermanfaat. 
  • membaca buku belum menjadi budaya keseharian atau tradisi masyarakat. 
Hal tersebut memberikan dampak terhambatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa Indonesia.

Sosialisasi UKBI untuk Dunia Pendidikan di Kabupaten Sumedang

Menyadari hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang berharap insan pendidikan di kabupaten Sumedang dapat meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia. 

Untuk mengukur dan mengetahui sejauhmana tingkat dan standar kebahasaan insan pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang berharap para guru dapat melakukan uji kemahiran berbahasa Indonesia.

Dihadapan para guru SMPN 4 Sumedang sekdisdik mengawali penyampaiannya menjelaskan tentang Nilai penting bahasa di pandang dari sisi kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan sebagai bahasa negara. Sebagai bahasa Nasional (28 oktober 1928) bahwa bahasa Indonesia adalah :  lambang kebanggaan kebangsaan lambang identitas nasional alat perhubungan antar warga, anar daerah, antar budaya alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia

Dihadapan para guru SMPN 4 Sumedang sekdisdik mengawali penyampaiannya menjelaskan tentang nilai penting bahasa di pandang dari sisi kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.

Sebagai bahasa Nasional (28 oktober 1928) bahasa Indonesia adalah :

  1. lambang kebanggaan kebangsaan
  2. lambang identitas nasional
  3. alat perhubungan antar warga, anar daerah, antar budaya
  4. alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia
Sebagai bahasa negara (UUD 1945 bab XV pasal 36) bahasa Indonesia adalah :
  1. bahasa resmi kenegaraan
  2. bahasa resmi pengantar di dunia pendidikan
  3. alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
  4. alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
UKBI sebagaimana Permendikbud no 70 tahun 2016 adalah tes standar bagi penutur bahasa Indonesia, baik penutur jati maupun penutur asing untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia secara tulis dan lisan yang meliputi kemahiran mendengarkan, kemahiran membaca, kemahiran menulis, kemahiran berbicara serta kemahiran dalam merespon kaidah bahasa Indonesia.

Sehingga diharapkan para penutur Bahasa Indonesia memiliki sikap :
  1. Memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia
  2. memiliki semangat dan motivasi tinggi untuk mengenal dan mempelajari bahasa Indonesia
  3. Berperan serta dalam memartabatkan bahasa Indonesia
  4. mendukung penginternasionalan bahasa Indonesai
UKBI Adaptif Merdeka adalah aplikasi mutakhir uji kemahiran berbahasa Indonesia secara daring yang dikembangkan oleh  Badan Pengembangan dan pembinaan bahasa Kemdikbud  ristek dengan sasaran :
  • pelajar /mahasiswa
  • guru/dosen
  • pejabat struktural
  • pejabat fungsional
  • kalangan profesional
  • penutur asing
Sobat GS tertarik mengikuti Uji UKBI ?

silahkan cermati Panduan Uji Kemahiran berbahasa Indonesia UKBI Adaptif Merdeka

Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Posting Komentar untuk "Sosialisasi UKBI untuk Dunia Pendidikan di Kabupaten Sumedang"

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.