Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Efek Rumah Kaca | Phet colorado

Efek Rumah Kaca |Phet colorado. adalah suatu proses pemanasan permukaan bumi yang disebabkan oleh komposisi gas-gas dan keadaan di atmosfer, akibatnya cahaya matahari yang sampai ke bumi yang sebagiannya dipantulkan kembali ke angkasa luar tertahan diatmosfer dan kembali ke bumi sehingga suhu bumi menjadi panas. efek rumah kaca ini pertama kali di ungkapkan oleh Joseph Fourier pada tahun 1824.

Efek Rumah Kaca

Jumlah penduduk dunia saat ini (2022) diprediksi 7,8 Milyar jiwa dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dengan segala aktifitas hidupnya,  terutama penggunaan bahan bakar fosil memberikan pengaruh yang besar terhadap peningkatan efek rumah kaca, dengan meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi, menyebabkan suhu bumi terus mengalami peningkatan.

Matahari adalah sumber energi utama di bumi, energi cahaya matahari inilah yang dapat menghangatkan bumi ketika mencapai permukaan bumi. Permukaan bumi akan menyerap sebagian panas matahari dan sisanya dipantulkan kembali ke udara.

Jumlah penduduk dunia saat ini (2022) diprediksi 7,8 Milyar jiwa dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dan segala aktifitasnya terutama penggunaan bahan bakar fosil memberikan pengaruh yang besar sekali terjadinya peningkatan efek rumah kaca, dengan meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi, yang mengakibatkan hangatnya planet bumi ini.  Matahari adalah sumber energi utama di bumi, energi cahaya matahari inilah yang dapat menghanggatkan bumi ketika mencapai permukaan bumi. Permukaan bumi akan menyerap sebagian panas matahari dan sisanya dipantulkan kembali ke udara. sebagian dari panas cahaya matahari ini  berupa radiasi gelombang inframerah yang terpancar keangkasa luar. namun panas yang dipantulkan ini terperangkap di atmosfer bumi akibat menebalnya lapisan rumah kaca antara lain :  Uap air (H2O); gas rumah kaca yang paling melimpah, meningkatnya jumlah uap air di troposfer mengakibatkan meningkatnya efek rumah kaca yang menyebabkan temperatur meningkat, peristiwa ini kan terus berkelanjutan sampai mencapai titik ekuilibrium (kesetimbangan) . oleh sebab itu uap air sebgai umpan balik positif terhadap aksi yang dilakukan manusia yang melepaskan gas-gas rumah kaca seperti CO2, perubahan jumlah uap air diudara juga mempengaruhi terbentuknya awan. Karbon dioksida (CO2); merupakan komponen kecil yang sangat penting dari atmosfer, karbon dioksida dilepaskan melalui aktifitas alami seperti respiasi mahluk hidup, ,aktifitas manusia yang membabat hutan, perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi pertanian atau perumahan, pembakaran hutan,akibatnya jumpah pepohonan sebagai paru-paru dunia yang menyerap CO2 menjadi berkurang, kemudian  penggunaan bahan bakar fosil, walaupun lautan dan proses alam lainnya mampu mengurangi karbondioksida di atmosfer namun aktivitas manusia yang melepaskan karbondioksida ke-udara jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan alam untuk menguranginya, sehingga manusia telah meningkatkan 48% kandungan CO2 di atmosfer sejak revolusi industri dimulai. Gas Metana (CH4); merupakan gas komponen utama gas alam dan gas rumah kaca. dan merupakan insulator yang menangkap panas 20 kali lebih banyak dibandingkan dengan karbondioksida. Metana dilepaskan ke udara akibat dari pembusukan sampah organik di tempat pembuangan sampah (landfill), kotoran hewan seperti sapi dan lainnya sebagai hasil samping dari pencernaan.yag dikhawatirkan para ilmuan adalah akibat tumbuhan yang membusuk beberapa ribu thaunyang lalu miliaran ton metan terbentuk dari pembusuka tumbuh-tumbuhan Arktik di kutub utara. dimana tumbuhan itu membusuk dan membeku didasar laut, dengan suhu kutub yang mulai menghangat, metan yang tersimpan di dasar laut dapat mempercepat pemanasan dikawasan tersebut. Oksida Nitrat ; adalah gas rumah kaca yang kuat  karena merupakan insulator panas yang sangat kuat, gas ini dihasilkan karena penggunaan pupuk komersial dan organik, pembakaran bahan bakar fosil, produksi asam nitrat dan pembakaran biomasa. gas ini telah meninigkat 16% sejjak pra-industri. Klorofluorokarbon (CFC) , merupakan senyawa sintetik yang berasal dari industri seperti lemari pendingin (kulkas) masih banyak yang menggunakan CFC. CFC mampu menahan panas atmosfer dan mengurangi lapisan ozon (yaitu lapisan yang melindungi bumi dari radiasi ultraviolet) Hidrofluorokarbon (HCFC-22) ; gas rumah kaca yang dihasilkan akibat proses manufaktur, campuran fluorinasi dihasilkan dari peleburan allununium, dimana HCF-22 terbentuk selama manufaktur brbagai produk, termasuk busa untuk insulasi, perabotan rumah tangga (furniture).

Sebagian dari panas cahaya matahari ini  berupa radiasi gelombang inframerah yang terpancar keangkasa luar, namun panas yang dipantulkan tersebut terperangkap di atmosfer dan  dipantulkan kembali kebumi yang mengakibatkan suhu bumi menjadi meningkat.

Mengutip dari rilis  yang dikeluarkan oleh PBB (United Nation Evironment Programme)   memaparkan fakta yang terjadi pada bumi yang kita tinggali ini diantaranya :

  1. Dari tahun 1880 hingga 2012, suhu global rata-rata meningkat sebesar 0,85 °C
  2. Lautan telah menghangat, jumlah salju dan es telah berkurang dan permukaan laut telah meningkat. Dari tahun 1901 hingga 2010, permukaan laut rata-rata global naik 19 cm saat lautan meluas. Luasnya es laut Kutub Utara telah menyusut dalam setiap dekade berturut-turut sejak 1979
  3. Emisi global karbon dioksida (CO2) telah meningkat hampir 50 persen sejak 1990
  4. Emisi tumbuh lebih cepat antara tahun 2000 dan 2010 dibandingkan masing-masing dari tiga dekade sebelumnya

Gas Rumah Kaca

Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. gas-gas ini muncul secara alami di alam, namun ditimbulkan juga oleh aktivitas manusia.

Gas-gas rumah kaca diantaranya :

  • Uap air (H2O); gas rumah kaca yang paling melimpah, meningkatnya jumlah uap air di troposfer mengakibatkan meningkatnya efek rumah kaca yang menyebabkan temperatur meningkat, peristiwa ini kan terus berkelanjutan sampai mencapai titik ekuilibrium (kesetimbangan) . oleh sebab itu uap air sebagai umpan balik positif terhadap aksi yang dilakukan manusia yang melepaskan gas-gas rumah kaca seperti CO2, perubahan jumlah uap air diudara juga mempengaruhi terbentuknya awan.
Penanaman pohon di areal kosong (reboisasi), pengendalian kerusakan hutan dari kebakaran hutan dan lahan, pengelolaan sistem jaringan dan tata air, rehabilitasi hutan dan lahan, pemberantasan pembalakan liar, pencegahan deforestasi dan pemberdayaan masyarakat.
Deforestasi Hutan 
  • Karbon dioksida (CO2); merupakan komponen kecil yang sangat penting dari atmosfer, karbon dioksida dilepaskan melalui aktifitas alami seperti respirasi mahluk hidup, aktifitas manusia yang membabat hutan, perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi pertanian atau perumahan,Deforestasi, pembakaran hutan,
    Karbon dioksida (CO2); merupakan komponen kecil yang sangat penting dari atmosfer, karbon dioksida dilepaskan melalui aktifitas alami seperti respirasi mahluk hidup, aktifitas manusia yang membabat hutan, perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi pertanian atau perumahan,Deforestasi, pembakaran hutan,akibatnya jumpah pepohonan sebagai paru-paru dunia yang menyerap CO2 menjadi berkurang,kemudian  penggunaan bahan bakar fosil, walaupun lautan dan proses alam lainnya mampu mengurangi karbondioksida di atmosfer namun aktivitas manusia yang melepaskan karbondioksida ke-udara jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan alam untuk menguranginya, sehingga manusia telah meningkatkan 48% kandungan CO2 di atmosfer sejak revolusi industri dimulai.
    akibatnya jumpah pepohonan sebagai paru-paru dunia yang menyerap CO
    2 menjadi berkurang,kemudian  penggunaan bahan bakar fosil, walaupun lautan dan proses alam lainnya mampu mengurangi karbondioksida di atmosfer namun aktivitas manusia yang melepaskan karbondioksida ke-udara jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan alam untuk menguranginya, sehingga manusia telah meningkatkan 48% kandungan CO2 di atmosfer sejak revolusi industri dimulai.
  • Gas Metana (CH4); merupakan gas komponen utama gas alam dan gas rumah kaca. dan merupakan insulator yang menangkap panas 20 kali lebih banyak dibandingkan dengan karbondioksida. Metana dilepaskan ke udara akibat dari pembusukan sampah organik di tempat pembuangan sampah (landfill),
    Gas Metana (CH4); merupakan gas komponen utama gas alam dan gas rumah kaca. dan merupakan insulator yang menangkap panas 20 kali lebih banyak dibandingkan dengan karbondioksida. Metana dilepaskan ke udara akibat dari pembusukan sampah organik di tempat pembuangan sampah (landfill)
    Gas Metana dari Pembusukan Sampah
    kotoran hewan seperti sapi dan lainnya sebagai hasil samping dari pencernaan, yang dikhawatirkan para ilmuan adalah akibat tumbuhan yang membusuk beberapa ribu tahun yang lalu. Miliaran ton metan terbentuk dari pembusukan tumbuh-tumbuhan Arktik di kutub utara, dimana tumbuhan itu membusuk dan membeku didasar laut, dengan suhu kutub yang mulai menghangat, metan yang tersimpan di dasar laut dapat mempercepat pemanasan dikawasan tersebut.
  • Oksida Nitrat ; adalah gas rumah kaca yang kuat  karena merupakan insulator panas yang sangat kuat, gas ini dihasilkan karena penggunaan pupuk komersial dan organik, pembakaran bahan bakar fosil, produksi asam nitrat dan pembakaran biomasa. gas ini telah meningkat 16% sejak pra-industri.
  • Klorofluorokarbon (CFC) , merupakan senyawa sintetik yang berasal dari industri seperti lemari pendingin (kulkas) dan banyak negara masih menggunakan CFC. CFC mampu menahan panas atmosfer dan mengurangi lapisan ozon (yaitu lapisan yang melindungi bumi dari radiasi ultraviolet)
  • Hidrofluorokarbon (HCFC-22) ; gas rumah kaca yang dihasilkan akibat proses manufaktur, campuran fluorinasi dihasilkan dari peleburan allumunium, dimana HCF-22 terbentuk selama manufaktur berbagai produk, termasuk busa untuk insulasi, perabotan rumah tangga (furniture).

Simulasi Phet Colorado

Tujuan simulasi :
  1. Memahami efek gas rumah kaca
  2. pengaruh lapisan-lapisan gas rumah kaca pada pemanasan bumi
  3. rekasi molekul gas rumah kaca pada cahaya (inframerah)
Silahkan lakukan simulasi interaktive Phet colorado  berikut ini dengan mengklik link yang yang sudah disediakan:

Dampak (efek Rumah Kaca)

1. Peningkatan pemanasan Global.  Para ahli memprediksi efek rumah kaca telah meningkatkan  gas rumah kaca, antara 1,5-4,5 ⁰C pada tahun 2030, dengan meningkatnya konsentrasi CO2 diatmosfer menyebabkan semakin banyaknya gelombang panas yang dipantulkan permukaan bumi ke angkasa luar dipantulkan kembali kebumi.

Dampak lanjutan dari pemanasan global adalah meningkatnya permukaan air laut akibat mencairnya bongkahan gunung es di kutub, dan menyebabkan banyak pulau /daratan yang tenggelam. 

Hal ini pernah di sampaikan Oleh Presiden Amerika Joe Biden sebagaimana di kutip dari Kompas.com bahwa : 
" dampak pemanasan global bisa mencairkan es di kutub dan menaikkan permukaan air laut. Jika, pada kenyataannya, permukaan laut naik dua setengah kaki lagi (sekitar 0,7 meter), Anda akan melihat jutaan orang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur,” Selain itu, dia juga menyebutkan prediksi tenggelamnya ibu kota Indonesia, Jakarta, yang tenggelam 10 tahun lagi akibat naiknya permukaan air laut. “Apa yang terjadi di Indonesia jika perkiraannya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena akan tenggelam?” 
Untuk memahami dan membuktikan pengaruh naiknya suhu bumi dan pengaruhnya pada naiknya permukaan air laut silahkan lanjutkan ke  LKPD efek rumah kaca (on progres)

Dampak lanjutan dari pemanasan global adalah meningkatnya permukaan air laut akibat mencairnya bongkahan gunung es di kutub, dan menyebabkan banyak pulau /daratan yang tenggelam. Hal ini pernah di sampaikan Oleh Presiden Amerika Joe Biden sebagaimana di kutip dari Kompas.com bahwa :  " dampak pemanasan global bisa mencairkan es di kutub dan menaikkan permukaan air laut. Jika, pada kenyataannya, permukaan laut naik dua setengah kaki lagi (sekitar 0,7 meter), Anda akan melihat jutaan orang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur,” Selain itu, dia juga menyebutkan prediksi tenggelamnya ibu kota Indonesia, Jakarta, yang tenggelam 10 tahun lagi akibat naiknya permukaan air laut. “Apa yang terjadi di Indonesia jika perkiraannya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena akan tenggelam?”  Untuk memahami proses dan membuktikannya lanjutkan ke  LKPD Pemanasan Global.
2. Selain itu terperangkatnya CO2 di atmosfer menyebabkan hujan asam , akibatnya samudra menjadi lebih asam, yang menyebabkan rusaknya biota laut (kerusakan terumbu karang, kumpulan plankton, udang, hingga rumput laut) didaratan hujan asam juga merusak tanaman, bangunan dan serta benda-benda lainnya dengan tingkat korosif yang semakin tinggi , membuat umur peralatan menjadi pendek dan biaya perawatanpun akan semakin membengkak. 

Sebagaimana diberitakan Tempo (22 Februari 2022) yang mengutip dari Daily mail bahwa para ilmuwan Hawaii dalam sebuah penelitian menyebutkan : 
"Perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca manusia akan menghilangkan 70 hingga 90 persen terumbu karang selama 20 tahun ke depan.Terumbu karang paling berisiko dari perubahan yang didorong oleh emisi di lingkungan mereka."
3. www.bbc.com mengutip pernyataan Petteri Taalas, Sekjen Organisasi Meteorologi Dunia, yang berkata :
"Meminjam istilah dalam olahraga, atmosfer kita telah terpapar doping, artinya kita telah melihat peristiwa ekstrem terjadi lebih sering dari sebelumnya." 
Pemanasan global telah berdampak pada Perubahan iklim yang extrem diseluruh wilayah dunia. Senada dengan Petteri Taalas UN Development Programme menyebutkan juga pemanasan global menyebabkan perubahan iklim  yang meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem seperti gelombang panas, kekeringan, banjir dan siklon tropis, memperburuk masalah pengelolaan air, mengurangi produksi pertanian dan ketahanan pangan, meningkatkan risiko kesehatan, merusak infrastruktur penting dan mengganggu penyediaan layanan dasar. seperti air dan sanitasi, pendidikan, energi dan transportasi.

Pemanasan global telah berdampak pada Perubahan iklim yang extrem diseluruh wilayah dunia. 

Senada dengan Petteri Taalas UN Development Programme menyebutkan juga pemanasan global menyebabkan perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem seperti;
  • gelombang panas, 
  • kekeringan, 
  • banjir dan siklon tropis, 
  • memperburuk masalah pengelolaan air, 
  • mengurangi produksi pertanian dan ketahanan pangan, 
  • meningkatkan risiko kesehatan, 
  • merusak infrastruktur penting dan mengganggu penyediaan layanan dasar. seperti air dan sanitasi, pendidikan, energi dan transportasi.

Upaya Pencegahan Efek Rumah Kaca


Upaya untuk melindungi bumi dari efek rumah kaca diantaranya : Penanaman pohon di areal kosong (reboisasi), pengendalian kerusakan hutan dari kebakaran hutan dan lahan, pengelolaan sistem jaringan dan tata air, rehabilitasi hutan dan lahan, pemberantasan pembalakan liar, pencegahan deforestasi dan pemberdayaan masyarakat. pengunaan energi non bahan bakar fosil diganti dengan bahan energi alternatif (energi ramah lingkungan)  dan  penggunaan transportasi yang efisien  (seperti tanportasi masal /publik, tranportasi ramah lingkungan lainnya yang menggunakan energi alternatif) konservasi hutan mangrove dan penyeimbang kualitas lingkungan dan menetralisir bahan-bahan pencemar di laut. PBB sendiri mendorong setiap negara untuk : mengintegrasikan langkah-langkah perubahan iklim ke dalam kebijakan, strategi dan perencanaan nasional meningkatkan pendidikan, peningkatan kesadaran dan kapasitas manusia dan kelembagaan tentang mitigasi, adaptasi, pengurangan dampak dan peringatan dini perubahan iklim melaksanakan komitmen yang dilakukan oleh negara-negara maju pada Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim untuk tujuan memobilisasi bersama $100 miliar per tahun pada tahun 2020 dari semua sumber untuk memenuhi kebutuhan negara-negara berkembang dalam konteks mitigasi yang berarti tindakan dan transparansi implementasi dan mengoperasionalkan Dana Iklim Hijau secara penuh melalui kapitalisasinya sesegera mungkin.
Climate Action (UN Environment)

Upaya untuk melindungi bumi dari efek rumah kaca diantaranya :
  1. Penanaman pohon di areal kosong (reboisasi), pengendalian kerusakan hutan dari kebakaran hutan dan lahan, pengelolaan sistem jaringan dan tata air, rehabilitasi hutan dan lahan, pemberantasan pembalakan liar, pencegahan deforestasi dan pemberdayaan masyarakat.
    Penanaman pohon di areal kosong (reboisasi), pengendalian kerusakan hutan dari kebakaran hutan dan lahan, pengelolaan sistem jaringan dan tata air, rehabilitasi hutan dan lahan, pemberantasan pembalakan liar, pencegahan deforestasi dan pemberdayaan masyarakat.

  2. pengunaan energi non bahan bakar fosil diganti dengan bahan energi alternatif (energi ramah lingkungan)  dan  penggunaan transportasi yang efisien  (seperti tanportasi masal /publik, tranportasi ramah lingkungan lainnya yang menggunakan energi alternatif)
  3. konservasi hutan mangrove dan penyeimbang kualitas lingkungan dan menetralisir bahan-bahan pencemar di laut.

Pembangunan dan komitmen melindungi bumi

Pada tahun 2015, Majelis Umum PBB mengadopsi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dan menetapkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai peta jalan global untuk membantu kita memulihkan alam pada akhir dekade ini.
Keberlanjutan adalah memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka” (Brundtland, 1987).
Pada tahun 2015, Majelis Umum PBB mengadopsi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dan menetapkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai peta jalan global untuk membantu kita memulihkan alam pada akhir dekade ini.
17 Sustainable Development Goals (SDGs)
PBB mendorong setiap negara untuk :
  • mengintegrasikan langkah-langkah perubahan iklim ke dalam kebijakan, strategi dan perencanaan nasional
  • meningkatkan pendidikan, peningkatan kesadaran dan kapasitas manusia dan kelembagaan tentang mitigasi, adaptasi, pengurangan dampak dan peringatan dini perubahan iklim
  • melaksanakan komitmen yang dilakukan oleh negara-negara maju pada Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim untuk tujuan memobilisasi bersama $100 miliar per tahun pada tahun 2020 dari semua sumber untuk memenuhi kebutuhan negara-negara berkembang dalam konteks mitigasi yang berarti tindakan dan transparansi implementasi dan mengoperasionalkan Dana Iklim Hijau secara penuh melalui kapitalisasinya sesegera mungkin.

Protokol Kyoto

Kyoto Protocol to the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCCC) . Protokol Kyoto merupakan sebuah amendemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) yang diadopsi pada Pertemuan Bumi di Rio de Janeiro pada 1992. sebuah persetujuan internasional tentang pemanasan global. 

Protokol Kyoto ini berlaku 16 Februari 2005 dimana negara-negara yang menandatangani (meratifikasi) protokol ini berkomitmen dalam mengurangi emisi gas  karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya. dengan target untuk mengurangi rata-rata cuaca global antara 0,02 °C dan 0,28 °C pada tahun 2050.

Paris Agreement

The 21st Session of the Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change/COP 21 UNFCCC  adalah sidang Konferensi Para Pihak Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim ke-21, yang dilaksanakan pada 2015 dan dihadiri oleh 195 negara yang berhasil melahirkan Paris Agreement to the UNGCCC pada tanggal 12 Desember 2015. 

Persetujuan Paris (Paris Agreement) ini memuat ketentuan
mengenai Kontribusi yang ditetapkan secara nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) yang diharapkan akan diimplementasikan pada tahun 2020

Persetujuan Paris merupakan komitmen bersama tiap negara untuk menahan laju kenaikan suhu rata-rata global dibawah 2°C di atas suhu di masa praindustrialisasi dan melanjutkan upaya untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5°C di atas suhu di masa praindustrialisasi. 

Upaya ini diharapkan akan secara signifikan mengurangi risiko dan dampak merugikan perubahan iklim. 

Pembangunan berkelanjutan dapat didefinisikan sebagai praktik mempertahankan produktivitas dengan mengganti sumber daya yang digunakan dengan sumber daya yang nilainya sama atau lebih besar tanpa menurunkan atau membahayakan sistem biotik alam. 

Pembangunan berkelanjutan mengikat kepedulian bersama terhadap daya dukung sistem alam dengan tantangan sosial, politik dan ekonomi yang dihadapi umat manusia.

Bagaimana sikap Indonesia dalam Persetujuan Paris dan upaya-upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan dalam perannya menurunkan pemanasan global ? selengkapnya silahkan download RUU Ratifikasi Paris Agreement dibawah ini :


Salam Sukses
Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Posting Komentar untuk "Efek Rumah Kaca | Phet colorado"

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.