Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Asesmen Formatif dan Sumatif Kurikulum Merdeka

Asesmen Formatif dan Asesmen Sumatif | Asesmen adalah proses yang dilakukan pendidik dengan pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik,yang akan digunakan dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

    Paradigma Asesmen 

    Asesmen Formatif dan Asesmen Sumatif | Asesmen adalah proses yang dilakukan pendidik dengan pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik,yang akan digunakan dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

    Saya yakin setiap pendidik sudah melakukan dan terbiasa dengan asesmen formatif maupun sumatif, mungkin yang "agak jarang atau tidak pernah" dilaksanakan adalah asesmen diagnostik yang pada kurikulum merdeka sekarang ini menjadi hal yang harus dilakukan.

    Hanya saja fungsi dari hasil asesmen formatif dan sumatif yang telah dilaksanakan dan didokumentasikan tidak berjalan secara maksimal, kalaulah tidak disebutkan "dibiarkan begitu saja" 

    Atau bahkan dalam proses pembelajarannya, para guru hanya melakukan penilaian sebagai ritual penutup, bahwa proses pembelajaran sudah tuntas, sehingga selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus pada asesmen sumatif yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar. 

    Akibatnya hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan dalam pembelajaran.

    Karena fokusnya pada asesmen Sumatif, hasil akhir berupa angka-angka menjadi target, peserta didik di drill di akhir semester untuk menghadapi Ujian, karakter mencontek terus subur, karena rasa takut nilai yang kecil di akhir semester, pendidik yang bermain-main dengan nilai dan berbagai hal lainnya yang rasaya saya kelu mengungkapkan dan merangkai kata-katanya. Saya yakin sobat guru mafhum apa yang saya maksudkan.

    Hal tersebutlah yang harus diubah, pada kurikulum merdeka ini  para guru diharapkan lebih berfokus pada asesmen formatif dibandingkan sumatif sehingga terbangun kesadaran bahwa proses pencapaian tujuan pembelajaran lebih penting dari hanya sebatas hasil akhir, dan menggunakan hasil asesmen formatif untuk perbaikan proses pembelajaran yang berkelanjutan.

    Semangat inilah salah satunya yang menjadi dasar UN ditiadakan dan kelulusan siswa di kembalikan ke satuan pendidikan itu sendiri.

    Fungsi Asesmen Formatif dan Sumatif 

    Asesmen berdasarkan fungsinya mencakup: asesmen sebagai proses pembelajaran (assessment as Learning), asesmen untuk proses pembelajaran (assessment for Learning), dan asesmen pada akhir proses pembelajaran (assessment of learning). 

    Asesmen SEBAGAI proses
    pembelajaran
    (Asessment AS Learning)
    Asesmen UNTUK proses
    pembelajaran
    (Assesment FOR Learning)
    Asesmen PADA AKHIR
    Proses Pembelajaran
    (Assesment Of Learning)
    • Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran
    • berfungsi sebagai asesmen Formatif
    • Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran
    • berfungsi sebagai asesmen Formatif
    • Asesmen untuk evaluasi pada akhir prose pembelajaran
    • berfungsi sebagai asesmen Sumatif

    Fungsi Asesmen Formatif adalah : Mendiagnosis kemampuan awal dan kebutuhan belajar peserta didik.  Umpan balik bagi pendidik untuk memperbaiki proses pembelajaran agar menjadi lebih bermakna.  Umpan balik bagi peserta didik untuk memperbaiki strategi pembelajaran.  Mendiagnosis daya serap materi peserta didik dalam aktivitas pembelajaran di kelas.  Memacu perubahan suasana kelas sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan programprogram pembelajaran yang positif, suportif, dan bermakna.
    Jenis, Fungsi, Teknik dan Aasil Asesmen 

    Berdasarkan jenisnya asesmen dibagi tiga yaitu :
    • Asesmen Diagnostik: adalah asesmen yang dilaksanakan di awal pembelajaran dan awal lingkup materi. lebih lanjut tentang asesmen diagnostik
    • Asesmen Formatif  (As and For learning)
    • Asesmen Sumatif  (For and of learning)

    1. Asesmen Formatif

    1.1. Fungsi 

    Fungsi Asesmen Formatif adalah :
    1. Mendiagnosis kemampuan awal dan kebutuhan belajar peserta didik. 
    2. Umpan balik bagi pendidik untuk memperbaiki proses pembelajaran agar menjadi lebih bermakna. 
    3. Umpan balik bagi peserta didik untuk memperbaiki strategi pembelajaran. 
    4. Mendiagnosis daya serap materi peserta didik dalam aktivitas pembelajaran di kelas. 
    5. Memacu perubahan suasana kelas sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan programprogram pembelajaran yang positif, suportif, dan bermakna.

    1.2. Teknik 

    Berbagai teknik yang bisa dilakukan dalam asesmen formatif diantaranya :
    • praktik (unjuk Kerja)
    • produk
    • proyek
    • fortopolio
    • tes tertulis
    • tes lisan dll

    1.3. Hasil / Dokumentasi

    Hasil dan dokumentasi asesmen formatif dapat berbentuk :
    1. produk hasil belajar
    2. jurnal refleksi peserta didik
    3. rencana tindak lanjut atas hasil asesmen
    4. catatan hasil observasi
    5. catatan anekdotal
    6. nilai berupa angka

    2. Asesmen Sumatif

    2.1. Asesmen sumatif dilaksanakan di akhir lingkup materi

    2.1.1 Fungsi 
    1. Alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu lingkup materi. 
    2. Refleksi pembelajaran dalam satu lingkup materi. 
    3. Umpan balik untuk merancang/perbaikan proses pembelajaran berikutnya. 
    4. Melihat kekuatan dan kelemahan belajar pada peserta didik selama pembelajaran satu lingkup materi.
    2.1.2. Teknik 

    Berbagai teknik asesmen diantaranya :
    • praktik, 
    • produk, 
    • proyek, 
    • portofolio, 
    • tes tertulis, 
    • tes lisan
    2.1,3. Hasil / Dokumentasi
    • produk hasil belajar
    • nilia berupa angka

    2.2. Asesmen sumatif dilaksanakan di akhir semester 

    Asesmen Sumatif di akhir semester pada kurikulum merdeka merupakan pilihan. Satuan pendidikan dapat melakukan sumatif pada akhir semester jika satuan pendidikan merasa perlu mengkonfirmasi hasil sumatif akhir lingkup materi untuk mendapatkan data yang lebih lengkap.

    2.2.1. Fungsi 
    1. Alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik pada periode tertentu. 
    2. Mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian yang telah ditetapkan. 
    3. umpan balik untuk merancang/perbaikan proses pembelajaran semester/tahun ajaran berikutnya (sama seperti fungsi penilaian formatif) 
    4. melihat kekuatan dan kelemahan belajar pada peserta didik (sama seperti fungsi pada asesmen diagnostik)
    2.2.2 Teknik 
    • Praktik
    • Produk
    • Proyek
    • Portofolio
    • Tertulis
    2.2.3. Hasil / Dokumentasi
    • produk hasil belajar
    • nilia berupa angka

    Intrumen Asesmen

    Sebagaimana disebutkan diatas ada beberapa teknik dan intrumen asesmen diantaranya :
    1. Observasi adalah penilaian peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku yang diamati secara berkala. Observasi dapat difokuskan untuk semua peserta didik  atau per individu. Observasi dapat dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/harian.
    2. Kinerja; adalah penilaian yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Asesmen kinerja dapat berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio.
    3. Projek; adalah kegiatan penilaian terhadap suatu tugas meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.
    4. Tes Tertulis; adalah tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis untuk mengukur atau memperoleh informasi tentang kemampuan peserta didik. Tes tertulis dapat berbentuk esai, pilihan ganda, uraian, atau bentuk-bentuk tes tertulis lainnya.
    5. Tes Lisan; adalah pemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta didik menjawab secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal ketika pembelajaran.
    6. Penugasan; adalah pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan.`
    7. Portofolio; adalah kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu.

    Karakteristik Asesmen Formatif dan Sumatif

    FORMATIF SUMATIF
    • Terintegrasi dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung, sehingga asesmen formatif dan pembelajaran menjadi suatu kesatuan. Demikian pula perencanaan asesmen formatif dibuat menyatu dengan perencanaan pembelajaran;
    • Melibatkan peserta didik dalam pelaksanaannya (misalnya melalui penilaian diri, penilaian antarteman, dan refleksi metakognitif terhadap proses belajarnya); 
    • Memperhatikan kemajuan penguasaan dalam berbagai ranah, meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, motivasi belajar, sikap terhadap pembelajaran, gaya belajar, dan kerjasama dalam proses pembelajaran, sehingga dibutuhkan metode/ strategi pembelajaran dan teknik/instrumen penilaian yang tepat.
    • Dilakukan setelah pembelajaran berakhir, misalnya satu lingkup materi, akhir semester, atau akhir tahun ajaran;
    • Pelaksanaannya bersifat formal sehingga membutuhkan perancangan instrumen yang tepat sesuai dengan capaian kompetensi yang diharapkan dan proses pelaksanaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip asesmen;
    • Sebagai bentuk pertanggungjawaban sekolah kepada orang tua dan peserta didik, pemantauan kepada pemangku kepentingan (stakeholder);
    • Digunakan pendidik atau sekolah untuk mengevaluasi efektivitas program pembelajaran.

    Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif

    Pelaksanaan Asesmen Formatif :

    Pelaksanaan asesmen formatif dapat dilakukan dengan memperhatikan hal berikut: 
    • Dilaksanakan bersamaan dalam proses pembelajaran, yang kemudian ditindaklanjuti untuk memberi perlakuan berdasarkan kebutuhan peserta didik serta perbaikan proses pembelajaran. 
    • Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti observasi, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes. 
    • Tindak lanjut yang dilakukan bisa dilakukan langsung dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi. 
    • Pendidik dapat mempersiapkan berbagai instrumen seperti rubrik, catatan anekdotal, lembar ceklist untuk mencatat informasi yang terjadi selama pembelajaran berlangsung.

    Pelaksanaan Asesmen Sumatif:

    Pelaksanaan asesmen sumatif dapat dilakukan dengan memperhatikan hal berikut: 
    • Sumatif dilakukan pada akhir lingkup materi untuk mengukur kompetensi yang dikehendaki dalam tujuan pembelajaran dan pada akhir semester 
    • Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti portofolio, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes. 
    • Hasil sumatif dapat ditindak lanjuti dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi kepada peserta didik maupun proses pembelajaran yang telah dilakukan.

    Untuk memahami mengapa Asesmen Formatif harus lebih diutamakan dibanding Asesmen Sumatif silahkan fahami lebih lanjut paradigma asesmen, tentang  Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset ) dalam Kurikulum Merdeka.

    Bagaimana Mengolah Hasil Asesmen ?

    perdalam lebih lanjut bagaimana memahami asesmen dalam kurikulum merdeka pada mengolah hasil asesmen kurikulum merdeka.

    Demikianlah sekilas tentang asesmen formatif dan sumatif kurikulum merdeka ,Semoga bermanfaat


    Sumber Rujukan :
    • Panduan pembelajaran dan Asesmen, pusat asesmen dan pembelajaran kemdikbudristek
    Panggil saja ADH
    Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

    2 komentar untuk "Asesmen Formatif dan Sumatif Kurikulum Merdeka"

    1. terimakasih paparannya sangat membantu, akan lebih baik jika ada lampiran instrumenya. mk

      BalasHapus
      Balasan
      1. terimakasih masukannya, kita perhatikan, just wait

        Hapus

    Jangan lupa tinggalkan komentar sebagai alat silaturahmi dan jika bermanfaat bisa saudara share, komentar yang memasukan link judi dan hal lainnya yang tidak sesuai norma, akan langsung saya hapus. Terimakasih, Sukses Selalu

    Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.