Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menggunakan dan Merawat Mikroskop

Pendahuluan
Menggunakan Mikroskop
Yang perlu diperhatikan ketika menggunakan Mikroskop
Membawa Mikroskop
Menyimpan dan memelihara mikroskop
Kerusakan yang sering terjadi pada mikroskop
Perbaikan dan perawatan Mikroskop

Pendahuluan

Setelah sebelumnya mengenal mikroskop siswa dan bagian-bagiannya, berikutnya adalah bagaimana merawat mikroskop.
Sengaja saya mengambil tema ini, karena banyak melihat Lab-lab sekolah yang kurang terawat, disebabkan oleh banyak factor tentunya, bisa teknis maupun non teknis, salah satu factor non teknis adalah kurangnya kemampuan laboran /pengelola Lab dalam merawat alat-dan bahan yang ada di lab. Akibatnya pas dibutuhkan alat tersebut tidak bekerja secara maksimal yang akhirnya sangat mempengaruhi keakuratan dalam pengamatan dalam kerja praktikum siswa di lab. Tentunya hal ini tidak diinginkan oleh seobat guru IPA .

Maka keberadaan teknisi laboran yang memiliki kemampuan dalam hal merawat alat dan bahan dilaboratorum sangat dibutuhkan sekali di tiap sekolah.

Salah satu alat wajib dan utama di laboratorium IPA adalah Mikroskop. Sehingga kemampuan dalam merawat dan cara menggunakan yang benar adalah hal yang sangat penting untuk di kuasai.  Atas dasar hal ini saya akan membahas dua seri khusus seputar Mikroskop, sebgai oleh-oleh pelatihan pengelola Lab di Pudak , salah satu topiknya yang sedang anda baca. 

Semoga menjadi bahan berbagai wawasan untuk sobat guru semua, karena biasanya guru IPA otomatis pengelola dan laboran Lab.  

Menggunakan mikroskop

Seperti yang saya sampaikan diatas salah satu yang mempengaruhi kualitas mikroskop adalah perilaku si pemakai. Untuk itu dibawah ini langkah – langkah dalam menggunakan mikroskope
  • Letakkan mikroskop diatas meja yang stabil dan datar, jauhkan dari bak cuci /air dan sumber gas 
  • Periksa kebersihan mikroskop jika mikroskop tidak benar-benar bersih lapoprkan ke laboran
  • Nyamankan diri anda dan sesuaikan posisi anda dengan mikroskop
  • Atur cahaya mikroskope sehingga mendapatkan sumber cahaya yang cukup terang dan bersih
  • Letakan obyek yang akan diamati (sediaan) pada meja obyek/sediaan, pas di lubang cahaya sehingga cahaya masuk dari lubang meja sediaan dari bawah obyek yang akan di amati.
  • Sebelum obyek diamati pastikan anda tahu pasti gerakan menjauh atau mendekatnya lensa obyek dengan mengetahui arah makrometer dan micrometer.
  • Gunakan lensa obyektif terkecil dahulu pembesarannya dan fokuskan bayangan menggunakan makrometer, baru micrometer untuk mempertajam focus, hati-hati menggunakan makrometer/micrometer sehingga tidak menghancurkan obyek/memecahkan kaca obyek.
  • Gunakan pengaturan intensitas cahaya, kondensor, diagfragma untuk memaksimalkan pencahayaan sehingga membantu pengaturan focus oleh makro dan micrometer.
  • Untuk melihat sediaan yang lebih detai maka gunakanpembesaran yang lebih besar. Untuk lensa obyektif 10 x dan 40 x tidak pernah menyentuh obyek.
  • Penggunaan lensa obyektif 100 x teteskan minyak imersi diatas sediaan  kemudian putar lensa 100 x, perjelas dengan menggunakan micrometer.
  • Ketika digunakan lensa obyek menyentuh minyak imersi tapi tidak menyentuh sediaan/obyek pengamatan.

Hal yang perlu di perhatikan setelah menggunakan Mikroskop

  • Putar dahulu lensa obyektif ke pembesaran kecil, baru sediaan di ambil dari meja sediaan
  • Bersihkan dengan kain yang lembut bagian bagian mikroskop yang bukan lensa optic, seperti meja sediaan, kaki dan lengat, kondensor, cermin dll
  • Minyak imersi yang nempel pada lensa obyektif dibersihkan dengan xilol pada kertas lensa. ( xilol berguna dalam melarutkan minyak imersi dan menghindari tergoresnya lensa obyektif.
  • Kotoran dan minyak yang mungkin menempel di lensa obyektif dibersihakan dari permukaan lensa menggunakan kertas lensa untuk menghindari menggumpalnya kotoran dan tumbuhnya jamur.
  • Jauhkan posisi meja sediaan dari lennsa obyektif dengan memutar makrometer/pemutar kasar,kalau menggunakan mikroskop listrik, kecilkan intensitasnya lalu matikan 
  • Simpan mikroskop dalam lemari penyimpanan dan pasang tutupnya untuk melindungi mikroskop dari debu dan kelembaban udara.
   

Membawa Mikroskop

Pegang bagian lengan mikroskop atau statif dengan tangan kanan dan kaki mikroskop oleh tangan kiri, hindari mikroskop terbawa miring atau bahkan terbalik untuk menghindari lepas/jatuhnya  lensa okuler.

Penyimpanan dan Pemeliharaan Mikroskop.

  1. Mikroskop harus disimpan di tempat yang tidak lembab, sejuk namun kering, bebas debu dan uap asam dan basa. Simpan mikroskop dI kotaknya yang telah di berikan/disimpan Silica gel ( bersifat higroskopis = menyerap udara basah/air), kemudian letakan di dalam lemari kaca yang diberi lampu  untuk mencegah tumbuhnya jamur.
  2. Dilamari kaca  tempat penyimpanan pun diberikan silica gel yang disimpan di cawan petri dan diletakan diantara kotak mikroskop, sebaiknya menggunakan silica gel yang memberikan indicator warna seperti warna biru jika sudah jenuh mengikat air dan merah dalam kondisi kering), silica gel yang sudah warna biru bisa dikeringkan kembali atau di oven pada suhu 50-60oC sehingga kembali kering/berwarna merah.
  3. Bagian mikroskop non optic bisa dibersihkan dengan kain fanel yang lembut, dan debu yang terselip disela-sela bagian mikrosko bisa menggunakan kuas kecil /kuas lensa kamera.
  4. Lensa optic mikroskop ( okuler,obyektif dan kondensor) dibersihkan dengan tisu lensa yang diberi alcohol berkadar 70-95% atau menggunakan xylol/xylene, jangan coba-coba membersihkannya menggunakan kain atau tisu biasa.
  5. Sisa minyak imersi pada lensa obyektif dibersihkan dengan xylol/xylene, jangan sampai cairan xylol mengenai bagian mikroskop lain karena bisa merusak. Untuk itu gunakanlah dengan hati-hati.
  6. Sebelum disimpan dilemari bersihkan dulu semua debu  yang mungkin menempel di mikroskop dan atau partikel dan lemak  yang menempel di lensa karena akan merusak lensa dan tumbuh jamur .
  7. Lalukan inventarisasi mikroskop dengan memberikan kode  atau nomor,, buatlah kartu alat yang berisi identitas mikroskop mulai dari merek/type , tahun pengadaan dan sebagainya serta daftar pemakai.

Kerusakan yang sering terjadi pada mikroskop

Mikroskop harus terus dirawat dengan teratur, sehingga fungsinya terjaga dan dapat digunakan dengan lama, sehingga sekolah tidak perlu melalukan pengadaan alat yang sama dalam beberapa waktu.
Lamun tentunya bisa saja terjadi kerusakan pada mikroskop karena perawatan yang tidak maksimal serta sudah umum kelalaian dan ketidak tahuan siswa dalam menggunakan mikroskop seering terjadi. 
Apa saja kerusakan yang biasa dialami oleh sobat guru, silahkan di cek dan dilengkapi yah manakala ada yang tidak terdaftar di bawah ini, agar materinya semakin kaya, sobat semua  bisa ditambahkan di kolom komentar yang biasa dan terjadi kerusakan di sekolah sobat sobat guru sekalian, yang nantinya admin tambahkan dan dilengkapi materinya sehingga  semakin besar manfaatnya :
  1. Lensa kotor, sering terjadi karena siswa mengunakan kurang halus dan hati-hati dimana sering lensa obyektif menyentuh obyek yang basah dan zat pewarna pada sediaan.
  2. Lensa tergores, mengembun, korosi disebabkan oleh kotoran  baik debu, lemak dan cairan lainnya yang menempel di lensa setelah digunakan dan tidak dibersihkan kemudian tersimpan lama /tidak digunakan dalam waktu yang lama. Kerusakan ini permanen akibatnya pembersihan menggunakan larutan pembersih lensa menjadi tidak maksimal.
  3. Makrometer dan micrometer tidak bekeja baik, yaitu sering turun sendiri sehingga meja sediaan turun,
  4. Ensel pada mikroskop macet sehingga sulit bergerak atau berputar sehingga sulit datur.
  5. Korosi pada bagian logam
  6. Mikroskop listrik, kompoenen-komponen inilah yang sering rusak.

Perbaikan dan Perawatan Mikroskop

1. Memperbaiki Mikroskop
  • Bagian tubus yang turun sendiri dapat disebebkan roda gigi pada tubus sudah aus / oli tidak berfungsi, ausnya roda gigi karena aus adalah kerusakan permanen sehingga bagian ini harus di ganti. Roda gigi yang masih bagus jika diputar roda tersebut terasa lengket dan putaran makrometer terasa berat, dudukan tubus stabil.
  • Jika ada bagian yang merasa longgar atau kurang kencang sebaiknya dikencangkan dengn peralatan mekanik umumnya.
  • Tubus yang baik ketika di daik dan turunkan akan memiliki pengunci, sehingga tidak akan turun sendiri dan menyentuh obyek pengamatan serta dapat menghindari pecahnya kaca obyek. Jika sudah longgar perbaiki dengan menyetel sekrup dibagian bawah tubus.
  • Korosi pada bagian mikroskop dapat dihindari dengn cara sering dibersihkan dari debu dan dikeringkan dari basah/lembab , jauhkan dari kondisi lembab dengan tempat penyimpanan yang kering kemudian bagian yang korosi dibersihkan dan bisa di cat kembali dengan cat logam agar korosi tidak berlanjut. 
2. Merawat Mikroskop
  • Tidak meniup lensa obyektif amupun okuler dengan mulut karena udara lembabnya sangat memungkinkan tumbuhnya jamur.
  • Tidak menyentuh lensa dengan tangan karena lemak di tangan bisa menempel dan jangan mengeluarkan lensa obyektid  untuk membersihkan jika tidak diperlukan.
  • Ketika bekerja dengan obyek pengamatan yang basah atau mengunakan imersi mikroskop tidak di miringkan untuk menghindari ceceran minyak imersi . air ke bagian lain mikroskop.
  • tidak menngunakan/menyetel mikroskop dengan paksa apabila ada yang sulit di gunakan.
  • Tidak menukar lensa obyektif dan okuler dengan mikroskop yang berbeda
  • Bagian engsel setiap 6 bulan sekali diberikan pelumas silicon
  • Pada mikroskop listrik, perhatikan penggunaan watt bola lampu agar tidak melebihi wattnya.
  • Senantiasa merawat kotak kayu penyimpan mikroskop sehingga tidak berjamu dan basah walaupun sudah memiliki lemari penyimpan, karena berguna ketika mikroskop digukan di tempat yang jauh

3. Alat dan bahan standar dalam merawat Mikroskop

  1. Kertas lensa /lensa paper/lens tissue
  2. Kain fanel pembersih lensa /micro fiber cleaning cloth
  3. Cotton buds
  4. Air destilasi
  5. Caira npembersih lensa
  6. Xylol/alcohol 70%
  7. Peniup debu/vakum debu
  8. Kuas halus untuk lensa
  9. Lup/kaca pembersa
  10. Obeng halus
  11. Obeng plus/minus
  12. Tang allen
  13. Kunci allen
  14. Oil/pelumas silicon
  15. Oil pemberat
  16. Silica gel
4. Membersihkan Mikroskop
  • Bersihkan mikroskop sebelum dan sesudah pemakaian, ketika mikroskop lama tidak terpakai maka lakaukan pemeriksaan yang rutidn dan pembersihan berkala minimal 6 bulan sekali
  • Lakukan pembersihan mikroskop ditempat yang kering brsih bebas angina dan debu
  • Bagian mikroskop non optic dari logam atau plastic dapat dibersihkan dengan kain lembut seperti fanel untuk debu yang terselip menggunakan kuas halus atau vakum udara/peniup udara
  • Partikel-partikel yang menempel di lensa jangan ditiup oleh mulut tapi gunakan peniup debu/vakum debu
  • Lensa mikroskop optic dibbersihkan dengan tissue lensa yang telah ditetesi air suling/destilasi, atau gunakan alcohol 70%, 
  • Lensa okuler sering bersentuhan degan mata/kulit di wajah maka kemungkinan besar menempel lemak, keringat jari dan wajah maka bersihkan lensa okuler tersebut , walau terlihat bersih dengan tisu lensa.
  • Gunakan tisu lensa sekali pakai 
  • Jangan sekali-kali menggunakan kain biasa untuk membersihkan/mengusap lensa optic karena bisa menggores lensa. Gosok lensa dengna tisu dengan gerakan memutar bukan zigzag lakukan putran dari pusat ke luar pelan saja jangan terlalu kuat karena bisa merusak lensa, gunakan peniup lensa agar serat tisu yang tertinggal bisa hilang.
  • Jika setelah dibersihkan bagiia lensa masih terdapat kotoran, untuk lensa okuler dapat di bongkar, lepaskan tutup ulirnyya dan keluarkan lensanya lalu bersihkan.

Penutup

Selalu banyak cerita riang dan wajah penuh kepuasan serta semangat yang menggebu ketika melihat peserta didik melakukan pembelajaran di dalam laboratorium.saya yakin disanalah salah satu media yang akan mengerakan asa mereka dalam menghadapi masa depan.

Materi lengkapnya ada disini silahkan di Unduh.

Pustaka
  • Tim pudak scientific (2009) panduan contoh-contoh aktivitas biologi unntuk SMP dan sekolah sederajat, Bandung Pudak scientific
  • Kertiasa Nyoman,(2006) laboratoriumsekolah dan pengelolaannya, Bandung; Pudak Scientifik
  • Gambar : dari berbagai sumber.

Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Posting Komentar untuk "Menggunakan dan Merawat Mikroskop"

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.