Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teori Belajar Orang Dewasa

Teori Belajar Orang dewasa | Andragogi (andragogy) berasal dari kata Yunani yaitu andra, yang berarti orang  dewasa dan kata agogi (Agogy) yang berarti aktivitas memimpin dan membimbing sering juga disebut " the art and  science to helping adult a learner".  yaitu seni dan ilmumemimpin / membimbing/mempengaruhi orang dewasa untuk belajar.

Derkenwald dan Merriam menjelaskan pengertian  pendidikan orang dewasa adalah suatu proses belajar yang sistematis dan berkelanjutan pada orang yang berstatus dewasa dengan  tujuan untuk mencapai perubahan pada pengetahuan, sikap, nilai dan  keterampilan. 

Peserta didik pada teori belajar orang dewasa  adalah :
  1. meraka yang berperilaku sebagai orang dewasa, yaitu orang yang melaksanakan peran sebagai orang dewasa
  2. meraka yang mempunyai konsep diri sebagai orang dewasa
Linderman mengidentifikasi beberapa asumsi tentang pembelajar orang dewasa yang dijadikan fondasi teori belajar orang dewasa yaitu sebagai berikut :
  1. pembelajar orang dewasa akan termotivasi untuk belajar karena kebutuhan dan minat dimana belajar akan memberikan kepuasan
  2. orientasi pembelajar orang dewasa adalah berpusat pada kehidupan, sehingga unit-unit pembelajar sebaiknya adalah kehidupan nyata (penerapan) bukan subject matter.
  3. Pengalaman adalah sumber terkaya bagi pembelajar orang dewasa, sehingga metode pembelajaran adalah analisa pengalaman (experiential learning).
  4. Pembelajaran orang dewasa mempunyai kebutuhan yang mendalam untuk mengarahkan diri sendiri (self directed learning), sehingga peran guru sebagai instruktur.
  5. Perbedaan diantara pembelajar orang dewasa semakin meningkat dengan bertambahnya usia, oleh karena itu pendidikan orang dewasa harus memberi pilihan dalam hal perbedaan gaya belajar, waktu, tempat dan kecepatan belajar.
Carl R Rogers (1951) mengajukan konsep pembelajaran  “ Student-Centered Learning” dengan ciri sebagai berikut :
  1. kita tidak bisa mengajar orang lain tetapi kita hanya bisa menfasilitasi belajarnya.
  2. Seseorang akan belajar secara signifikan hanya pada hal-hal yang dapat memperkuat/menumbuhkan “self”nya
  3. Manusia tidak bisa belajar kalau berada dibawah tekanan
  4. Pendidikan akan membelajarkan peserta didik secara signifikan bila tidak ada tekanan terhadap peserta didik, dan adanya perbedaan persepsi/pendapat difasilitasi/diakomodir
Andragogi mulai digunakan di Netherlands oleh professor T.T Ten have pada tahun 1954 dan pada tahun 1959 ia menerbitkan garis-garis besar “Science of Andragogy

Model andragogi mempunyai konsep bahwa : 
  • kebutuhan untuk tahu (The need to know), 
  • konsep diri pembelajar ( the learner’s concept),
  • peran pengalaman pembelajar (the role of the leaner’s experience), 
  • kesiapan belajar ( readiness to learn), 
  • orientasi belajar (orientation of learning) dan 
  • motivasi lebih banyak ditentukan dari dalam diri si pembelajar itu sendiri.
Didalam pembelajaran orang dewasa tidak sepenuhnya harus menggunakan model andragogi, tetapi bisa digabung model pedagogi. Jika pembelajarnya belum mengetahui atau sangat asing dengan materi yang disampaikan tentunya kita bisa menggunakan model pedagogi pada awal-awal pertemuan untuk mengkonstruksi pengalaman dengan pengetahuan yang baru didapatkan, selanjutnya bisa digunakan model andragogi sebagai penguatan dan pengembangan.

Prinsip  Mengajar Berdasarkan Teori Belajar Orang Dewasa

Gagne membagi teori belajar dalam 3 famili :
  • conditioning
  • modelling
  • kognitif
Kingsley dan Garry membagi teori belajar dalam 2 bagian yaitu ;
  • teori stimulus-respon
  • teori medan
Taba membagi teori belajar menjadi 2 famili :
  • teori asosiasi atau behaviorisme
  • teori organismik, gestalt dan teori medan
Robert L. Gagne (1973) menjelaskan bahwa pembelajaran menjadi proses penyediaan/pemberian fasilitas kepada peserta didik.
Hilgrad mengidentifikasi dua puluh prinsip dari tiga famili teori belajar yang berbeda yaitu teori S (stimulus) – R (response), teori kognitif, dan teori motivasi dan kepribadian yang sangat berguna dalam pembelajaran yaitu :

a) Prinsip S –R
  1. Pembelajar harus aktif, dan bukan hanya pendengar dan pemirsa yang aktif
  2. Pengulangan tetap penting, untuk pembentukan skill, maupun ingatan melalui belajar berulang-ulang (overt learning)
  3. Reinfrocement (penguatan) adalah penting sebagai hadiah bagi yang menjawab/mengerjakan tugas dengan baik.
  4. Generalisasi dan kemampuan membedakan (discrimination) perlu dilatih dalam berbagai konteks, sehingga belajar menjadi cocok untuk berbagai situasi.
  5. Perilaku/tingkah laku yang diidolakan dapat dibentuk melalui model /pemodelan
  6. Dorongan/motivasi sangat penting dalam belajar
  7. Konflik dan frustasi sering muncul ketika pembelajar menghadapi kesulitan dalam proses belajar membedakan (diskriminasi)
b). Prinsip-prinsip dalam Teori kognitif
  1. Gambaran tentang problem yang diberikan kepada pembelajar adalah kondisi yang penting dalam belajar oleh karena itu masalah/problem harus disajikan dalam struktur yang sistematis, sehingga mudah dipelajari oleh peserta didik
  2. Organisasi pengetahuan harus disusun mulai dari konsep yang sederhana menuju ke konsep yang kompleks
  3. Belajar secara budaya adalah relative, sehingga kultur yang dimiliki pembelajar mempengaruhi proses belajarnya
  4. Umpan balik kognitif, digunakan untuk mengoreksi pengetahuan dan kesalahan pembelajar dalam proses pembelajaran
  5. Penentuan tujuan oleh pembelajar penting sebagai motivasi dalam belajar, sukses maupun kegagalan mempengaruhi bagaimana ia menentukan tujuannya
  6. Berpikir divergen dapat digunakan dalam memecahkan masalah – masalah demikian berpikir konvergen.
c). Prinsip-prinsip Teori Motivasi dan Kepribadian
  1. Kemampuan pembelajar sangat penting sehingga program harus dibuat bagi pembelajar yang lambat, pembelajar yang cepat, dan untuk mereka yang mempunyai kemampuan khusus.
  2. Perkembangan setelah lahir adalah sama pentingnya dengan faktor bawaan oleh karena itu harus difahami karena akan mempengaruhi perkembangannya.
  3. Belajar secara budaya bersifat relative sehingga budaya bawaannya akan mempengaruhi belajarnya
  4. Tingkat kecemasan dapat menguntungkan tetapi dapat pula merugika karena mempengaruhi kebenarannya dalam belajar.
  5. Situasi yang sama mungkin cocok untuk pembelajar tertentu, tetapi tidak cocok untuk yang lain.
  6. Organisasi motif dan nilai-nilai (values) dalam diri pembelajar adalah relevan, sehingga tujuan jangka jauh mempengaruhi kegiatan-kegiatan belajarnya.
  7. Iklim belajar dalam grup (kompetisi VS kerjasama, otoriter VS demokrasi, Individu VS grup) akan mempengaruhi keputusan dalam belajar, dan hasil belajar (Hilgrad dan Bawer, 1996).
Menurut Robert Gagne belajar meliputi hierarki tertentu. Ada 8 jenis proses mental yaitu sebagai berikut :
  1. belajar isyarat
  2. belajar stimulus-respon
  3. belajar motorik
  4. belajar berangkai
  5. belajar membedakan berganda
  6. belajar konsep
  7. belajar aturan
  8. belajar pemecahan masalah.

Konsep Pembelajaran Berdasarkan teori belajar Orang Dewasa

Menurut Rogers kunci yang kritis akan peran guru adalah hubungan antara guru dan peserta didik/peserta didik. Kualitas perilaku guru yang dipenuhi adalah :
  1. keaslian/ketulusan
  2. adanya kepedulian, penghargaan, kepercayaan dan respek
  3. pengertian yang empati dan senstitive serta mendengarkan persoalan peserta didik

Faktor yang mempengaruhi belajar orang dewasa

Secara umum ada dua faktor yang mempengaruhi belajar orang dewasa yaitu : 
  • faktor internal meliputi ; faktor fisiologi dan psikologi
  • faktor eksternal; meliputi semua faktor dari luar seperti fisik, sosial, alam sekitar, kurikulum, bahan ajar, metode pembelajaran, sistem evaluasi, dan kemampuan berpikir.
  • Faktor fisiologi; meliputi : pendengaran, penglihatan, dan kondisi fisiologi lainnya.
  • Faktor psikologis ;meliputi : kecerdasan, motivasi, ingatan, lupa, kebutuhan, perhatian, dan kemampuan berpikir.


Berbeda dengan pendekatan pedagogi pada umumnya, pendekatan andragogi disebut “model proses”. Dalam pendekatan andragogi, seorang guru mempersiapkan terlebih dahulu sejumlah prosedur untuk melibatkan pembelajar dalam belajar.
  1. menciptakan kondisi yang kondusif untuk belajar bagi pembelajar orang dewasa.
  2. Menciptakan mekanisme perencanaan
  3. Mendiagnosis kebutuhan belajar
  4. Memformulasikan tujuan program yang memenuhi kebutuhan institusi, pembelajar dan masyarakat
  5. Merencanakan pola pengalaman belajar
  6. Melaksanakan pengalaman belajar (kegiatan) yang sesuai dengan materi dan metode pembelajaran, dan
  7. Melaksanakan evaluasi hasil belajar dan mendiagnosa ulang kebutuhan belajar (Knowles, 1980).

Proses pembelajaran di kelas adalah proses yang kompleks,  Teori belajar diharapkan dapat memberi sumbangan untuk memahaminya.

Salam sukses guru Indonesia

Teori Belajar lainnya jangan dilewatkan:

Sumber Rujukan :
Materi Bintek Fasilitator dan Istruktur Kur 2013Mata pelajaran IPA  Kemdikbud 2017
Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Posting Komentar untuk "Teori Belajar Orang Dewasa"

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.