Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hybrid Learning dan Implementasinya

Hybrid learning atau disebut juga blended learning merupakan kombinasi antara metode tatap muka(PTM)   dan PJJ dengan penggunaan teknologi informasi/e-learning.
Dengan dikeluarkannya Keputusan Bupati Sumedang nomor 352 tahun 2021 tanggal 27 Agustus 2021  tentang Penetapan pelaksanaan kegiatan Pembelajaran tatap muka terbatas  pada semua jenjang pendidikan diwilayah  kabupaten Sumedang Semester ganjil tahun pelajaran 2021-2022, yang dilaksanakan secara bertahap sesuai kesiapan satuan pendidikan.
 
Ditindak lanjuti dengan surat keputusan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang no 423/2432/Disdik/2021 tentang teknis pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah secara terbatas dan bertahap untuk semua jenjang dan jenis pendidikan,  menandai babak baru pada  tahapan kehidupan new normal dalam dunia pendidikan khususnya di kabupaten Sumedang.

Dalam situasi dan kondisi apapun ,proses pembelajaran yang berkualitas merupakan kewajiban lembaga pendidikan dan pendidik yang harus terus diupayakan, salah satunya dengan mengimplementasikan  teknologi dalam  memberikan pelayanan  yang  prima  untuk kemajuan peserta didik.

Adanya bencana Pandemic Covid -19 telah mempercepat sistem pembelajaran yang semula tatap muka (face to face) didalam ruang kelas menjadi pembelajaran jarak jauh (distance learning).

Pembelajaran yang paling bijak bagi  peserta didik saat ini adalah dengan mengakomodir pembelajaran tatap muka dan  daya  dukung  teknologi  informasi yang mumpuni. Pembelajaran tersebut disebut  hybrid  learning. 

Hibrid Learning dan implementasinya.

Pada awalnya pembelajaran hibrid learning ini banyak digunakan oleh sekolah-sekolah terbuka atau perguruan tinggi yang mengaplikasikan pembelajaran daring.

Seiring waktu pembelajaran online  dengan teknologi digitalnya,  yang awalnya sebagai pengganti dari pembelajaran tatap muka yang tidak bisa dilaksanakan karena pandemic covid 19 telah menunjukkan dan membuktikan bahwa teknologi informasi menjadi panglima dalam menjawab permasalahan tersebut, dan telah menjadi kebiasaan baru (new normal) serta menisbatkan dirinya sebagai  ciri kehidupan  abad 21 ini.

Hybrid learning atau disebut juga blended learning merupakan kombinasi antara metode tatap muka(PTM)   dan PJJ dengan penggunaan teknologi informasi/e-learning. 

Bersin (2004) mendefinisikan hybrid learning sebagai "the combination of different training "media" (technologies, activities, and types of events) to create an optimum training program for a specific audience. The term "blended" means that traditional instructor-led training is being supplemented with other electronic formats. In the context of this book, blended learning programs use many different forms of learning, perhaps complemented with instructor-led  training  and  other  live formats".

Yaitu  model pembelajaran yang mengkombinasikan  pengajaran secara face-to-face dengan metode pengajaran berbasis komputer baik secara offline maupun online / pembelajaran bermediasi teknologi (technology mediated instruction) untuk  membentuk suatu pendekatan pembelajaran yang berintegrasi. 

Sehingga pembelajaran berbasis blended learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan  strategi penyampaikan pembelajaran menggunakan kegiatan tatap muka, pembelajaran berbasis komputer secara offline, dan komputer secara online.

Kenapa harus hybrid learning

  • Teknologi informasi memungkinkan belajar dimana saja kapan saja, dengan sistem cloud computing berupa sistem layanan penyimpanan data yang terintegrasi  dengan berbagai aplikasi internet.  sehingga Pembelajaran jarak jauh (PJJ/distance learning) secara online mampu  mengatasi keterbatasan ruang dan waktu serta produktifitas yang tinggi dengan performa yang serba cepat, efisien, serta bisa dimana saja selama ada akses internet. 
  • Generasi Z , adalah generasi yang dalam kehidupannya menggunakan  teknologi informasi (Internet of thing/IoT). BPS (2015) menyebutkan Saat ini populasi generasi Z yang berada pada usia aktif sekolah baik pada tingkat sekolah dasar maupun pada tingkat pendidikan tinggi sangatlah besar 
  • New normal , pembelajaran online bukan lagi pilihan atau pengganti sebagaimana situasi kemarin, dengan adanya Covid 19. Namun  pembelajaran hidbrid learning telah  menjadi tahapan dalam revolusi industry 4.0 yang disebut  IoT (internet of thing), bahwa segala sesuatu dan sendi kehidupan sudah berbasis internet.
  • Pembelajaran berbasis hybrid learning, di samping dapat  meningkatkan hasil belajar, bermanfaat pula untuk meningkatkan hubungan komunikasi pada tiga mode pembelajaran yaitu lingkungan pembelajaran yang berbasis ruang kelas tradisional,     yang hybrid, dan yang sepenuhnya online.  
  • Para  peneliti memberikan bukti yang menunjukkan bahwa Hybrid learning menghasilkan perasaan berkomunitas lebih kuat antar peserta didik daripada pembelajaran tradisional atau sepenuhnya online.

Dimana dan bagaimana posisi serta peran Guru ?

Darling- Hammond (2006) yang mengungkapkan . “those 21st-century teachers are required not only to be able to teach and manage classroom activities effectively, but also to be able to build effective relationships with students and the school community, use technology to support the improvement of teaching quality, and to reflect and continuously improve their learning practices.”

Posisi guru pada era revolusi industri 4.0 cenderung sebagai fasilitator yang memberikan informasi terbaru terkait perkembangan ilmu pengetahuan kepada peserta    didik    dari    berbagai    sumber,  sehingga guru harus memiliki kompetensi di bidang teknologi dan digital.

Untuk itulah Kemdikbud telah  mensyaratkan kompetensi digital minimal seorang guru yang harus dikuasai dalam pembelajaran digital. Silahkan simak DISINI

Karakteristik unik Generasi Z berbeda dengan karakter yang dimiliki oleh generasi-generasi sebelumnya. implikasi teknologi yang sangat kuat ini tercermin pada,  ketergantungan generasi Z terhadap gadget serta durasi konsentrasi yang singkat (Ozkan & Solmaz, 2015).  

Menghadapi generasi Z yang sangat dekat dengan teknologi, serta memiliki kecenderungan hiperaktif, yang penuh percaya diri, dan mudah sekali bosan, inovasi dan terobosan guru dalam metode pengajaran sangat diperlukan, di mana guru berperan sebagai fasilitator (Kelly, 2008). 

Guru memerlukan strategi jitu yang memberikan kesempatan yang seluas-luasnya pada siswa untuk bereksperimen dan eksplorasi pada sebuah topik.

Hybrid Learning dan Implementasinya

Secara singkat dan mudah dipahami Sumar Hendayana Ph.D Presiden ALSI dan Penggerak komunitas belajar online di Forum lesson studi Kabupaten Sumedang telah memberi rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam  implementasi pembelajaran hibrid learning
Sumber : Slide presentasi Sumar Hendayana,Ph.D

Secara singkat dan mudah dipahami Sumar Hendayana Ph.D Presiden ALSI dan Penggerak komunitas belajar online di Forum lesson studi Kabupaten Sumedang pada pertemuan edisi bulan Mei 2021 memaparkan rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam  implementasi pembelajaran hibrid learning diantaranya :

1. Prose pembelajaran tatap muka disekolah 

  • Bukan menyampaikan materi
  • Memfasilitasi siswa dengan isu /problem kontekstual
  • Perbanyak sharing temuan BDR 
  • Memilih dan memililah materi esensial yang mengacu pada AKM Numerasi dan Literasi
Hybrid learning atau disebut juga blended learning merupakan kombinasi antara metode tatap muka(PTM)   dan PJJ dengan penggunaan teknologi informasi/e-learning.

2. Proses PJJ /BDR (belajar dirumah)

  • Secara daring bisa menggunakan google meet dan classroom
  • Bukan menyampaikan materi
  • Pembelajaran berbasis proyek
  • Observasi percobaan harian
  • Sharing laporan kemajuan proyek.

Salam Sukses

Sumber rujukan tulisan Hybrid Learning dan implementasinya adalah :

  • Slide presentasi Sumar Hendayana,Ph.D yang disampaikan pada pertemua Bulan mei 2021 Komunitas Belajar online/forum LS Sumedang
  • Yusuf E, 2016 .Pembelajaran berbasis teknologi untuk generasi z .jurnal widyakala volume 3 maret 2016
  • Verawati dan Desprayoga,2019.Solusi Pembelajaran 4.0 : Hybrid Learning. Makalah 
  • Purwahida, Rahmah,2019.Teachers Understanding on Design Modul of Hybrid Learning. Jurnal ISLLAE Volume 1 Issue 2,July 2019
  • Setiawan,Risky dkk,2019. Efektifitas Blended Learning dalam inovasi pendidikan era industri 4.0 pada mata kuliah teori tes klasik. Jurnal inovasi teknologi pendidikan : volume 6 no 2, Oktober 2019



Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Post a Comment for "Hybrid Learning dan Implementasinya"

Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang berasal dari sumber media lainnya, HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.
Masukan Email Anda, agar tidak tertinggal & menerima artikel perkembangan Pendidikan terbaru :