Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Karakteristik Peserta Didik Abad 21

Karakteristik Peserta Didik Abad 21 | Diabad 21 ini Teknologi akan menjadi leader penentu peradaban manusia, dia akan merubah apapun yang berhubungan dengan kehidupan manusia termasuk wajah dunia pendidikan. Perubahan cepat yang disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi menyeret dunia pendidikan itu sendiri untuk siap berubah.

Masa depan adalah milik peserta didik yang ada dihadapan kita saat ini, maka  perubahan adalah hal yang harus dilakukan untuk menyiapkan peserta didiknya agar mampu bersaing  mampu memilah dan memilih nilai-nilai yang menyertainya. 

Perkembangan teknologi ini bagai dua mata uang yang bisa membawa nilai dan dampak positif dan negatif sekaligus, disinilah peran guru abad 21 dalam mendampingi peserta didiknya untuk bisa bijak dan memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya.

Karakteristik Peserta Didik Abad 21 | Diabad 21 ini Teknologi akan menjadi leader penentu peradaban manusia, dia akan merubah apapun yang berhubungan dengan kehidupan manusia termasuk wajah dunia pendidikan. Perubahan cepat yang disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi menyeret dunia pendidikan itu sendiri untuk siap berubah.  Masa depan adalah milik peserta didik yang ada dihadapan kita saat ini, maka  perubahan adalah hal yang harus dilakukan untuk menyiapkan peserta didiknya agar mampu bersaing  mampu memilah dan memilih nilai-nilai yang menyertainya.   Perkembangan teknologi ini bagai dua mata uang yang bisa membawa nilai dan dampak positif dan negatif sekaligus, disinilah peran guru abad 21 dalam mendampingi peserta didiknya untuk bisa bijak dan memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya.
Sumber Gb:Marc Thele dari Pixabay

Untuk mendampingi peserta didik abad 21, para pendidik harus mengetahui dan mengenal  karakteristik peserta didik abad 21. berikut ini saya kutip  karakteristik peserta didik abad 21 dari modul 2 PPG "Peran Guru dalam Pembelajaran abad 21" yang disusun oleh Dr. Pujriyanto,M.Pd. 


Karakteristik peserta didik abad 21 Generasi z menyukai kebebasan dalam belajar (self directed learning) mulai dari menganalisis kebutuhan belajar, menentukan tujuan belajar, mengidentifikasi sumber belajar, memilih strategi belajar, dan mengevaluasi keberhasilan belajarnya sendiri. Generasi z senang mempelajari hal-hal baru yang praktis akibatnya mudah beralih fokus dan konsentrasi belajarnya meskipun memiliki kecukupan waktu untuk mempelajarinya. Generasi Z merasa nyaman dan tenang dengan lingkungan yang terkoneksi jaringan internet karena memenuhi hasrat online untuk berselancar, berkreasi, berkolaborasi, dan membantu berbagi informasi sebagai bentuk partisipasi. Generasi z lebih suka berkomunikasi dengan gambar images, ikon, dan simbol- simbol daripada teks. mereka  tidak betah berlama-lama mendengarkan celoteh guru, sehingga lebih tertarik bereksplorasi daripada mendengarkan ceramah dan penjelasan guru. Generasi z memiliki rentang perhatian pendek (short attention span) atau bisa juga disebut mereka itu sulit untuk berkonsentrasi dalam jangka waktu lama.  menyukai aksesibilitas internet cepat misalnya smartphone dengan loading dibawah 7 detik. Rentang perhatian manusia semakin pendek ada di kisaran 8 detik (Glum, 2015).   Berinteraksi secara kompleks dengan media seperti smartphone, televisi, laptop, desktop, dan iPod.  Generasi z lebih suka membangun eksistensi virtual di media sosial daripada di lingkungan nyata dan cenderung memilih menggunakan aplikasi seperti Snapchat, Secret dan Whisper, twiter, dan lain sebagainya.

Karakteristik peserta didik abad 21

  1. Generasi z menyukai kebebasan dalam belajar (self directed learning) mulai dari menganalisis kebutuhan belajar, menentukan tujuan belajar, mengidentifikasi sumber belajar, memilih strategi belajar, dan mengevaluasi keberhasilan belajarnya sendiri.
  2. Generasi z senang mempelajari hal-hal baru yang praktis akibatnya mudah beralih fokus dan konsentrasi belajarnya meskipun memiliki kecukupan waktu untuk mempelajarinya.
  3. Generasi Z merasa nyaman dan tenang dengan lingkungan yang terkoneksi jaringan internet karena memenuhi hasrat online untuk berselancar, berkreasi, berkolaborasi, dan membantu berbagi informasi sebagai bentuk partisipasi.
  4. Generasi z lebih suka berkomunikasi dengan gambar images, ikon, dan simbol- simbol daripada teks. mereka  tidak betah berlama-lama mendengarkan celoteh guru, sehingga lebih tertarik bereksplorasi daripada mendengarkan ceramah dan penjelasan guru.
  5. Generasi z memiliki rentang perhatian pendek (short attention span) atau bisa juga disebut mereka itu sulit untuk berkonsentrasi dalam jangka waktu lama.  menyukai aksesibilitas internet cepat misalnya smartphone dengan loading dibawah 7 detik. Rentang perhatian manusia semakin pendek ada di kisaran 8 detik (Glum, 2015).  
  6. Berinteraksi secara kompleks dengan media seperti smartphone, televisi, laptop, desktop, dan iPod. 
  7. Generasi z lebih suka membangun eksistensi virtual di media sosial daripada di lingkungan nyata dan cenderung memilih menggunakan aplikasi seperti Snapchat, Secret dan Whisper, twiter, dan lain sebagainya.

Peran Pendidik dan apa yang harus dilakukan

sebagamana di jelaskan diatas karakteristik generasi ini adalah generasi yang sangat dengan mudah mengakses informasi apapun,kapanpun dan dimanapun , semuanya sudah berada dalam gemgaman tanganya, mereka mampu mengambil sumber dan melacak sumber informasi dari sumber-sumber pencarian digital, dan mengakses Big Data.

Sehingga pembelajaran tidak lagi bisa berpusat kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi, tetapi harus sudah beralih dengan berpusat kepada peserta didik. bagaimana cara mengetahui apakah pembelajaran kita berpusat kepada guru atau berpusat pada peserta didik, lakukan pengukuran proses pembelajaran kita dengan mengunakan TBLA.

Berikan  kepercayaan dalam melacak, menemukan, mengelola, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu dengan memanfaatkan beragam perangkat dan sumber yang dimiliki. 
Lalu dimana peran pendidik ? Menurut Pujiryanti (2019:25) sedikitnya ada 6 peran pendidik dalam mendampingi peserta didik . Dampingi mereka dalam untuk mengembangkan keterampilan abad 21: cara memvalidasi informasi,  cara mensintesa informasi,  cara mengambil manfaat dari informasi,  cara mengkomunikasikan informasi kepada orang lain dengan baik,  menggabungkan informasi secara kolaboratif, dan  cara menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah yang produktif.  Iklim positif bagi generasi z yang perlu dibangun para pendidik diantaranya : ketika pembelajaran berpusat kepada guru, biasanya guru berdiri di depan kelas dan di tengah kelas sebagai satu- satunya sumber dan pusat perhatian. maka hal itu harus diubah, jadikan siswa sebagai pusat belajar (student centered learning) Ingatlah teknologi digital adalah infrastruktur belajar yang digemari bagi generasi z. Guru lebih berperan dan bertindak sebagai mentor pendamping, pembimbing, dan pelatih dengan kebijaksanaan, pengetahuan, dan pengalaman. Lakukan monitoring kemajuan dan pemahaman konsep-konsep kunci hasil eksplorasi oleh peserta didik di dunia digital. Penuhi hasrat peserta didik berselancar di dunia maya atau beraktivitas nyata untuk dapat menimbulkan antusiasme. Kurangi kebiasaan meminta peserta didik sekedar mendengarkan penjelasan guru. Memotivasi peserta didik untuk mencapai tujuan yang telah dipilih oleh mereka sendiri  melalui inspirasi-inspirasi baru (self Regulating learning)  Contohnya guru menyediakan forum berdiskusi secara online melalui instagram, facebook atau whatsapp group di sore hari sehingga menjadi perbincangan menyenangkan dipagi harinya atau pertemuan berikutnya. Berikan saran atas proses dan hasil belajar peserta didik sehingga perlu memfokuskan diri kepada monitoring proses belajar peserta didik. Misalnya guru menyediakan wadah untuk mengunggah dan mengkomunikasikan karya peserta didik kemudian guru memberikan komentar konstruktif secara berkala. misalnya pada google sites, Blog, sway dan aplikasi serupa lainnya  Berikan tugas-tugas dan pembelajaran yang variatif,kuasai dan hadirkan  model-model pembelajaran abad 21,  transisikan kelas konvensional yang terkungkung ke kelas yang menghilangkan sekat-sekat tersebut (merdeka belajar) dengan mengintegrasikan teknologi dan pembelajaran maya (virtual) sesuai kebutuhan generasi z . Namun jangan lupa memanfaatkan sumber belajar lingkungan fisik dan dikombinasikan dengan sumber belajar digital.  Ingatlah sumber digital bersifat memperkaya namun interaksi dengan lingkungan fisik adalah sumber belajar yang kaya. (Hybrid Learning) Jadilah guru yang perhatian namun menarik perhatian, cintai bidang dan mata pelajaran yang diampu dan cintai peserta didiknya

Lalu dimana peran pendidik ?

Menurut Pujiryanti (2019:25) sedikitnya ada 6 peran pendidik dalam mendampingi peserta didik (generasi z) dalam mengembangkan keterampilan abad 21:
  1. cara memvalidasi informasi, 
  2. cara mensintesa informasi, 
  3. cara mengambil manfaat dari informasi, 
  4. cara mengkomunikasikan informasi kepada orang lain dengan baik, 
  5. menggabungkan informasi secara kolaboratif, dan 
  6. cara menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah yang produktif. 
Iklim positif bagi generasi z yang perlu dibangun para pendidik diantaranya :
  1. ketika pembelajaran berpusat kepada guru, biasanya guru berdiri di depan kelas dan di tengah kelas sebagai satu- satunya sumber dan pusat perhatian. maka hal itu harus diubah, jadikan siswa sebagai pusat belajar (student centered learning) Ingatlah teknologi digital adalah infrastruktur belajar yang digemari bagi generasi z.
  2. Guru lebih berperan dan bertindak sebagai mentor pendamping, pembimbing, dan pelatih dengan kebijaksanaan, pengetahuan, dan pengalaman. Lakukan monitoring kemajuan dan pemahaman konsep-konsep kunci hasil eksplorasi oleh peserta didik di dunia digital. Penuhi hasrat peserta didik berselancar di dunia maya atau beraktivitas nyata untuk dapat menimbulkan antusiasme. Kurangi kebiasaan meminta peserta didik sekedar mendengarkan penjelasan guru. lebih lanjut cek filosofi belajar Kihajar Dewantara.
  3. Memotivasi peserta didik untuk mencapai tujuan yang telah dipilih oleh mereka sendiri  melalui inspirasi-inspirasi baru (self Regulating learning)  Contohnya guru menyediakan forum berdiskusi secara online melalui instagram, facebook atau whatsapp group di sore hari sehingga menjadi perbincangan menyenangkan dipagi harinya atau pertemuan berikutnya.
  4. Berikan saran atas proses dan hasil belajar peserta didik sehingga perlu memfokuskan diri kepada monitoring proses belajar peserta didik. Misalnya guru menyediakan wadah untuk mengunggah dan mengkomunikasikan karya peserta didik kemudian guru memberikan komentar konstruktif secara berkala. misalnya pada google sites, Blog, sway dan aplikasi serupa lainnya 
  5. Berikan tugas-tugas dan pembelajaran yang variatif,kuasai dan hadirkan  model-model pembelajaran abad 21,  transisikan kelas konvensional yang terkungkung ke kelas yang menghilangkan sekat-sekat tersebut (merdeka belajar) dengan mengintegrasikan teknologi dan pembelajaran maya (virtual) sesuai kebutuhan generasi z . Namun jangan lupa memanfaatkan sumber belajar lingkungan fisik dan dikombinasikan dengan sumber belajar digital.  Ingatlah sumber digital bersifat memperkaya namun interaksi dengan lingkungan fisik adalah sumber belajar yang kaya. (Hybrid Learning)
  6. Jadilah guru yang perhatian namun menarik perhatian, cintai bidang dan mata pelajaran yang diampu dan cintai peserta didiknya 
Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Posting Komentar untuk "Karakteristik Peserta Didik Abad 21"

Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang berasal dari sumber media lainnya, HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.