Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa tidak boleh berhenti belajar

"Guru yang profesional adalah guru yang tidak berhenti pada satu titik. Tapi continue dan terus berkembang dan tidak pernah berhenti untuk belajar ", (Yaswardi Direktur GTK dikmen diksus Depdikbud)
Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih  kepada rekan, teman, sejawat di SMPN 4 Sumedang, para pendidik kabupaten Sumedang dan seluruh Indonesia dengan berbagai komunitas para guru bloger dan para bloger Indonesia yang saling suport dan tentunya para pengunjung blog www.gurusumedang.com semenjak di luncurkan ditengah-tengah Pandemi covid-19 sampai dengan sekarang sudah banyak perubahan signifikan yang sebelumnya tidak saya pikirkan,.

Sebagaimana tegaknya tubuh yang tersusun atas berbagai susunan tulang dan sistem fisiologi yang komplek, atau sebagaimana manusia yang disebut Homo sapiens,  mahluk cerdas  yang keberadaannya tergantung dan tidak bisa telepaskan dari manusia lainnya (mahluk sosial yang cerdas), ditengah tegak dirinya ada peran yang menopang dan nilai-nilai orang lain yang menyertainya, yang menjadi bagian dari ekosistem kehidupan. 

Terimakasih...

Wah ucapan Terimakasih, memang keberhasilan apa yang sudah didapat ? 
biasanya kita mengucapkan terimakasih atas kesuksesan-kesuksesan yang diraih, kebahagiaan yang direngkuh, lalu apa nih Keberhasilan nya ? 
terimakasih atas segala bantuan dan dukungannya walau keberhasilan itu masih jauh dari dekapan.



Berikut beberapa lomba blog yang pernah diikuti :

No Artikel yang ikut dilombakan  Penyelenggara  Hasil
1 Menghalau Kejenuhan di masa Pandemi PGRI Pusat Peringkat 6 dari 227 peserta Nasional
2 Gaya Komunikasi dalam mencegah kekerasan Berbasis Gender  KEMDIKBUD Peringkat 20 besar tingkat Nasional Pendidik SD-SMP-SMA/SMK

3 Eureka! Asus VivoBook 14 A416 Laptop keren Produktifitas Tinggi ASUS
INDONESIA
Partisipan
4 UKM jalan Keluar dari Resesi Ekonomi MASTER WEB Partisipan


Semuanya tidak berhasil sesuai harapan, padahal dukungan dari rekan , teman dan sejawat begitu besar baik dengan doa, komentar dan masukan-masukannya.

Namun justru dari proses itulah saya berterimakasih karena banyak hal yang bisa di jadikan pelajaran dan nilai - nilai kehidupan yang terus bertambah  dan berharga,  John C Maxwell mengatakan " kekhawatiran akan menghambat tindakan , tiadanya tindakan akan menuntun pada tidak adanya pengalaman, tiadanya pengalaman akan menuntun pada ketidaktahuan dan ketidaktahuan menuntun pada kekhawatiran " dan tanpa dukungan dari teman, rekan dan sejawat pengalaman-pengalaman  baru ini tidak akan saya dapatkan.

Meminjam istilah para binaragawan " No Pain No Gain"  murodif dengan peribahasa yang sudah biasa kita ucapkan " berakit-rakit kehulu berenang renang ketepian" semoga proses tersebut sebagaimana Thomas Alva Edison yang berhasil menjadi orang besar dari kegagalan, seseorang dengan ribuan paten dan memberikan kemaslahan kepada manusia dengan bola lampunya.

Penulis Michael H Hart menobatkannya di urutan ke-38 "Seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah" dimana sebelumnya penulis barat ini menempatkan Nabiyulloh Muhammad SAW diurutan pertama pada buku tersebut.

Tanpa menafikan apa yang telah dicapai, tentunya setiap insan harus senantiasa bersyukur, dan ini adalah rasa syukur saya atas segala perjalanan dan dukungan dari rekan dan sejawat semuanya walau apa yang diraih masih jauh dari yang dicita-citakan. namun perjalanan dan proses yang dialami mengajarkan kepada saya banyak hal. 

Terimakasih

Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda

failure is not a mistake, but wrong when silent for fear of failure
Menyelami kalimat tersebut, bahwa kegagalan bukan kesalahan, namun kesalahan manakala berhenti mencoba dan takut gagal.

Thomas Alva  Edison yang lahir 1847 dikota Milan,Ohio Amerika Serikat ini hanya mengeyam bangku sekolah selama 3 bulan, kemudian hampir sepenuh masa hidupnya menderita pendengaran lemah, namun meski demikian dia lebih dari sekedar dapat mengatasi hambatan tersebut, dalam proses kesuksesannya memimpin GE electric dia berdiri diatas gunung kegagalan.

Bagi yang diam dan tidak mau keluar dari zona nyamannya digambarkan dalam Qs 3 : 168. Mengambil kontek dalam  ayat tersebut bagi yang tidak mau keluar untuk menghadapi rintangan disebut nya dengan kata qoid = duduk , kata ini sering juga diartikan secara analogi oleh para santri, bahwa  qoid  adalah mati, tidak bergerak , tidak melangkah  tidak pergi dan tidak berguna.   sedangkan ciri hidup adalah bergerak (untuk hewan ) dan pastinya tambahan ciri hidup untuk manusia selain bergerak juga berfikir.

Adas dasar hal inilah kesalahan - kesalahan yang terjadi dalam proses adalah tabiat para pembelajar. dengan kesalahan itulah kita diajarkan untuk menghisab diri, tafakur, tadzakur dan ta'alum hingga perubahanpun terjadi, serta pengalaman didapatkan. agar lebih paham hal ini patut kita lihat teori belajar operant conditioning disini.

Crystalized intelligence



Gerak bisa bermakna terus berpikir,berdzikir,  berpindah tempat/tidak diam dalam satu posisi, dengan gerak maka akan menghidupkan, dengan gerak maka energi potensial dan kinetik menjadi lebih besar , dalam ilmu P3K langkah pertama menolong korban adalah dengan memastikan jalur resusitasi, dengan mengecek jalan napas dan darah karena hal itu menunjukan hidup tidaknya seseorang.

Napas dan detak jantung menunjukkan adanya gerakan hidup dalam tubuh, yang menunjukkan  sistem peredaran darah aktif, pernafasan berjalan, sistem hormon , syaraf dan semua fisiologi tubuh aktif.

Dengan  berpikir baik ketika berdiri, duduk dan berbaring adalah cara kita memaknai kehidupan itu sendiri. Psichology today melansir bahwa membaca merupakan cara agar tidak cepat pikun, apalagi ditambah dengan menulis menjadi upaya yang hebat berkali lipat dalam mencegah kepikunan, walau pikun adalah qudroh yang tidak bisa dihindari.sebagaimana tersirat dalam kalamulloh..
... diantara kamu ada yang dikembalikan kepada usia tua renta (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya, Sunguh Alloh maha mengetahui, mahakuasa. QS 16:70 
Dengan bertambahnya usia jutaan Neuron akan mati , karena neuron kita hancur hampir 40 % maka menurun pulalah kapasitas otak  untuk menerima, mengolah , menyimpan dan mengeluarkan informasi, dalam bahasa sederhananya , kita menjadi lebih mudah lupa.

Apakah sedramatis demikian ? 

Dr.Albert dari Universitas Harvard mengatakan jangan khawatir dulu ,"walaupun sebagian sel pada bagian otak kita mati seiring perjalanan usia, namun kehilangan itu tidak terlalu fatal" .

Yang menentukan kecerdasan bukanlah jumlah sel-sel otaknya, atau berapa banyak sisa neuron yang masih hidup,  namun yang penting bagaimana jaringan "kabel" otak kita terus dijaga dan diremajakan kata Jean Carper dalam Your miracle brain,  jaringan /wiring kabel otak kita agar tetap segar dan bertambah tiada lain dengan terus menambah pengalaman baik itu kegagalan dan kegagalan, maupun keberhasilan itu sendiri. 

Para peneliti menyebutnya "Crystalized intelligence" kumpulan pengetahun terspesialisasi selama bertahun tahun yang berasal dari pengalaman hidup. tentunya dengan plus+++ nutrisi yang cukup akan menambah sehat. 

Menulis

Orang tua kita sering mengistilahkan susah mengingat dengan kalimat " masuk telinga kanan keluar telinga kiri"  bagi seorang pembelajar faham betul bahwa pengetahuan/infomasi itu masuk melalui panca indra (visual dan auditory) ke memori jangka pendek dan akan secepat kilat hilang lagi tertutup oleh informasi informasi lainnya yang tiada henti masuk ke memori kita, seolah-olah masuk melalui telinga kiri kemudian keluar melalui jalur telinga kanan, dan lupa yang menghampiri.  

Maka agar infomasi itu bisa tetap berada dalam memori kita diperlukan cantolan yang berkesan dan bernilai untuk diri kita atau dilakukan pengulangan agar menetap di memori jangka panjang. 

Ilmu bagaikan kancil yang gerakannya lincah dan gesit, susah ditangkap maka upaya kita agar sang kancil bisa ditangkap adalah dengan mengikatnya. dengan diikat kancil tidak bisa kemana-mana bagaikan burung dalam sangkar, ia bisa dilihat dan dipegang kapan saja. demikian pula dengan ilmu ia harus diberi sangkar dan ikatan agar tidak hilang.

Tony Buzan, ahli dalam melejitkan daya ingat mengatakan " setelah 24 jam maka 80% detail apa yang kita pelajari akan hilang ". maka agar tidak hilang ia harus diikat sehingga bisa diambil kembali kapan pengetahuan tersebut dibutuhkan , sehingga mengalami pengulangan dan penebalan. 
Ikatlah agar ilmu itu tidak hilang dan kapan saja kalau kita lupa dapat dengan mudah mengambilnya kembali yaitu  dengan tulisan dan terdokumentasikan sampai dibukukan. Maka menulislah dan terus belajar.

Otak ini adalah muzizat dan keajaiban penciptaan-Nya, dia serasa lautan yang dalam yang bisa menampung dan diisi oleh apapun, ia tidak berbatas, selama digunakan kita akan takjub dibuatnya, ternyata otak kita sangat dalam dan tak terkira,  namun demikian otakpun  akan cepat mati tiap saat dan waktu manakala sepi dari aktifitas kerja aqal yang sehat yaitu tadarus, tafakur, tadzakur dan  ta'allum

Akhirul Kalam

"Banyak orang yang gagal adalah orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan , disaat mereka menyerah" (Thomas Alfa Edison)

Melangkahlah terus, selangkah demi selangkah, namun jangan pernah berhenti disatu titik, jangan terus menerus melihat jauh kedepan , karena yang dibutuhkan  kaki  adalah melihat selangkah kedepan, melihat jauh ke depan dipakai untuk menentukan target yang akan dituju dan memastikan tidak melenceng jauh dari target yang akan di gapai sebagaimana para petualang yang menebas pegunungan dan hutan belantara. 

Terimakasih untuk semuanya, Sukses Selalu

Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

2 komentar untuk "Mengapa tidak boleh berhenti belajar"

  1. Mantap sekali tulisannya. Memotivasi dan menginspirasi. Sudah menang melawan ketakutan sendiri. Keluar dari zona nyaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih Bu Suyati atas silaturahmi dan motivasinya, sukses selalu

      Hapus

Jangan lupa tinggalkan komentar sebagai alat silaturahmi dan jika bermanfaat bisa saudara share, komentar yang memasukan link judi dan hal lainnya yang tidak sesuai norma, akan langsung saya hapus. Terimakasih, Sukses Selalu

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.