google-site-verification: google4ea25410b2d7324e.html Penilaian Formatif - GURU SUMEDANG
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penilaian Formatif

Pendidikan Nasional bertujuan melahirkan insan-insan Indonesia yang cerdas dan memiliki daya saing  yang tinggi dengan kemampuan berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah, berinovasi dan berkreasi, berkomunikasi dan berkolaborasi, serta memiliki fleksibilitas dan adaptabilitas serta produktivitas, akuntabilitas dan kepemimpinan yang bertanggungjawab.

Tujuan tersebut dapat dicapai dengan proses pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan dengan baik. :
  • Pertama, guru merancang pembelajaran berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa (pengetahuan, keterampilan dan entribehaviour peserta didik)
  • Kedua, guru memfasilitasi perserta didik dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap serta kecakapan lainnya, proses pembelajaran yang aktif baik didalam kelas maupun diluar kelas.
  • Ketiga, guru bersama peserta didik memantau perkembangan penguasaan kompetensi peserta didik untuk mengetahui apakah setiap peserta didik dapat mencapai penguasaan sebagaimana diharapkan ?
Kegiatan guru bersama peserta didik dalam memantau kemajuan penguasaan kompetensi yang diikuti dengan upaya perbaikan kegiatan pembelajaran untuk memfasilitasi setiap peserta didik mencapai penguasaan yang diharapkan disebut Penilaian Formatif (Formative Asessment)
Higgins dkk (2010)  Penilaian Formatif adalah tugas yang dikerjakan oleh peserta didik selama proses pembelajaran agar siswa memperoleh umpan balik dari guru untuk memperbaiki capaian belajarnya, terlepas apakah pekerjaan siswa tersebut dinilai atau tidak.  Angelo dan Cross (1993) Penilaian formatif adalah Upaya guru memperoleh umpan balik dalam hal apa, seberapa banyak, dan seberapa baik mereka belajar, dan guru selanjutnya menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki proses pembelajaran sehingga lebih efektif dan efisien.
Image by tjevans from Pixabay

Setiap guru sejatinya  melakukan penilaian selama proses pembelajaran, kalau tidak dari mana seorang guru tahu  dan mendapat unpan balik  apakah  proses pembelajarannya telah mencapai tujuan, sejauh mana progres  penguasaan kompetensi  setiap peserta didiknya ?  

Namun yang membedakan dari proses penilaian  yang dilakukan adalah kualitas dari penilaiannya, hal ini bisa dilihat dari proses penilaian tersebut apakah terencana dan konsisten dengan kualitas yang memadai.

Penilian Formatif (Assesmen for learning )

Apa yang dimaksud penilaian Formatif ? 

Higgins dkk (2010) 
Penilaian Formatif adalah tugas yang dikerjakan oleh peserta didik selama proses pembelajaran agar siswa memperoleh umpan balik dari guru untuk memperbaiki capaian belajarnya, terlepas apakah pekerjaan siswa tersebut dinilai atau tidak.

Angelo dan Cross (1993)
Penilaian formatif adalah Upaya guru memperoleh umpan balik dalam hal apa, seberapa banyak, dan seberapa baik mereka belajar, dan guru selanjutnya menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki proses pembelajaran sehingga lebih efektif dan efisien.

Sehingga bisa kita simpulkan Penilaian formatif adalah segala upaya dalam proses pengumpulan data dan informasi serta bukti bukti sejauh mana kemajuan peserta didik dalam menguasai kompetensi, menginterprestasikan data dan memutuskan kegiatan pembelajaran yang paling efektif  dan  efisien dalam memgfasilitasi siswa untuk mencapai penguasaan materi /kompetensi yang optimal.

Ciri Penilaian Formatif

Menurut Regier (2012) Penilaian foirmatif memiliki ciri :
  1. Dilakukan saat proses pembelajaran berlangsung  Unit/bab / kompetensi tertentu berlangsung
  2. Bertujuan untuk mengetahui perkembangan penguasaan siswa terhadap unit /bab/kompetensi yang sedang dipelajari
  3. Hasilnya digunakan untuk dasar memperbaiki proses permbelajaran unit/bab/kompetensi yang sedang dipelajari ( agar siswa mencapai penguasaan yang optimal)

Higgins dkk (2010)  Penilaian Formatif adalah tugas yang dikerjakan oleh peserta didik selama proses pembelajaran agar siswa memperoleh umpan balik dari guru untuk memperbaiki capaian belajarnya, terlepas apakah pekerjaan siswa tersebut dinilai atau tidak.  Angelo dan Cross (1993) Penilaian formatif adalah Upaya guru memperoleh umpan balik dalam hal apa, seberapa banyak, dan seberapa baik mereka belajar, dan guru selanjutnya menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki proses pembelajaran sehingga lebih efektif dan efisien.
SMPN 4 Sumedang

Prinsip Penilaian Formatif

Sejumlah prinsip melandasi pelaksanaan penilaian formatif. Di antara prinsip-prinsip tersebut adalah:
  1. terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung;
  2. melibatkan siswa dalam pelaksanaannya (misalnya melalui penilaian diri, penilaian  antarteman, dan refleksi metakognitif terhadap proses belajarnya); dan
  3. berkenaan tidak hanya dengan kemajuan penguasaan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan, tetapi juga motivasi belajar, sikap terhadap pembelajaran, gaya belajar, dan kerjasama dalam proses pembelajaran
Baca juga :  Umpan balik pada penilaian formatif

Prinsip – prinsip dalam pengembangan instrument Penilaian Formatif 

  1. Competency referenced (mengacu pada kemampuan Instrument penilaian formatif) disusun dan dirancang untk mengukur sejauhmana peserta didik memiliki kemampuan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum dan materi yang dicakup dalam penilaian formatif harus terkait secara langsung dengan indicator pencapaian kemampuan tersebut.
  2. Continuous (berkelanjutan) ; Penilailan yang dibuat  harus merupakan proses yang berkelanjutan dalam rangkaian rencana pengajaran guru selama satu semester atau satu tahun ajaran 
  3. Didaktis ; Alat yang digunakan untuk penialian baik berupa tes maupun non tes harus dirancang baik isi, format, maupun tata letak (layout) dan tampilannya agar siswa menyenangi dan menikmati kegiatan penilaian 
  4. Menggali informasi ; Penilaian formatif harus dapat memberikan infomrasi yang cukup bagi guru untuk mengambil keputusan dan umpan balik, pemilihan metode, teknik dan alat penilaian yang tepat sangat menentukan jenis infomrasi yang ingin di gali dari proses penilaian.
  5. Melihat kelebihan dan kelemahan peserta didik; Instrumen penilaian formatif dirancang bersifat diagnostik sehingga guru dapat melihat kelebihan dan kelemahan siswa.  Pada saat atau setelah melaksanakan penilaian, guru hendaknya  melakukan analisis terhadap hasil penilaian dan hasil kerja siswa secara seksama untuk melihat adanya kesalahan yang secara umum terjadi pada siswa dan sekaligus melihat hal-hal positif yang diberikan peserta yaitu siswa yang memiliki kelebihan kecerdasan, pengetahuan, dan pengalaman sangat mungkin memberikan jawaban dan penyelesain masalah yang tidak tersedia pada bahan yang diajarkan di kelas. 
Hasil analisis  terhadap respons jawaban peserta didik diberikan dalam bentuk umpan balik buat peserta didik maupun guru untuk memperbaiki metode pembelajarannya.  

Baca Juga : Proses penilaian Formatif

Sumber :
  • Modul penilaian berbasis Kelas/Teknik-teknik Penilaian Formatif, Dirjen Pend. Dasar dan Menengah Kemdikbud.2020
Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Post a Comment for "Penilaian Formatif"

Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang berasal dari sumber media lainnya, HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.