Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Merdeka Belajar | Filosofi Ki Hajar Dewantara

Merdeka belajar | Filosofi Ki Hajar Dewantara tentang kemerdekaan sebagaimana disampaikannya Mardiika iku jawarnya, nora mung lepasing pangreh; nging uga kuwat kuwasa amandiri pringga, bahwa Merdeka itu tidak hanya terlepas dari perintah; akan tetapi juga cakap kuat memerintah diri sendiri.

Berikut ini saya sadur hakekat merdeka  belajar yang di paparkan dalam program merdeka belajar kemdikbud :

Merdeka Belajar | Filosofi Ki Hajar Dewantara

Kalau kita tarik filosofi diatas kedalam, kemerdekaan dalam pendidikan berarti :

  1. tidak hidup terperintah; berarti seseorang bisa menentukan sendiri arah tujuannya dan memerintah diri sendiri
  2. berdiri tegak karena kekuatan sendiri; hal ini menekankan pada kemandirian seseorang, mencapai tujuan dengan daya upaya sendiri.
  3. cakap mengatur hidupnya dengan tertib.poin ini menekankan pada keterampilan mengatur hidup secara tertib dan disiplin

Ki Hajar Dewantara menguraikan tujuan pendidikan dalam bukunya Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka seri Pendidikan, beliau menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 

Pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.

Ing ngarso Sun Tulada, Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani

Saya teringat sampai sekarang  dengan apa yang disampaikan Rio Suzuki Ekpert dari JICA ketika tahun 2012 mentraining fasilitator Lesson Studi  di Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat mengatakan : 

"kebanyakan di Indonesia siswa itu ikut belajar  mengapa karena tidak dilibatkan atau terlibat dalam proses pembelajaran, siswa tidak tahu apa tujuan yang harus dilakukan, siswa hanya mengikuti saja arahan guru, siswa tidak tahu konsep yang dipelajari ke mana arah ujungnya dari pembelajaran yang sedang berlangsung. seharusnya suatu pembelajaran  yang baik manakala  siswa itu memiliki dan  merasa mempunyai permasalahan, sehingga ingin memecahkan masalahnya dalam rentang waktu tertentu sampai menemukan  solusi. Akibatnya anak memiliki garapan yang harus diselesaikan, dan akhirnya siswa membuat strateginya sendiri dalam memecahkan masalah nya."

menyimak apa yang disampaikan Rio Suzuki, pembelajaran demikian masuk ke level Heutagogy dimana pembelajar menentukan (determine)  sendiri belajarnya (Stewart Hase & Chris Kenyon, 2007), ingsyalloh kedepan kita gali lebih lanjut  apa yang dimaksud Heutagogy

kembali ke Filosofi Ki Hajar Dewantara ....

Inilah yang diharapkan Ki Hajar Dewantara  dan Merdeka Belajar atau juga Kurikulum diversifikasi suatu proses pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar  siswa dan metode yang dipilih siswa (student center)  dan peran guru sebagai pamong yang mendampingi dan mengarahkan, mengklarifikasi dan  memberikan penguatan. 

Bagaimana anak bisa mandiri belajar? Schunk (1996) menjelaskan apa yang dimaksud Self regulated learning, bahwa self regulated learning mengarah pada kemampuan kita dan mengatur lingkungan belajar kita. Sehingga kita bisa mengatur tujuan, menetapkan strategi dan memantau perkembangan sesuai dengan tujuan kita sendiri.

Lebih lanjut Zimmerman (2000) menjelaskan salah satu komponen yang bisa menumbuhkan self regulated learning adalah efikasi diri dan motivasi intrinsik (dalam diri). 

Seseorang bisa menunjukkan secara percaya diri hasil belajar berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan yang didorong oleh motivasi dari dalam diri sehingga merasakan kepuasan dalam pencapaian

Dengan menetapkan tujuan maka seseorang bisa mengukur kemampuan diri berdasarkan nilai diri dan kemampuan berpikir. 

Ada tiga komponen penting yang perlu dilakukan guru dikelas  dalam memerdekakan belajar yaitu 

  1. melibatkan murid dalam menentukan tujuan,
  2. memberikan pilihan cara dan 
  3. mengajak murid untuk melakukan refleksi.

Bagaimana peran guru memerdekan belajar, kita lanjutkan di Konsep Guru Merdeka Belajar Kemdikbud

Merdeka Belajar |Filosofi Ki Hajar Dewantara selengkapnya

Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Post a Comment for "Merdeka Belajar | Filosofi Ki Hajar Dewantara"

Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang berasal dari sumber media lainnya, HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.
Masukan Email Anda, agar tidak tertinggal & menerima artikel perkembangan Pendidikan terbaru :