Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekolah Model Abad 21 ada di Sumedang

Sekolah model abad 21 ada di Sumedang, memang ada apa di Kabupaten Sumedang ? kesimpulan ini bisa saja menimbulkan tanda tanya, untuk itu saya ajak sobat GS sowan ke SMPN 3 Jatinangor, yang telah berjalan dan sukses mereformasi sekolah.

Reformasi sekolah , Apakah karena memiliki bangungan yang megah dan fasilitas IOT (internet of things) terintegrasi serba modern ? lalu apa kesuksesan SMPN 3 Jatinangor dengan reformasi sekolahnya ! dan apa hubungannya reformasi sekolah dengan sekolah model abad 21 ? 

Manabu Sato (2012), salah seorang tokoh reformasi sekolah abad 21 dan Lesson study mengatakan " Reformasi sekolah dengan komunitas belajar (learning Community) adalah reformasi yang merealisasikan Sekolah Abad 21".

Pada hari  Selasa, 30 November 2021 Komunitas Belajar Online Bulanan Forum Lesson Study Sumedang kembali melakukan kegiatan bulanan dengan tema " Desain Pembelajaran STEM-LC" dengan menghadirkan Team STEM-LC dari SMPN 3 Jatinangor. yang memaparkan aktifitas dan kegiatan serta program Komunitas Belajar (LC) di SMPN 3 Jatinangor dalam membuat desain pembelajaran STEM.

Didampingi oleh Prof Sumar Hendayana,Ph.D presiden ALSI yang senantiasa membimbing komunitas belajar di kabupaten Sumedang  serta Wawan Herlawan,S.Pd.,M.M.Pd  Kasi Kurikulum SMP Disdik Kabupaten Sumedang yang membuka Kegiatan.

Dari apa yang disampaikan dalam kegiatan Komunitas online bulanan tersebut, sobat GS dan saya mungkin bisa sepakat dengan judul diatas "Sekolah model abad 21 ada di Sumedang.

Sekolah Model Abad 21 Manabu Sato

Sekolah abad 21 dibentuk berdasarkan prinsip dasar "pencapaian simultan antara kualitas (quality) dan kesetaraan (equality)". kesuksesan reformasi sekolah pada negara-negara maju seperti Finlandia, Kanada dan Australia tergambar jelas dalam survey kemampuan akademis internasional PISA sebagai hasil pencapaian yang simultan antara kualitas (quality)dan kesetaraan(equality).

Tiga Ciri Sekolah Model Abad 21 :

1. Kurikulum berubah dari "Model Program ke Model Proyek" 

Kurikulum model program adalah Kurikulum yang dibentuk seperti anak tangga satu persatu dan setiap bagiannya disusun berdasarkan unit kegiatan yang terdiri dari tujuan (goal) - pencapaian (achievement) - evaluasi (evaluation).

Kurikulum model program lebih mengutamakan tujuan pencapaian dan evaluasi  (efisiensi dan produktivitasnya), dengan model pembelajaran satu arah sehingga bersifat sempit.

sedangkan Kurikulum Model Proyek adalah kurikulum yang dibentuk berdasarkan unit subyek (subject) - Eksplorasi (exploration) dan Ekspresi (Expression), seperti jalur pendakian memiliki jalur pembelajaran dan kita mengejar pengalaman belajar serta pengembangannya.


Kurikulum berubah dari "Model Program ke Model Proyek"  Kurikulum model program adalah Kurikulum yang dibentuk seperti anak tangga satu persatu dan setiap bagiannya disusun berdasarkan unit kegiatan yang terdiri dari tujuan (goal) - pencapaian (accvhievement) - evaluasi (evaluation).  Kurikulum model program lebih mengutamakan tujuan pencapaian dan evaluasi  (efisiensi dan produktivitasnya), dengan model pembelaran satu arah sehingga bersifat sempit.  sedangkan Kurikulum Model Proyek adalah kurikulum yang dibentuk berdasarkan unit subyek (subject) - Eksplorasi (exploration) dan Ekspresi (Expression), seperti jalur pendakian memiliki jalur pembelajaran dan kita mengejar pengalaman belajar serta pengembangannya.
H. Agus Wahidin,S.Pd.M.Si ,Kadisdik Kab Sumedang 
 Meninjau SMPN 3 Jatinangor

Sehingga model proyek lebih ke mengejar makna dari pengalaman pembelajaran dan nilainya dievaluasi secara kualitatif, kemudian proses pembelajarannya bersifat lebih kompleks dan beragam.

Dari apa yang dipaparkan Drs.Asep Supriatna,M.M.Pd Kepala Sekolah SMPN 3 Jatinangor dan presentasi  para wakil Team STEM LC SMPN 3 Jatinangor  yang dikelompokkan dalam grup mata pelajaran  sesuai rumpun yaitu Lingua, GenMath, Pro Art,HRVT dengan program sebagai berikut :

Semester Ganjil 2021-2022 :

  • PTMT 50%  (sesi 1 & Sesi 2) ; PJJ 50% (Zoom )
  • Kurikulum Berbasis Proyek Terintegratif
  • PjBL (Rumpun : Lingua, GenMath, Pro Art, HRVT)
  • Pengelolaan kelas : berdasarkan kelopok Belajar/Proyek (Kel.1 s.d Kel.80)
  • Kelompok Belajar berdasarkan domisili tempat tinggal

Semester Genap 2021-2022
  • PTMT 50%  (4 JP ) ; PJJ 50% (Zoom & Gogle Class Room)
  • Kurikulum Berbasis Proyek SMPN 3 Jatinangor
  • PjBL Integratif STEM (Rumpun : Lingua, GenMath, Pro Art, HRVT)
  • Pengelolaan kelas : berdasarkan kelopok Belajar/Proyek ; 1 kls : 4 kelompok
  • Kelompok Belajar berdasarkan domisili 
Melihat program yang sudah berjalan selama 2 tahun dan apa yang akan dilaksanakan di SMP 3 Jatinangor  sudah mengarah para perubahan pembelajaran  sebagaimana ciri pertama dari sekolah Abad 21 Manabu Sato yaitu perubahan dari  model Program  ke model Proyek

Silahkan cek BDR tematik terintegrasi berbasis Berbasis Proyek di SMPN 3 Tanjungsari 

2. Perubahan pelajaran Konvensional ke pembelajaran Kolaboratif

Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dimana setiap siswa menghadap ke papan tulis kemudian mendengarkan penjelasan dan pertanyaan guru, setelah itu siswa menyalin tulisan yang ada di papan tulis kedalam buku catatan.

Sedangkan pembelajarn kolaboratif adalah pembelajaran  seluruh kelas dengan berpasangan (pair) atau kelompok siswa yang terdiri dari anggota 4 siswa campuran laki-laki dan perempuan. 

Pembelajaran yang membentuk kemampuan pemanfaatan pengetahuan dan pengolahan informasi melalui pembelajaran kreatif dan eksploratif serta kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah yang terdapat dalam masyarakat. dengan transformasi dari penggunaan papan tulis biasa menuju papan tulis elektronik.

Manabu sato (2012) mengatakan "Pembelajaran yang berpusat pada penjelasan satu arah dari guru dan hafalan semata-mata untuk ujian tidak akan hidup kembali di wilayah Asia nantinya"

Hal inilah yang kita saksikan di SMPN 3 Jatinangor kolaborasi siswa  terbentuk dengan KBM Holistik integratif,STEM dengan model PBL dan PjBL.

2. Perubahan pelajaran Konvensional ke pembelajaran Kolaboratif Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dimana setiap siswa menghadap ke papan tulis dan mendengarkan penjelasan dan pertanyaan guru, kemudian siswa menyalin tulisan yang ada di papan tulis kedalam buku catatan.  Sedangkan pembelajarn kolaboratif adalah pembelajaran  seluruh kelas dengan berpasangan (pair) atau kelompok siswa yang terdiri dari anggota 4 siswa campuran laki-laki dan perempuan.   Pembelajaran yang membentuk kemampuan pemanfaatan pengetahuan dan pengolahan informasi melalui pembelajaran kreatif dan eksploratif serta kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah yang terdapat dalam masyarakat. dengan transformasi dari penggunaan papan tulis biasa menuju papan tulis elektronik.  Manabu sato mengatakan "Pembelajarn yang berpusat pada penjelasan satu arah dari guru dan hafalan semata-mata untuk ujian tidak akan hidup kembali di wilayah Asia nantinya" Hal inilah yang kita saksikan di SMPN 3 Jatinangor kolaborasi siswa  terbentuk dengan KBM Holistik integratif,STEM dengan model PBL dan PjBL.
KBM Holistik Integratif | SMPN 3 Jatinangor

3. Perubahan Fungsi Sekolah, 

Adanya otonomi sekolah menjadikan sekolah sebagai pusat pendidikan dan budaya dalam komunitas setempat, pencapaian simultan kualitas dan kesetaraan mendorong pengembangan kemampuan profesional guru yang saling membelajarkan  (profesional learning community).

Adanya otonomi sekolah menjadikan sekolah sebagai pusat pendidikan dan budaya dalam komunitas setempat, pencapaian simultan kualitas dan kesetaraan mendorong pengembangan kemampuan profesional guru yang saling membelajarkan  (profesional learning community).
Kolaborasi guru SMPN 3 Jatinangor dalam mempersiapkan PjBL STEM

dan SMPN 3 jatinangor dengan kolaborasi antar guru di STEM-LC telah meningkatkan keprofesionalan guru dengan menghasilkan progam-progam dan proyek Kolaboratif STEM .

Manabu sato (2012) mengatakan ada dua sisi pengembangan guru yaitu :

  1. guru sebagai seorang ahli (craftsmanship); dalam lingkup sekolah pengembangan sebagai seorang ahli merupakan penguasaan "teknik dan gaya" dengan metode "imitasi".
  2. guru sebagai seorang profesional (professional development) ; yaitu terletak pada kombinasi antara teori dan praktek dengan metode kasus /study kasus (case method). Dari sinilah komunitas belajar bisa saling berbagi kasus, dengan membuka kelasnya (open class) terhadap sesama rekan guru dan melalui forum /komunitas belajar (learning Community) yang saling merefleksi, sehingga terbentuk kolegialitas saling belajar didalam satu sekolah, inilah yang kita lihat dari STEM-LC SMPN 3 Jatinangor.

Manabu sato (2012) mengatakan ada dua sisi pengembangan guru yaitu :  guru sebagai seorang ahli (craftsmanship); dalam lingkup sekolah pengembangan sebagai seorang ahli merupakan penguasaan "teknik dan gaya" dengan metode "imitasi". guru sebagai seorang profesional (professional development) ; yaitu terletak pada kombinasi antara teori dan praktek dengan metode kasus /study kasus (case method). Dari sinilah komunitas belajar bisa saling berbagi kasus, dengan membuka kelasnya (open class) terhadap sesama rekan guru dan melalui forum /komunitas belajar (learning Community) yang saling merefleksi, sehingga terbentuk kolegialitas saling belajar didalam satu sekolah, inilah yang kita lihat dari STEM-LC SMPN 3 Jatinangor.
Jadwal Open Class guru-guru SMPN 3 Jatinangor

Untuk lebih mengenal SMPN 3 Jatinangor berikut saya sertakan program dan PPT/LKPD dari pemaparan kepala sekolah dan Team STEM-LC nya :

Bergerak dengan Hati Majukan Pendidiakn Indonesia 

Sumber Rujukan :

  • Manabu Sato,2013.Mereformasi Sekolah, Konsep dan Praktek Komunitas Belajar,Tokyo.Iwanami Shoten Publisher (edisi Indonesia)

Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

3 komentar untuk "Sekolah Model Abad 21 ada di Sumedang"

  1. Terima kasih utk semua Kelbes Disdik Smd

    BalasHapus
  2. Terima kasih utk semua Kelbes Disdik Smd (Agus Wahidin - Kadisdik Smd)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bergerak dengan hati majukan pendidikan, terimakasih kunjungannya pak kadisdik Kab.Sumedang

      Hapus

Jangan lupa tinggalkan komentar sebagai alat silaturahmi dan jika bermanfaat bisa saudara share, komentar yang memasukan link judi dan hal lainnya yang tidak sesuai norma, akan langsung saya hapus. Terimakasih, Sukses Selalu

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.