Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi SMP

Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi TK-SD-SMP-SMA-SMK, sobat GS pada kesempatan kali ini saya kembali menyadur skenario pembelajaran berdiferensiasi mulai dari TK-SD-SMP-SMA dan SMK yang bersumber dari modul 2.1 guru Penggerak, yaitu pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid.

Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi SMP

Agar memahami bagaimana proses pembelajaran berjalan, kita langsung berangkat ke contoh situasi pembelajaran berdiferensiasi tingkat SMP dibawah ini.

Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi TK-SD-SMP-SMA-SMK, sobat GS pada kesempatan kali ini saya kembali menyadur skenario pembelajaran berdiferensiasi mulai dari TK-SD-SMP-SMA dan SMK yang bersumber dari modul 2.1 guru Penggerak, yaitu pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid. Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi SMP Agar memahami bagaimana proses pembelajaran berjalan, kita langsung berangkat ke contoh situasi pembelajaran berdiferensiasi tingkat SMP dibawah ini.

Pak Dudidam, seorang guru SMP, ingin mengajarkan murid-muridnya materi tentang iklan. Tujuan pembelajarannya adalah murid-murid dapat menangkap makna secara kontekstual terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari iklan tentang produk dan jasa. 

Pak Dudidam lalu membuat skenario pembelajaran sbb:   

1. Diskusi Seluruh Kelas  Di awal pembelajaran. Pak Dudidam melakukan diskusi untuk memperkenalkan murid pada topik tentang iklan dengan menggunakan beberapa Pertanyaan Pemandu seperti: 

  •  Apa yang membedakan antara iklan dengan bentuk tulisan lain? 
  •  Iklan apa yang benar-benar menarik untuk kalian? 
  •  Apakah dibutuhkan biaya untuk membuat sebuah iklan? 
  •  Jenis pekerjaan apa yang tersedia dalam periklanan? 

2. Kerja Individu/Pasangan/Kelompok Kecil  Setelah itu, Pak Dudidam meminta murid melakukan kegiatan Tulis---Berbagi dengan pasangan--Berbagi dengan pasangan lain. 

  • Secara individu, murid akan diminta menulis tiga hingga lima iklan yang menarik bagi mereka. 
  • Mereka lalu berbagi apa yang dituliskan dengan satu teman lain (secara berpasangan). Saat berbagi,  mereka boleh menambahkan pendapat. - Setiap pasangan kemudian berbagi dengan pasangan lain. 
  • Setelah itu Pak Dudidam melakukan diskusi  dengan seluruh Kelas. Ia akan menggunakan daftar iklan yang ditulis oleh masing-masing kelompok sebagai contoh, kemudian membahasnya dengan menekankan pada: 
    1. Target audiens sasaran 
    2. pesan utama 
    3. mengapa beberapa iklan lebih efektif daripada yang lain. 
  • Pak Dudidam lalu memperjelas konsep dan istilah periklanan sesuai kebutuhan.  

3. Kerja kelompok Kecil. 

  • Murid akan diminta untuk  membentuk kelompok yang terdiri dari empat sampai lima orang untuk mendiskusikan kelebihan dan kekurangan berbagai jenis iklan.  
  • Setiap kelompok akan diberikan selembar kertas dan bekerja di meja mereka. 
  • Setiap lembar kertas grafik memiliki T Chart untuk menuliskan kelebihan dan kekurangan untuk jenis iklan tertentu (misalnya, radio, TV, Internet, cetak, billboard). 
  • Setiap kelompok akan melakukan brainstorming dan mencatat dua kelebihan dan dua kekurangan dari jenis iklan tertentu  
  • Dengan menggunakan isyarat yang diberikan guru, setiap kelompok kemudian pindah ke meja kelompok lain.  
  • Mereka membaca masukan yang telah ditulis sebelumnya dan menambahkan dua kelebihan dan kekurangan lagi 
  • Terus berlanjut demikian, sampai setiap kelompok memiliki kesempatan untuk membahas semua jenis iklan. 

4. Pak Dudidam lalu mengumpulkan kembali murid sebagai satu kelompok besar. Ia lalu memfasilitasi diskusi yang diperlukan untuk memperjelas dan/atau memperluas pemahaman konsep seperti: target  audiens, kejelasan pesan, dan penggunaan fitur kebahasaan dan desain seperti pemilihan judul, teks , gambar, dan format.  

5. Pak Dudidam lalu memberikan tugas Individu. Ia membedakan penugasannya sesuai dengan kemampuan murid. Tugas yang harus dikerjakan murid adalah: Membuat iklan yang secara efektif akan mempromosikan produk atau jasa atau acara, sesuai dengan yang dijelaskan dalam skenario yang diberikan 

6. Pak Dudidam menetapkan skenario tugas yang berjenjang sesuai dengan pengetahuan dan pemahaman konsep murid-muridnya. Perbedaan skenarionya adalah: 

  • Skenario 1 bersifat lebih konkret dan terstruktur dengan petunjuk langkah demi langkah dan mencakup semua informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas; 
  • Skenario 2 kurang terstruktur dan lebih terbuka dibandingkan Skenario 1;  dan
  • Skenario 3 bersifat konseptual dan terbuka dan membutuhkan riset. 

7. Pak Dudidam mendorong murid untuk memilih lokasi di kelas yang mendukung cara mereka belajar dengan baik, misalnya, sendirian di tempat yang tenang, dekat teman untuk memudahkan bertanya jika bingung, atau di area ruangan yang lebih ramai bersama murid -murid lain yang memungkinkan mereka untuk saling berbagi ide. 

Berikut ini tulisan tentang pembelajaran diferensiasi lainnya  yang laayak anda baca untuk memperkaya pemahaman tentang pembelajaran berdiferensiasi:

Demikian sobat GS contoh skenario pembelajaran berdiferensiasi SMP yang bersumber dari modul 2.1. guru penggerak kemdikbudristek.Semoga bermanfaat
Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Posting Komentar untuk "Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi SMP"

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.