Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi SMK

Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi TK-SD-SMP-SMA-SMK, sobat GS pada kesempatan kali ini saya kembali menyadur skenario pembelajaran berdiferensiasi mulai dari TK-SD-SMP-SMA dan SMK yang bersumber dari modul 2.1 guru Penggerak, yaitu pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid.

Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi SMK

Agar memahami bagaimana proses pembelajaran berjalan, kita langsung berangkat ke contoh situasi pembelajaran berdiferensiasi tingkat SMK dibawah ini.

Pak Ceta adalah seorang guru mata pelajaran Teknologi Perkantoran di sebuah SMK. Ia recananya akan melakukan sebuah pembelajaran tentang transaksi online untuk  murid kelas X jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran.   Saat merencanakan pembelajaran tentunya pak Ceta membuat tujuan dari pembelajaran yang akan dilakukan.   Tujuan pembelajarannya adalah murid-murid dapat memahami ruang lingkup transaksi online dengan cermat & kritis. Adapun ruang lingkup transaksi online ini akan terdiri dari materi mengenai pengertian-pengertian transaksi online, manfaat transaksi online, dan jenis-jenis transaksi online.


Pak Ceta adalah seorang guru mata pelajaran Teknologi Perkantoran di sebuah SMK. Ia recananya akan melakukan sebuah pembelajaran tentang transaksi online untuk  murid kelas X jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran

Saat merencanakan pembelajaran tentunya pak Ceta membuat tujuan dari pembelajaran yang akan dilakukan. 

Tujuan pembelajarannya adalah murid-murid dapat memahami ruang lingkup transaksi online dengan cermat & kritis. Adapun ruang lingkup transaksi online ini akan terdiri dari materi mengenai pengertian-pengertian transaksi online, manfaat transaksi online, dan jenis-jenis transaksi online. 

Sehubungan dengan pandemi saat ini. Pembelajaran pun terpaksa harus dilakukan secara daring. Pak Ceta memutuskan untuk membuat sesi melalui google meet dan juga dilanjutkan dengan sesi WA grup kelas. Ia membuat skenario pembelajaran sebagai berikut: 

1. Pak Ceta akan membuat sesi daring melalui google meet dengan murid-muridnya di satu kelas. Setelah melakukan pembukaan dengan berdoa dan bertanya tentang perasaan murid, Pak ceta lalu menjelaskan tujuan pembelajaran apa yang ingin dicapai pada sesi pembelajaran tersebut.  

Pada proses pembelajaran kali ini, pak Ceta menggunakan discovery learning di mana nantinya murid-murid akan menggali informasi sebanyak-banyaknya secara mandiri, lalu dilanjutkan dengan sesi penguatan dan menarik benang merah dari informasi yang diperoleh secara bersama-sama. 

2. Pak Ceta lalu menjelaskan tahap pembelajaran yang akan dilakukan oleh muridmuridnya melalui slide presentasi yang informatif (terdapat bagan timeline pengerjaan tugas, penjelasan dan gambarannya).

  • Ia menjelaskan bahwa topik yang harus digali oleh murid secara mandiri di rumah adalah tentang ruang lingkup transaksi online yang terdiri dari materi mengenai pengertian-pengertian transaksi online, manfaat transaksi online, dan jenis-jenis transaksi online.   
  • Setelah itu murid-murid dibebaskan untuk membuat rangkuman dari informasi yang didapatkan dalam ragam bentuk (poster, ppt, note, mindmap, dll) agar lebih mudah dan dirasa dapat menggambarkan  pemahaman mereka. 
  • Setelah itu di sesi selanjutnya, murid-murid akan kembali ke ruang online google meet kelas dan berbagi mengenai informasi yang diperoleh. Lalu Pak Ceta akan memandu proses penarikan benang merah. 

3. Di akhir pertemuan daring pak Ceta memberikan waktu untuk muridnya mengajukan pertanyaan jika ada hal-hal yang kurang dimengerti. 

Setelah itu ia juga mempersilahkan muridnya untuk menghubungi via WA kelas jikalau ada kebingungan saat menggali informasi secara mandiri di rumah. Tak lupa ia memberikan semangat. 

4. Untuk memudahkan murid-murid, Pak Ceta pun membagikan slide presentasinya ke dalam WA kelas. Tak lupa pak Ceta pun memantau proses pekerjaan mandiri murid melalui pertanyaan singkat di grup WA dan mengingatkan para murid ketika menggali informasi tak lupa mencatat sumber informasinya.  

5. Saat proses memantau ini, Pak Ceta juga melakukan asesmen informal. Ketika kemudian ia menemukan beberapa murid-muridnya ternyata masih ada miskonsepsi dan perlu bantuan, maka pak Ceta kemudian menghubungi muridmuridnya tersebut untuk meminta mereka bertemu dengan Pak Ceta dalam sebuah kelompok kecil secara daring. 

Di dalam pertemuan kelompok kecil tambahan ini, Pak Ceta memberikan petunjuk ulang atau bantuan pertanyaanpertanyaan untuk membantu murid mendapatkan pemahaman yang lebih baik. 

6. Setelah selesai dengan tugas mandirinya. Para murid pun kembali bertemu pak Ceta di sesi pembelajaran daring selanjutnya 

  • Pak Ceta dan murid-muridnya berdiskusi serta berbagi informasi melalui sharing langsung dan kemudian menarik kesimpulan bersama-sama. 
  • Setelah itu pak Ceta akan meminta murid untuk bekerja dalam kelompok. Di dalam kelompok-kelompok tersebut pak Ceta meminta muridnya untuk kembali berdiskusi dan saling menguatkan pemahaman serta membuat rangkuman pemahaman topik transaksi online secara berkelompok dalam ragam bentuk  (poster, ppt, note, mindmap, dll). 

7. Kemudian ia juga memberikan rubrik penilaian agar para murid lebih mengoptimalkan penggambaran pemahamannya mengenai topik transaksi online. 

Berikut ini tulisan tentang pembelajaran diferensiasi lainnya  yang laayak anda baca untuk memperkaya pemahaman tentang pembelajaran berdiferensiasi:

Demikian sobat GS contoh skenario pembelajaran berdiferensiasi SMK yang bersumber dari modul 2.1. guru penggerak kemdikbudristek.Semoga bermanfaat
Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Posting Komentar untuk "Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi SMK"

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.