Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Vaksinasi Covid-19 Kenapa harus dua kali ?

Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh wilayah

Pemerintah telah menetapkan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan Virus Sars Cov-2 sebagai bencana non-alam. Pandemi yang sudah berjalan 1 tahun lebih ini memberikan dampak yang sangat  besar bagi sendi - sendi kehidupan diantaranya :

  1. Membuat daya beli masyarakat, yang merupakan penopang perekonomian sebesar 60 persen, jatuh cukup dalam. Hal ini dibuktikan dengan data dari BPS yang mencatatkan bahwa konsumsi rumah tangga turun dari 5,02 persen pada kuartal I tahun 2019 menjadi 2,84 persen pada kuartal 1 tahun 2020 ini; 
  2. Menimbulkan adanya ketidakpastian yang berkepanjangan pada dunia usaha sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha; 
  3. Seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti. 
  4. Dampak lainya di berbagai sektor seperti sektor sosial, pariwisata, dan pendidikan. Membuat seluruh masyarkat beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada. 

Kondisi tersebut di perparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penerapan protocol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 – 2 meter, sehingga daya sebar dan infeksi virus SARS COV-2 ini sangat sulit dikendalikan. 

Vaksin Covid 19
Sumber : Torstensimon dari Pixabay.com

Tanpa intervensi kesehatan masyarakat yang cepat dan tepat, diperkirakan sebanyak 2,5 juta kasus COVID-19 akan memerlukan perawatan di rumah sakit di Indonesia dengan angka kematian yang diperkirakan mencapai 250.000 kematian. Sehingga vaksinasi adalah salah satu cara ideal dalam mencegah penyebaran infeksi coronavirus.

Dewi Kurniasih,S.Pd  dan Ana Suryana,S.Pd  SMPN 4 Sumedang

Vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk  :

  1. mengurangi transmisi/penularan COVID-19, 
  2. menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, 
  3. mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan 
  4. melindungi masyarakat dari COVID-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. 

Sehingga untuk memperkuat program dan begitu strategisnya dalam mencegah penyebaran infeksi virus Sars Cov-2 tersebut pemerintah mengeluarkan Perpres Nomor 14 tahun 2021 perubahan atas Perpres sebelumna No 99 tahun 2020 tentang Pengadaan dan pelaksanaan Vaksinasi yang akan memberikan sanksi yang keras bagi siapa saja yang menolak di vaksinasi ketika mendapat undangan untukdi Vaksin.

Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh wilayah

Lalu kenapa harus di vaksin 2 kali tiap orang ? tidakkah cukup 1 kali saja ?
Enok Jubaedah,S.Pd  SMPN 4 Sumedang

 Kartu Vaksinasi

Namun sebelumnya kita pahami dulu beberapa istilah penting dalam vaksinasi :

  • Vaksinasi adalah varian yang tidak berbahaya dari suatu organisme pathogen atau suatu toksin (untuk kasus ini virus Sars Cov-2) yang telah dimodifikasi kemudian antigen ini dimasukan ke dalam tubuh, menyebabkan berkembangnya immunitas spesifik (antibody) sehingga memiliki imunitas dari serangan penyakit tersebut  disebut immunitas aktif.
  • immunisasi adalah suatu pemindahan atau transfer antibody secara pasif disebut immunitas pasif , yaitu jika ketahanan spesifik terhadap infeksi telah didapat melalui suntikan serum atau limfosit yang telah peka dari individu (lain) yang telah diimmunisasi secara aktif. Serum yang mengandung antibody seperti ini disebut anti serum /serum imun. 
  • Antigen adalah suatu zat yang dapat menimbulkan respon kekebalan (pembangkit antibody). berbentuk  molekul  protein atau molekul karbohidrat yang besar, berat molekul biasanya melebihi 8000, yang berikatan dengan suatu zat misalnya lipid.
  • Antibody adalah respon imun humoral ,suatu molekul globulin yang besar disebut immunoglobulin (Ig) yang terbuat dari protein plasma ( disebut juga gamma – globulin) ada 5 jenis immunoglobulin :
  1. Immunoglobulin G (IgG)
  2. Immunoglobulin E (IgE)
  3. Immunoglobulin M (IgA)
  4. Immunoglobulin A (IgA)
  5. Immunoglobulin D (IgD)

Kartu status pemberian Vaksinasi


Suntikan vaksin Covid-19 Dosis pertama (Respon Imun primer)

Dengan disuntikannya  vaksin covid-19 dossis pertama artinya dimasukan antigen asing kedalam tubuh untuk pertama kalinya, maka tubuh akan memberikan reaksi yang disebut respon imun primer  dimana antigen yang dimasukan tadi (virus Sars Cov-2 yang sudah dilemahkan) bereaksi dengan Limfosit yang temasuk clone tertentu dengan reseptor permukaan yang spesifik untuk antigen tersebut. 

Pertempuran sengit....

Terjadilah pertempuran didalam tubuh dimana tubuh menggunakan seluruh potensi pertahananya dengan  melibatkan semua alat pertahanan tubuh . 

Antigen merangsang limfoblast untuk bermitosis dan berproliferasi serta berdiferensiasi menjadi Sel Limfosit T Memori, Sel Helper, Sel Supresor dan Sel Efektor, kemudian  sel helper dan antigen mempengaruhi Limfoblast B untuk bertranformasi dan proliferasi menjadi   limposit B memori dan Sel Plasma.

Sel plasma ini akan mensintesa dan mengeluarkan antibody spesifik dalam jumlah besar. Terjadilah yang dinamakan Respon Imun Primer  dengan menghasilkan antibody yang disebut IgM.

IgM ini merupakan jenis antibodi yang menyerang banyak patogen dan menembus plasenta untuk melindungi janin. Fungsinya mengaktifkan protein komplemen dan makrofag. 

kemudian dalam waktu yang singkat diikuti pula dengan produksi Ig G dalam jumlah yang lebih sedikit, Ig G adalah jenis Antibodi yang merupakan aktivator komplemen yang kuat. Berfungsi sebagai aglutinasi (dalam pembuluh darah) serta merangsang fagositosis mikroba oleh makrofag.

Respon Imun Primer ini hanya berlangsung 1-10 Minggu, setelah itu konsentrasinya menurun,

Royeni Kurniawati,S.Pd SMPN 4 Sumedang


Suntikan vaksin Covid 19 Dosis ke dua (Respon Imun Sekunder)

Apabila Antigen yang sama (Vaksin Covid 19) masuk kedalam tubuh untuk yang keduakalinya, maka tubuh kembali menjadi medan pertempuran dengan antigen tersebut, namun kali ini dengan perlawanan yang lebih sengit dan efektif serta respon yang lebih kuat dan cepat karena pasukan khusus yang sudah dibuat oleh Limfosit T dan B sudah siap melibas antigen (virus Sars Cov-2) yang masuk. 

Sel memori dari limfosit T dan B akan bereaksi secara spesifik dengan jumlah yang banyak. Sel Memori ini merupakan dasar memori imunologis sehingga didapatlah  KEKEBALAN TUBUH.

Pada Respon Imun Sekunder ini Sel Plasma menghasilkan Ig M yang jumlahnya kurang lebih sama  dan produksi Ig G yang jumlahnya lebih besar, sehingga kadar Ig G dalam plasma lebih besar dibanding Ig M. dan tetap tinggi jumlahnya dalam waktu yang lama bisa berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. 

Itulah kenapa setiap orang mendapatkan 2 kali dosis vaksin Covid-19. Diharapkan dengan seluruh warga mendapatkan vaksin dengan kekebalan yang bertahun-tahun, akan terbebas dari Virus Covid 19.  

Semua akan divaksin pada waktunya

 

Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Post a Comment for " Vaksinasi Covid-19 Kenapa harus dua kali ?"

Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang berasal dari sumber media lainnya, HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.