Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Case Study Pembelajaran

Case Study pembelajaran merupakan salah satu elemen kemampuan guru yang penting dalam menghadirkan proses pembelajaran berkualitas yaitu kemampuan untuk merefleksi diri terhadap pembelajaran yang telah dilakukan, sehingga menjadi cermin guru yang bersangkutan atau sejawatnya dalam melakukan perbaikan pembelajaran.
case study jurnal, case study example, case study pdf, study case atau case study
case study research is, cara membuat case study, case study design, case study ui/ux

Sedangkan bagi pimpinan sekolah ( kepala sekolah) refleksi menjadi bahan dasar coaching untuk perbaikan kinerja guru dalam pembelajaran, sehingga bisa menghadirkan proses pembelajaran yang bernilai dan mencapai capaian pembelajaran yang diharapkan. 

case study jurnal, case study example, case study pdf, study case atau case study case study research is, cara membuat case study, case study design, case study ui/ux

    Case Study Pembelajaran

    Case study Pembelajaran atau studi kasus pembelajaran adalah Uraian rangkuman dari pengalaman yang diceritkan oleh seorang guru dalam praktik proses pembelajaran mereka pada waktu dan kelas tertentu.

    Case study tersebut sebagai contoh nyata pengalaman bagi dirinya atau guru lainnya tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh guru pada saat mereka melaksanakan pembelajaran. 

    Case study adalah salah satu bentuk Coaching dalam pembelajaran seorang guru dimana mereka didorong untuk melakukan evaluasi diri (self evalution), untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktik pembelajaran mereka di kelas. 

    Manfaat Case Study Pembelajaran

    Manfaat Case Study Pembelajaran bagi guru :

    1. Melatih sensitivitas seorang guru terhadap masalah yang dihadapinya kemudian mengidentifikasi masalah dalam proses pembelajaran mata pelajaran yang diajarkannya kemudian menganalisis penyebab timbulnya masalah selama proses pembelajaran 
    2. bahan perbandingan dalam melakukan kajian secara sistematis terhadap proses belajar mengajar dari beberapa aspek, terutama dalam aspek praktek mengajar; 
    3. bahan dalam merancang tindakan perbaikan (solusi pemecahan masalah) secara cermat dan sistematis;  melaksanakan tindakan perbaikan, salah satunya dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dan 
    4. Membiasakan para guru untuk selalu melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar yang dilaksanakan, menganalisis dampak perbaikan yang dijalankan, serta merangkum hasilnya untuk menjadi acuan untuk proses belajar mengajar berikutnya, ataupun guru sejawat yang lain.

    Manfaat Case Study Pembelajaran bagi Kepala Sekolah /Satuan Pendidikan


    Salah satu tupoksi kepala sekolah adalah Supervisor, yaitu melaksanakan supervisi akademik  yang merupakan upaya coaching dari kepala sekolah untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran.

    Sehingga Case Study dalam pembelajaran seorang guru menjadi bahan dasar pembinaan kepala sekolah untuk perbaikan dan peningkatan kinerja guru serta profesionalisme guru, dalam menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas.

    Dengan Pembelajaran yang berkualitas nantinya bermuara pada tercapainya capaian dan tujuan pembelajaran, dalam menghantarkan peserta didik kita pada tujuan pendidikan nasional. 

    Langkah dalam membuat Case Study Pembelajaran

    Case study ditulis dalam bentuk cerita  yang berisi narasi tentang pengalaman proses  pembelajaran yang paling berkesan yang Anda ingat karena keberhasilannya, kesulitan, atau pengalaman yang penuh problematika. 

    Case study ditulis dengan rambu-rambu sebagai berikut :
    1. Case study ditulis dalam bentuk cerita naratif yang rinci dan detail serta erat kaitannya dengan pengalaman yang anda alami selama proses pembelajaran
    2. Case study ditulis ringkas (rangkuman), maksimum dua halaman ketikan, namun tidak menjadi patokan baku dan kaku bisa juga lebih dari dua halaman jika pengalaman yang akan diungkap dalam case study dirasakan sangat penting sebagai pengalaman bagi dirinya maupun orang lain,
    3. Case study pembelajaran ini juga memuat sisi-sisi kemanusiaan: misalnya motivasi atau nilai yang anda miliki saat proses pembelajaran,  tindakan dan kesalahan anda yang mengecewakan, yang menyenangkan atau kekecewaan pada saat selesainya proses pembelajaran dan lain sebagainya.
    4. Beri judul Case study pembelajaran sobat guru dengan judul yang dapat mewakili rasa atau  isi keseluruhan pengalaman pembelajaran yang dituliskan.
    5. Rangkuman Pengalaman yang dituangkan dalam case study pembelajaran harus merupakan ungkapan kejujuran, bukan suatu yang direkayasa, Artinya, alur cerita dalam case study merupakan cerita faktual yang terjadi sebenarnya selama proses pembelajaran.

    Contoh Case Study Pembelajaran :

    Berikut ini saya tampilkan Case Study Pembelajaran IPA SMP dari dua orang fasilitator Lesson Study di Kab. Sumedang yaitu Bapak Soni Darma Jatnika yang saat ini diamanahi sebagai Kepala SMPN 4 Sumedang dan Ibu Helsy Elselia  yang menjabat wakasek Kurikulum di SMPN 2 Tanjungsari Sumedang.

    Selain itu beliau berdua merupakan tim Pengembang modul Belajar Mandiri bagi guru IPA SMP bersama Indrawati dari Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional   pada Program Bermutu tahun 2008.

    Contoh Case Study Pembelajaran IPA SMP 


    Saya Harus Menggema dengan Pembelajaran Mereka
    Oleh: Soni Darma Jatnika, S.Pd.Bio

    Berikut ini saya tampilkan Case Study Pembelajaran IPA SMP dari dua orang rekan penulis sebagai fasilitator Lesson study di Kab. Sumedang yaitu Soni Darma Jatnika yang saat ini diamanahi sebagai Kepala SMPN 4 Sumedang dan Ibu Helsy Elselia  yang saat ini menjabat wakasek Kurikulum SMPN 2 Tanjungsari Sumedang.

    Saya akan mengajar Fisika di kelas IX C SMPN 5 Sumedang, sesuai dengan RPP yang saya buat yaitu tentang gaya magnetik/gaya Lorentz.


    Saya seorang guru yang sudah mengajar 17 tahun. Namun selama itu dalam proses pembelajaran belum pernah dilihat oleh banyak orang dan di rekam oleh
    video. 

    Perasaan yang menghantui diri saya ketika pembelajaran akan berlangsung, bisakah saya mengendalikan mereka. Sabtu, 25 Nopember 2006 pukul 09.00 saya
    melaksanakan pembelajaran di kelas IX C SMPN 5 Sumedang, saya mengajar fisika mengambil konsep pembelajaran gaya megnetik/gaya lorentz, dengan ;
    • Standar Kompetensi: Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan untuk untuk memahami keterkaitannya dengan pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari– hari dan 
    • Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan gejala kemagnetan dan pemanfaatan dalam teknologi.
    Seminggu sebelumnya saya menyiapkan RPP dan LKS secara berkolaborasi dengan guru di MGMP dan dosen mitra dari UPI.

    Pada awal pembelajaran saya mulai dengan ucapan salam kemudian menuliskan judul yang akan dibahas di papan tulis. Untuk menggali konsep awal saya mulai
    dengan pertanyaan “Pernahkah kamu melihat mobil mainan (Tamiya) bergerak?” Hampir semua anak menjawab pernah. 

    Saya lanjutkan lagi pertanyaan yang kedua. Mengapa bisa bergerak, ada apa di dalamnya? 

    Beberapa orang anak menjawab Dinamo, Pak! Saya langsung membetulkan jawaban, yang tepat bukan Dinamo tetapi Motor Listrik.

    Siswa dikelompokan menjadi 6 kelompok dengan masing– masing anggota 7 orang. Pembelajaran terus berjalan, setiap kelompok mengerjakan LKS dengan
    Judul gaya Magnetik. 

    Interkasi siswa di kelompok tidak terlalu bagus, ada siswa yang tidak ikut berkerja tetapi cuma melihat saja, ini terjadi hampir di semua kelompok.

    Ketika eksperimen dimulai, ada 4 kelompok yang alatnya tidak bekerja. Ayunan magnetik yang saya buat ketika di hubungkan dengan batu baterai tidak
    bergerak, padahal alat itu sudah disiapkan seminggu yang lalu dan dicoba lagi sebelum tampil 1 jam sebelumnya. 

    Saya agak panik karena waktu tersita untuk membetulkan alat-alat itu, yang akhirnya bisa bekerja.

    Saya melanjutkan pembelajaran dengan meminta semua kelompok mempresentasikan dengan cara menempelkan tabel hasil pengamatan. Kelompok yang selesai membacakan hasil kerjanya diberi penghargaan dengan tepuk tangan, siswa kelihatan senang.

    Ketidakpuasan terlihat di beberapa kelompok yang sudah menempelkan data tetapi tidak tampil sehubungan dengan waktu yang segera berakhir.

    Proses penarikan kesimpulan tergesa-gesa, dengan tidak sabar saya pun ikut menyimpulkan agar target pembelajaran tercapai.

    Saya merasakan tujuan pembelajaran saat itu baru tercapai 90% dan masih banyak kekurangan yang saya harus perbaiki:
    1. saya menginginkan semua berjalan sesuai dengan RPP yang saya buat 100%.
    2. saya ingin semua siwa menjawab dengan tepat pada tahap apersepsi.
    3. saya menginginkan semua kelompok bisa tampil untuk presentasi.
    4. saya menginginkan semua kelompok bisa menyimpulkan dengan tepat.
    Saya mengakhiri pembelajaran lebih 20 menit dari waktu yang dialokasikan pada RPP. Komentar-komentar dari observer menyebutkan bahwa saya terlalu tergesagesa dalam menarik kesimpulan di akhir pembelajaran.

    --------------- Soni Darma Jatnika /kepala SMPN 4 Sumedang ------------------

    Penasaran dengan RPP pembelajaran diatas !, mangga di kunjungi saja RPP Gaya Magnet dan LKS Gaya Magnet .

    Demikian contoh Case Study Pembelajaran IPA, jika sobat GS membutuhkan case study dari dua sejawat penulis diatas bisa anda unduh pada link berikut ini, ;
    Melihat besarnya manfaat refleksi pembelajaran dengan membuat Case Study pembelajaran dengan ini penulis mengajak sobat guru untuk membuat Case Study setelah proses Supervisi akademik ataupun proses kegiatan observasi pembelajaran.
    Semoga bermanfaat 

    Sumber Tulisan :

    Indrawati,dkk .2008. Bahan Belajar Mandiri IPA SMP. Proyek Bermutu. Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional

    ADH
    ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

    Posting Komentar untuk "Case Study Pembelajaran"

    Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.