Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Profil Seorang Guru Penggerak

Profil Seorang Guru Penggerak. Guru penggerak adalah label yang diberikan kepada guru-guru yang lulus Program Pendidikan Guru penggerak (PGP), yang merupakan implementasi kebijakan Merdeka Belajar episode kelima, dengan gelar tesebut guru penggerak memiliki tanggungjawab untuk menjadi seorang guru yang berdaya dan memberdayakan. 

Program PGP ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada guru sehingga memiliki profil seorang guru penggerak dengan menjadi pemimpin pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan potensi peserta didik dan aktif mengembangkan pendidik lainnya dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Program PGP ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada guru sehingga memiliki profil seorang guru penggerak dengan menjadi pemimpin pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan potensi peserta didik dan aktif mengembangkan pendidik lainnya dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
Pembekalan Kepala Dinas Pendidikan Kab Sumedang H.Agus Wahidin,S.Pd.,M.Si
Kepada Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kab. Sumedang

Profil Seorang Guru Penggerak

Untuk menjadi seorang guru penggerak pada program PPGP ini, Calon peserta PGP mendaftar kemudian diseleksi melalui dua tahap. Seleksi tahap pertama terdiri atas seleksi administrasi, CV, dan esai. Sedangkan seleksi tahap kedua terdiri atas simulasi mengajar dan wawancara. 

Untuk menjadi seorang guru penggerak pada program PPGP ini, Calon peserta PGP mendaftar kemudian diseleksi melalui dua tahap. Seleksi tahap pertama terdiri atas seleksi administrasi, CV, dan esai. Sedangkan seleksi tahap kedua terdiri atas simulasi mengajar dan wawancara.
Tahapan Seleksi PGP

Peserta yang lulus seleksi PGP disebut Calon Guru Penggerak (CGP) dan selanjutnya mengikuti Pendidikan Guru Penggerak selama 6 bulan dan selama masa pelatihan dan  pendampingan, penilaian terhadap CGP oleh Fasilitator dan pengajar Praktik, dengan memastikan setiap CGP memiliki 11 kompetensi yang menjadi profil seorang guru penggerak.

Sasaran PGP adalah guru pada Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Luar Biasa (SLB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

Rencana sasaran PGP tahun 2020-2024 sebanyak 407.400 orang guru yang memiliki 11 kompetensi seorang Guru Penggerak, Dengan profil seorang guru penggerak tersebut diharapkan menjadi roda penggerak pendidikan Indonesia diwilayah dan sekolahnya masing-masing.

Target PGP

Untuk menghasilkan profil seorang guru penggerak dengan 11 kompetensi yang harus di milikinya, disusunlah Kurikulum PGP yang  dikembangkan oleh tim pengembang Kemendikbudristek sesuai dengan kebutuhan peningkatan kompetensi CGP yang mengacu pada pilar PGP. Pilar PGP meliputi :

  1. Kepemimpinan Pembelajaran (instructional leadership), 
  2. Pembelajaran Berdiferensiasi (differentiated instruction), 
  3. Pembelajaran Sosial dan Emosional (social and emotional learning), serta 
  4. Komunitas Praktisi (community of practice). 

Keempat pilar PGP selanjutnya dijabarkan ke dalam rumusan kompetensi dan indikator, materi diklat, skenario pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian. 

Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh peserta dalam PGP menggunakan pola 310 JP. Jam pelajaran tersebut tersebar dan difasilitasi oleh narasumber eselon dari Ditjen GTK dan/atau dari UPT, instruktur, fasilitator, pengajar praktik, serta  pelaksanaan tes awal dan akhir yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 


Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh peserta dalam PGP menggunakan pola 310 JP. Jam pelajaran tersebut tersebar dan difasilitasi oleh narasumber eselon dari Ditjen GTK dan/atau dari UPT, instruktur, fasilitator, pengajar praktik, serta  pelaksanaan tes awal dan akhir yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Strategi Pembelajaran PGP

 11 Kompetensi Guru penggerak  yang harus menjadi Profil seorang guru penggerak dirumuskan dari model kompetensi kepemimpinan sekolah pada jenjang berkembang. 

Kompetensi tersebut diturunkan menjadi indikator yang menjadi capaian pembelajaran dari sepuluh modul ajar, serta dibuktikan penguasaannya melalui ragam proses penilaian. 


Untuk menghasilkan profil seorang guru penggerak dengan 11 kompetensi yang harus di milikinya, disusunlah Kurikulum PGP yang  dikembangkan oleh tim pengembang Kemendikbudristek sesuai dengan kebutuhan peningkatan kompetensi CGP yang mengacu pada pilar PGP. Pilar PGP meliputi :  Kepemimpinan Pembelajaran (instructional leadership),  Pembelajaran Berdiferensiasi (differentiated instruction),  Pembelajaran Sosial dan Emosional (social and emotional learning), serta  Komunitas Praktisi (community of practice).  Keempat pilar PGP selanjutnya dijabarkan ke dalam rumusan kompetensi dan indikator, materi diklat, skenario pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian.   Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh peserta dalam PGP menggunakan pola 310 JP. Jam pelajaran tersebut tersebar dan difasilitasi oleh narasumber eselon dari Ditjen GTK dan/atau dari UPT, instruktur, fasilitator, pengajar praktik, serta  pelaksanaan tes awal dan akhir yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Lokakarya 3 :Calon Guru Penggerak Angk 5 Kab Sumedang
Bersama Pengajar Praktik

Pokok Materi Program Guru Penggerak

Pokok-pokok materi yang harus dikuasai CGP agar terhantarkan dan memiliki profil seorang guru penggerak diantaranya:

  1. Paradigma dan Visi Guru Penggerak  
  2. Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Peserta didik 
  3. Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah 

Setelah melahap materi-materi diatas dengan pelatihan yang dibimbing fasilitatator dan pendampingan individu oleh pengajar praktik selama 6 bulan, diharapkan CGP memiliki 11 kompetensi yang merupakan Profil seorang Guru Penggerak  diantaranya : 

  1. Guru Penggerak memahami peran dan alasan menjadi pemimpin pembelajaran. 
  2. Guru Penggerak, melalui refleksi diri yang terdokumentasi, mampu secara reguler mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kompetensi dan kematangan diri demi mendukung pembelajaran peserta didik. 
  3. Guru Penggerak secara aktif menetapkan tujuan, membuat rencana, dan menentukan cara untuk mencapainya dalam meningkatkan kompetensi dan kematangan dirinya. 
  4. Guru Penggerak memahami pentingnya mengetahui kebutuhan belajar dan lingkungan yang memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensinya secara aman dan nyaman. 
  5. Guru Penggerak memfasilitasi guru lain dalam merancang alur dan tujuan pembelajaran yang berorientasi pada masa depan.  
  6. Guru Penggerak memfasilitasi guru lain dalam mengevaluasi pembelajaran berdasarkan data dan tingkat pencapaian peserta didik. 
  7. Guru Penggerak terampil menerapkan pendekatan coaching untuk pengembangan terhadap diri, guru, dan rekan sejawat. 
  8. Guru Penggerak mampu menggerakkan komunitas sekolah untuk bersama-sama mengembangkan dan mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada peserta didik dan berlandaskan nilai-nilai kebajikan universal. 
  9. Guru Penggerak melakukan pendampingan kepada  seluruh komunitas sekolah untuk dapat menggunakan pendekatan reflektif dan literatif dalam mengelola program dan sumber daya sekolah.  
  10. Guru Penggerak merencanakan, menginisiasi dan mengorganisasi kerangka program pengembangan sekolah yang mendorong kepemimpinan peserta didik berbasis data dan bukti. 
  11. Guru Penggerak memfasilitasi pelibatan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat dalam pengembangan sekolah untuk peningkatan kualitas belajar peserta didik. 
Demikian Profil seorang guru penggerak yang disarikan dari Pedoman Pendidikan Guru Penggerak GTK kemendikbudristek 2022, 
Semoga Bermanfaat

Panggil saja ADH
Panggil saja ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

Posting Komentar untuk "Profil Seorang Guru Penggerak"

Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.