Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rubrik Dimensi Praktik Pembelajaran Pada SKP

Rubrik Dimensi Praktik Kinerja Pada SKP  yang akan dipilih sebagai  pertimbangan para guru dalam memilih dimensi pembelajaran yang akan diobservasi oleh kepala sekolah dan fokus perilaku yang perlu ditunjukkan seorang guru pada saat di observasi.

Rubrik Dimensi Praktik Pembelajaran Pada SKP

Rubrik Dimensi Praktik Kinerja Pada SKP  yang akan dipilih sebagai  pertimbangan para guru dalam memilih dimensi pembelajaran yang akan diobservasi oleh kepala sekolah dan fokus perilaku yang perlu ditunjukkan seorang guru pada saat di observasi.

Setelah guru dan kepala sekolah menyusun perencanaan  kinerja kemudian guru melakukan pemilihan indikator kinerja, praktik pembelajaran berdasarkan rekomendasi raport pendidikan dan  sesuai konteks serta kebutuhan spesifik satuan pendidikan, sehingga guru dapat merencanakan  strategi peningkatan kinerja  yang efektif.

Setelah guru dan kepala sekolah memilih indikator sesuai rekomendasi raport satuan pendidikan, guru akan diberikan indikator D1 Kualitas Pembelajaran sedangkan Kepala Sekolah  akan diberikan Indikator D3 Kepemimpinan Pembelajaran dalam Rapor Pendidikan

Indikator D1 Kualitas Pembelajaran memiliki 8 turunan Sub Indikator dalam Praktik Kinerja / Praktik Pembelajaran, yaitu :

  1. Keteraturan suasana kelas
  2. Penerapan disiplin positif
  3. Umpan balik Kontrukstif
  4. Perhatian dan Kepedulian
  5. Ekspektasi pada Peserta Didik
  6. aktivitas Interaktif
  7. Intruksi yang Adaptif
  8. Instruksi Pembelajaran

Rubrik Observasi kelas Berikut ini fokus perilaku yang diobservasi oleh kepala sekolah berdasarkan indikator yang dipilih pada tahapan perencanaan :  1. Keteraturan suasana kelas Upaya membangun suasana kelas yang kondusif untuk proses belajar, dengan minimal gangguan yang mengalihkan perhatian perserta didik dan aktifitas belajar.

Rubrik Observasi kelas

Berikut ini fokus perilaku yang diobservasi oleh kepala sekolah berdasarkan indikator yang dipilih pada tahapan perencanaan :

1. Keteraturan suasana kelas

Upaya membangun suasana kelas yang kondusif untuk proses belajar, dengan minimal gangguan yang mengalihkan perhatian perserta didik dan aktifitas belajar.
  1. Guru melakukan komuikasi positif untuk membangun suasana kelas yang kondusif
    • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan
      • Guru memanggil murid dengan menyebut namanya
      • Guru menyampaikan harapan positif terhadap kelas
      • Guru melakukan aktivitas yang mencairkan suasaana kelas
    • ­čĹÄPerilaku yang dihindari
      • Guru memanggil murid dengan sebutan yang merendahkan
      • Guru menceritakan keluhan atau persoalan sekolah
      • Guru langsung mengajar tanpa mengkondisikan suasana kelas
  2. Guru melakukan strategi pengelompokan untuk mengaktifkan keterlibatan peserta didik
    • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan
      • Guru mengelompokkn murid dengan menyampaikan tujuannya pada murid
      • Guru menyediakan beragam peran dalam kelompok agar semua anggota terlibat aktif
      • Guru mengajak murid untuk berinteraksi dan berperan aktif dalam kelompok
    • ­čĹÄPerilaku yang dihindari
      • Guru mengabaikan dinamika yang terjadi dalam satu atau lebih kelompok
      • Guru melakukan pengelompokkan yang sama terus menerus
      • Guru membiarkan murid berinteraksi dengan teman didalam kelas
  3. Guru membuat dan mengingatkan aturan/kesepakatan kelas
    • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan
      • Guru membuat aturan/kesepakatan kelas yang disetujui semua murid dan ditempel di kelas
      • Guru mengajak murid untuk mengingatkan aturan/kesepakatan kelas yang telah disepakati
      • Guru mengajak murid menilai seberapa efektif pelaksanaan aturan/kesepakatan kelas
    • ­čĹÄPerilaku yang dihindari
      • Guru tidak menyebutkan aturan/kesepakatan kelas ketika menegur murid
      • Guru melanggar aturan/kesepakatan kelas tanpa mengakuinya
      • Guru menetapkan aturan kelas tanpa mendiskusikan dengan murid

2. Penerapan disiplin positif

Upaya menerapkan prinsip disiplin positif untuk mengelola perilaku dan kebiasaan kelas yang disepakati bersama
  1. Guru melakukan refleksi dinamika kelas untuk menerapkan kesekaptan kelas
    • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan
      • Guru mengajak murid melakukan refleksi dinamika kelas mengacu kesepakatan kelas
      • Guru menunjukkan kesediaan mendengarkan pandangan murid tentang dinamika kelas
      • Guru bersikap adaptif sehingga bersedia mengubah kesepakatan kelas bila diperlukan
    • ­čĹÄPerilaku yang dihindari
      • Guru mengabaikan pendapat murid tentang apa yang terjadi dikelas
      • Guru bersikap defensif dalam menyikapi umpan balik dari pesrta didik terkait kedisiplinan
      • Guru menerangkan hukuman fisik terhadap peserta didik yang melakukan pelanggaran disiplin
  2. Guru melakukan penguatan positif terhadap perilaku yang sesuai atau mendukung kesepakatan kelas
    • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan
      • Guru memberi pujian terhadap perilaku peserta didik yang sesuai kesepakatan kelas
      • Guru memberi penguatan positif dengan beragam cara
      • Guru mengakui suatu perilaku positif secara spesifik dan menjelaskan alasannya
    • ­čĹÄPerilaku yang dihindari
      • Guru tidak konsisten dalam memberikan penguatan positif, hanya pada peserta ddik tertentu
      • Guru Mengabaikan peilakku ositif karena terlalu fokus pada perilakku negatif atau hal lain
      • Guru melakukan prgulatan perilaku yang tidak bermanfaat bagi peserta didik dan kelas secara keseluruhan
  3. Guru memfasilitasi murid menyadari konsekuensi dan memperbaiki perilaku melanggarnya (Restitusi)
    • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan
      • Guru membantu peserta didik menyadari konsekuensi dari perilaku mealnggarnya
      • Guru mendengarkan sudur pandang peserta didik terhadap perilaku melanggarnya
      • Guru memberikan dukugan pada peserta didik dalam melakukan perbaikan perilakunya
    • ­čĹÄPerilaku yang dihindari
      • Guru langsung memberikan hukuman, bukan membangun upaya perbaikan perilaku
      • Guru kehilangan kesabaran dalam memantu peserta didik menyadari konsekuensi perilakunya
      • Guru meminta peserta didik untuk tenang dengan mengabaikan perilaku melanggar yang terjadi

3. Umpan balik Kontrukstif

Upaya penyampaian informasi tentang kemajuan proses dan capaian pembelajaraan kepada murid untuk menumbuhkan motivasi belajar intrinsik
  1. Guru memberikan umpan balik spesifik dan berorientasi tujuan
    • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan
      • Guru memberi umpan balik dengan menyebut spesifik bagian tugas yang dinilai bagus atau perlu perbaikan 
      • Guru menghubungkan umpan balik dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai 
      • Guru menggunakan pertanyaan untuk membantu murid memunculkan ide perbaikan 
    • ­čĹÄPerilaku yang dihindari
      • Guru memberi umpan balik dengan kata-kata yang terlalu umum 
      • Guru memberi umpan balik negatif tanpa membantu peserta didik menemukan ide perbaikan 
      • Guru memberikan umpan balik dengan menggunakan bahasa yang terlalu sulit
  2. Guru memberikan umpan balik yang fokus pada proses atau usaha murid 
    • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
      • Guru memberi umpan balik fokus pada murid untuk refleksi dan perbaikan 
      • Guru menjelaskan keterkaitan usaha dengan hasil yang mungkin dicapai 
      • Guru membantu murid  melakukan refleksi terhadap usaha yang telah dilakukannya
    • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
      • Guru menyampaikan umpan balik yang hanya fokus pada hasil akhir 
      • Guru tidak menyediakan kesempatan pada Murid melakukan perbaikan 
      • Guru menggunakan pandangan subjektif dalam memberi umpan balik
  3. Guru menunjukkan kesediaan mendiskusikan umpan balik dengan murid
    • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
      • Guru membuka komunikasi untuk pertanyaan dan klarifikasi lebih lanjut 
      • Guru mendengarkan secara aktif tanggapan murid terhadap umpan balik yang diterimanya 
      • Guru menyediakan waktu mendiskusikan umpan balik selama atau setelah kelas
    • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
      • Guru menolak berdiskusi dengan murid tentang umpan balik yang diberikan 
      • Guru mengabaikan pertanyaan atau kekhawatiran murid 
      • Guru terburu-buru menjelaskan umpan balik sehingga tidak sempat berdiskusi

4. Perhatian dan Kepedulian

Upaya pemberian perhatian dan dukungan sesuai dengan kebutuhan belajar setiap peserta didik untuk menumbuhkan motivasi belajar intrinsik.
  1. Guru menunjukkan empati untuk mendapatkan pemahaman utuh tentang murid
    • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
      • Guru memberikan perhatian penuh ketika murid berbicara 
      • Guru mengajukan pertanyaan lanjutan untuk mendapatkan pemahaman 
      • Guru menunjukkan pengertian terhadap sudut pandang murid 
    • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
      • Guru mengabaikan pendapat atau perasaan murid 
      • Guru memberikan penilaian negatif terhadap pendapat murid 
      • Guru tidak memberikan kesempatan pada peserta menyampaikan pendapat
  2. Guru menunjukkan pemahaman terhadap kebutuhan , kondisi dan karakteristik murid
    • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
      • Guru melakukan pengamatan terhadap dinamika kelas untuk memahami murid
      • Guru melakukan interaksi positif yang menghargai keunikan murid 
      • Guru meminta pendapat dan umpan balik dari murid
    • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
      • Guru bertindak berdasarkan asumsi tanpa menggali fakta terkait murid
      • Guru bersikap kaku dalam pembelajaran yang mengabaikan kebutuhan murid
      • Guru menghindari masukan atau umpan balik dari murid 
  3. Guru mengakui dan menghargai usaha yang ditunjukkan murid 
    • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan
      • Guru menunjukkan minat/keingintahuan terhadap aktivitas yang dilakukan murid 
      • Guru memberikan pujian terhadap usaha, bukan hasil akhir, yang ditunjukkan murid 
      • Guru menyampaikan dukungan terhadap usaha murid  di depan kelas
    • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
      • Guru meremehkan usaha-usaha yang dilakukan murid 
      • Guru memberikan pujian yang terlalu umum atau berlebihan/bombastis 
      • Guru bersikap terlalu kritis terhadap usaha yang dilakukan murid 

5. Ekspektasi pada Peserta Didik

Upaya mengkomunikasikan epspektasi yang tinggi kepada semua dan setiap murid untuk menumbuhkan motivasi belajar intrinsik
    1. Guru mengkomunikasikan harapannya yang tinggi terhadap masa depan seluruh peserta didiknya
      • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
        • Guru mengenal nama setiap peserta didiknya beserta karakteristiknya 
        • Guru menyampaikan cita-cita masa depan yang bermakna bagi peserta didik 
        • Guru mendiskusikan harapan positif peserta didik tentang masa depannya 
      • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
        • Guru menyebutkan perilaku-perilaku negatif peserta didiknya 
        • Guru menjelaskan harapan-harapan yang tidak relevan dengan peserta didik 
        • Guru mengabaikan potensi peserta didik karena lebih fokus pada kelemahannya
    2. Guru mengkomunikasikan harapan positif terhadap semua peserta didik secara setara dan tanpa diskriminasi
      • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
        • Guru menyampaikan harapan positifnya secara terbuka dan berlaku bagi semua peserta didik 
        • Guru memberikan dukungan tambahan pada peserta didik yang sudah berusaha meski belum berhasil 
        • Guru menyebutkan potensi peserta didik meski peserta didik sendiri tidak menyadarinya
      • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
        • Guru menyampaikan harapan positif hanya pada peserta didik tertentu saja 
        • Guru mengulang harapan-harapan positif tertentu yang hanya relevan dengan sebagian peserta didik 
        • Guru menyebutkan potensi peserta didik yang terlihat menonjol saja
    3. Guru memberikan tantangan yang bermakna disertai motivasi untuk mencapainya
      • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
        • Guru berdiskusi dengan peserta didik tentang tujuan hidup/cita-cita mereka 
        • Menyediakan tantangan belajar yang relevan dengan pembelajaran dan bermakna bagi peserta didik 
        • Menunjukkan keyakinan berulang kali bahwa peserta didiknya mampu mengatasi tantangan belajar
      • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
        • Memberikan tantangan belajar tapi tidak memberikan motivasi 
        • Menggunakan hadiah dan hukuman untuk memotivasi murid 
        • Mengkomunikasikan kompetisi dalam kelas secara berlebihan

        6. Aktivitas Interaktif

        Upaya pembelajaran yang memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi antar murid untuk peningkatan efektivitas pembelajaran
        1. Guru memfasilitasi kegiatan pembelajaran yang memberi peran pada semua peserta didik
          • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
            • Guru memotivasi semua peserta didik untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran 
            • Guru menyediakan peran dalam kelom memastikan semua anggota mendapa 
            • Guru memberi dukungan dan kesempatan peserta didik yang pasif untuk berperan
          • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
            • Guru membiarkan peserta didik membuat dan membagikan peran dalam kelompok 
            • Guru menyediakan peran yang terbatas sehingga peserta didik tertentu tidak mendapat peran 
            • Guru membiarkan sebagian peserta didik bersikap dominan dalam proses pembelajaran
        2. Guru mengajukan pertanyaan yang menstimulasi proses diskusi dan berpikir kritis
          • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
            • Guru mengajukan pertanyaan terbuka untuk memancing proses diskusi dan berpikir kritis 
            • Guru mengajukan pertanyaan yang mengaitkan konsep yang dipelajari dengan konsep sebelumnya 
            • Guru mengajukan yang meminta peserta didik membandingkan dua konsep yang berbeda
          • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
            • Guru mengajukan pertanyaan hanya untuk menguji pemahaman peserta didik 
            • Guru mengajukan pertanyaan yang meminta peserta didik mengulang konsep yang disampaikan 
            • Guru menghakimi jawaban peserta didik sehingga membuat peserta didik yang lain ragu buat menjawab
        3. Guru memfasilitasi terjadinya diskusi kelompok yang interaktif, kritis dan inklusif
          • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
            • Guru memotivasi peserta didik untuk menyampaikan pendapat secara terbuka 
            • Guru mengajukan pertanyaan yang memicu terjadinya diskusi kelompok 
            • Guru berkeliling kelas untuk memberikan bimbingan pada kelompok dalam berdiskusi
          • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
            • Guru hanya duduk di depan dan membiarkan kelompok berdiskusi sendiri 
            • Guru membiarkan peserta didik membentuk kelompok sendiri sesuka hatinya 
            • Guru mengabaikan atau melarang perbedaan pendapat

        7. Intruksi yang Adaptif

        Upaya penyesuaian praktik pembelajaran sebagai respon terhadap respon murid terhadap kebutuhan belajarnya untuk peningkatan efektivitas pembelajaran
        1. Guru melakukan strategi pembelajaran yang responsif terhadap murid 
          • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
            • Guru memulai pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan untuk memahami pemahaman awal murid  
            • Guru melakukan penyesuaian pembelajaran sesuai respon dari murid 
            • Guru melakukan penyesuaian penjelasan agar lebih relevan dan dipahami murid   
          • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
            • Guru memulai pembelajaran langsung dengan penjelasan materi pelajaran 
            • Guru menyampaikan materi pelajaran tanpa disesuaikan dengan respon murid  
            • Guru mengabaikan respon murid dengan meminta mereka diam menyimak
        2. Guru melakukan penyesuaian pembelajaran mengacu kondisi, kebutuhan dan karakteristik murid 
          • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
            • Guru menggunakan strategi pembelajaran berdasarkan hasil asesmen awal/diagnosis 
            • Guru melakukan diferensiasi pembelajaran dengan setidaknya dua metode yang berbeda 
            • Guru menyediakan dukungan belajar bagi peserta didik yang membutuhkan
          • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
            • Guru mengabaikan adanya perbedaan karakteristik, kebutuhan dan kondisi awal peserta 
            • Guru menggunakan hanya satu strategi pembelajaran yang dikuasainya 
            • Guru menerapkan strategi pembelajaran yang kaku, sebatas menerapkan perangkat ajar
        3. Guru merefleksikan praktik pembelajaran yang melibatkan murid 
          • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
            • Guru mengkomunikasikan analisis terhadap hasil asesmen formatif 
            • Guru mengkomunikasikan hasil survei umpan balik terhadap praktik pembelajaran 
            • Guru memandu diskusi refleksi untuk menilai efektivitas praktik pembelajaran
          • ­čĹÄPerilaku yang dihindari
            • Guru menyangkal umpan balik yang disampaikan oleh peserta didik 
            • Guru melakukan asesmen formatif tanpa mengkomunikasikan hasilnya 
            • Guru membagikan tugas yang sudah dinilai tanpa ada catatan umpan balik

        8. Instruksi Pembelajaran

        Upaya penjelasan terstruktur tentang konsep dan aktivitas pembelajaran disertai demonstrasi, ilustrasi, atau contoh yang relevan dan kontekstual untuk peningkatan efektivitas pembelajaran
        1. Guru memberikan penjelasan yang mudah sesuai pemahaman awal peserta didik
          • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan  
            • Guru menampilkan visualisasi atau ilustrasi yang memudahkan pemahaman peserta didik 
            • Guru menjelaskan konsep yang sulit dengan bahasa yang mudah dipahami bahasa 
            • Guru menjelaskan konsep disesuaikan hasil asesmen awal 
          • ­čĹÄPerilaku yang dihindari  
            • Guru menampilkan visualisasi atau ilustrasi menarik tapi tidak terkait penjelasannya 
            • Guru menjelaskan konsep yang sulit dengan istilah- istilah baru yang sulit dipahami 
            • Guru menjelaskan konsep hanya mengacu pada ku/perangkat ajar
        2. Guru memberikan contoh yang kontekstual dan relevan dengan keseharian peserta didik
          • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan  
            • Guru menjelaskan konsep disertai dengan contoh yang familiar dengan kehidupan peserta didik 
            • Guru menjelaskan konsep dikaitkan dengan isu atau topik sehari-hari yang relevan bagi peserta didik 
            • Guru memberi kesempatan pada peserta didik berbagi pengalaman yang relevan
          • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
            • Guru menjelaskan konsep disertai contoh yang hanya dipahami oleh guru atau orang dewasa 
            • Guru menjelaskan konsep tanpa dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari 
            • Guru menggunakan contoh yang sama berulang- ulang
        3. Guru menyampaikan penjelasan secara terstruktur dan logis
          • ­čĹŹPerilaku yang dianjurkan 
            • Guru menjelaskan konsep secara runtut dari tujuan, konsep inti dan kesimpulan 
            • Guru menjelaskan materi baru dihubungkan dengan materi sebelumnya 
            • Guru memberi penjelasan dan bimbingan langkah demi langkah disertai dengan demonstrasi
          • ­čĹÄPerilaku yang dihindari 
            • Guru memberi instruksi yang terlalu umum sehingga peserta didik kesulitan mengikuti langkah- langkahnya 
            • Guru menjelaskan konsep tidak runtut, melompat- lompat antar topik tanpa menjelaskan keterkaitannya 
            • Guru tidak mengulang bagian penting dari penjelasannya

        Download Rubrik Dimensi Praktik Pembelajarna pada SKP

        Selengkapnya silahkan anda scrolling dan download dibawah ini :


        Download Rubrik Dimensi Praktik Pembelajaran pada SKP di tombol biru berikut :


        Demikian fokus perilaku yang diobservasi oleh kepala sekolah berdasarkan indikator yang dipilih pada tahap perencanaan pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah, yang bersumber dari : https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/ tentang Indikator Rapor Pendidikan di Pengelolaan Kinerja
        Semoga Bermanfaat.
        ADH
        ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" (KH Maimoen Zubair)

        1 komentar untuk "Rubrik Dimensi Praktik Pembelajaran Pada SKP"

        1. Adakah rubrik dimensi praktik kinerja kepala sekolah

          BalasHapus

        Jangan lupa tinggalkan komentar sebagai alat silaturahmi dan jika bermanfaat bisa saudara share, komentar yang memasukan link judi dan hal lainnya yang tidak sesuai norma, akan langsung saya hapus. Terimakasih, Sukses Selalu

        Guru Sumedang (GS) adalah praktisi Pendidikan yang berkomitmen untuk kemajuan dunia pendidikan. Artikel,Video dan atau Gambar di situs www.gurusumedang.com kadang bersumber dari media lainnya,GS akan berupaya menuliskan sumbernya, dan HAK CIPTA sepenuhnya dipegang media tersebut.